
"Pas banget kalian datangnya, ayo kalian buruan bantuin, jangan mau enaknya aja ...!" titah Bella tanpa basa-basi kearah Andre dan David yang hanya bisa meringis menanggapi ucapan Bella.
Sepertinya mereka memang sudah hafal betul dengan sikap bar-bar Bella, karena itulah tidak terlihat sama sekali adanya pertanda jika mereka merasa tersinggung apalagi marah menanggapi sikap Bella yang belum apa-apa udah sok bossy.
"Galak banget sih, Bell, udah kayak mandor aja ..." Andre terdengar berucap lirih.
"Sabar dulu, Bell, Andre dan David kan baru datang, masa udah disuruh kerja aja ..."
"Gak pa-pa, kok, Om ... Bella emang gitu, suka galak ..." David terlihat meringis, apalagi saat mendapati ekspresi Bella yang mencibir kearah dirinya dan Andre.
"David, Andre, kalian kenalan dulu sama Om Eros ..." ucap Biyan kearah keduanya.
Sontak Andre dan David pun buru-buru menyalami Eros.
"Aku Andre, Om ..."
"David ..."
Untuk yang kedua kalinya, Andre dan David memperkenalkan diri mereka.
"Eros." sambut Eros seala kadarnya, menyambut uluran tangan kedua remaja pria itu tanpa ekspresi berarti.
"Egh, maaf Om, tapi ini Om Eros Rahadian yang punya Miracle, bukan sih?" David menatap Eros dengan seksama.
"Kok tau?" pungkas Eros sambil lalu, seraya kembali membalik beberapa potongan daging dan sayuran yang ada diatas grill pan.
"Astaga, Dre, ternyata ini beneran Om Eros Rahadian ..." David telah menyikut lengan Andre terang-terangan, yang sama hal seperti dirinya, juga terlihat takjub saat menyadari yang ada dihadapan mereka benar-benar Eros Rahadian, owner club Miracle yang selama ini merupakan tempat ter-favorite mereka buat nongkrong.
"Ternyata Om Eros se-terkenal itu, yah ...?" celetuk Biyan separuh menggoda, kearah Eros yang hanya mesem-mesem.
"Terus terang, Om, kita emang sering ke Miracle, karena di sana live musicnya keren banget. Apalagi kalo ada event gitu, Om, kita nyaris gak pernah absen ..." David berucap jujur.
"Iya, Om, makanya kita semua kenal Om Eros, meskipun Om Eros gak kenal kita. He ... he ... he ..." Andre terkekeh diakhir kalimat, untuk menutupi rasa malu karena pada akhirnya harus jujur bahwa pada kenyataannya mereka memang sering mendatangi club malam milik Eros.
__ADS_1
"Pergaulan kalian udah tingkat tinggi juga yah ternyata. Kayaknya udah suhu semua ..." celetuk Eros sambil menatap wajah Andre dan David, yang dari penampilan mereka sudah terlihat bahwa orang tua mereka pasti berasal dari golongan menengah atas.
"Kita hanya nongkrong kok, Om. Gak pernah aneh-aneh."
"Yakin ...?"
"Yakin, Om, boleh deh Om buktiin, bahkan selain soft drink biasa, kita aja gak pernah tuh pesan minuman aneh-aneh ..."
Eros terdiam, tapi lewat sepasang mata elangnya yang menguliti Andre dan David dengan intens, terpancar sinar ketidakpercayaan yang nyata.
Lagipula bagaimana mungkin Eros bisa percaya?
Terakhir kali Eros menciduk Bella bersama tiga bandit kecil ini saja, sudah jelas-jelas Bella sedang mabuk dan dari mulutnya tercium samar aroma alkohol.
"By the way ... jadi kalian ini semuanya sekelas?"
Untunglah kalimat Biyan selanjutnya telah menyelamatkan Andre dan David dari perasaaan kikuk yang mendera, akibat sikap Eros yang kurang wellcome.
"Iya, Pa, kami semua emang sekelas. Kami juga suka belajar bareng, nongkrong bareng juga ... tapi Papa tenang aja, seperti yang dibilang David sama Andre kita cuma suka nongkrong kok, Pa ... gak aneh-aneh ..."
Sesungguhnya gadis itu memang sedang berkata jujur. Selama ini gak ada aktifitas aneh-aneh kendatipun mereka sering janjian kelayapan bareng untuk menonton live music di Miracle Club milik Eros.
Kalo pun ada yang aneh, sudah pasti itu hanya sebatas kelakuan absurd Bella yang selalu berusaha dengan berbagai cara guna menarik perhatian Eros semata.
Seperti yang terakhir kali mereka mendatangi Miracle Club beramai-ramai dengan teman-teman mereka yang lain, disitu Bella nekad meminta Andre membantunya memesan segelas whisky berlabel Jack Daniels, yang sama Bella hanya diteguk sedikit, itupun cuma dipakai buat kumur-kumur doang agar aroma mulutnya berbau alkohol, sehingga Bella bisa berpura-pura mabuk saat hendak berusaha mendapatkan perhatian Eros seperti biasanya.
Meskipun merasa lega, namun menerima pernyataan Bella tersebut gak serta-merta membuat Biyan langsung menanggapinya.
Biyan malah menguliti setiap inchi wajah putri semata wayangnya itu terlebih dahulu dengan tatapan menaksir-naksir.
"Papa gak percaya nih sama Bella?" todong Bella kemudian, menyadari Biyan yang belum juga berucap apa-apa, meskipun hanya sepatah kata.
Biyan menghembuskan napasnya perlahan. "Percaya. Papa percaya kok, Bell, dan dihadapan teman-teman Bella sendiri sebagai saksinya, Papa bakal pegang semua kata-kata Bella hari ini."
__ADS_1
Bella tersenyum seraya mengangguk yakin, Andre dan David juga terlihat mengangguk. Hanya Eros seorang yang melengos tanpa suara ... karena sejak awal Eros selalu percaya, bahwa selain Ayu, Eros telah menyangsikan kwalitas semua teman-teman Bella tanpa terkecuali.
Lagipula sudah terlalu sering Eros mendapati Bella yang berada di club miliknya. Karena seberapa sering Biyan pergi untuk menangani berbagai proyek dari perusahaan konstruksi miliknya, maka sesering itu pula Eros mendapati Bella yang berhura-hura dengan teman-temannya, termasuk dua bandit kecil yang sekarang tampil begitu polos dihadapan Biyan.
"Buat David dan Andre, Om hanya bisa berharap kalian semua mampu bertanggungjawab terhadap diri kalian masing-masing, demi masa depan kalian juga. Dan khusus buat Bella, sekali lagi Papa katakan, tolong jaga baik-baik kepercayaan yang Papa berikan. Jangan sampai Bella mengecewakan Papa dan menyalahgunakan kepercayaan yang sudah Papa kasih ..."
Biyan mengucapkan sederet nasihat tersebut, seraya menatap wajah ketiga remaja itu berganti-ganti.
"Iya, Om, kami berjanji akan selalu mengingat nasihat Om Biyan "
"Iya Pa, iya ... Bella juga janji akan mengingatnya ... swear deh ...!" pelukan Bella dilengan Biyan terasa semakin mengerat, menandakan kesungguhan hatinya atas setiap janji yang telah ia ucapkan.
Biyan balas merangkul tubuh Bella dengan penuh kasih sayang, dan untuk sejenak suasana manis tersebut telah membuat udara di sekeliling mereka berubah hening.
"Ehem, Om, ngomong-ngomong dagingnya udah aku angkat nih, takutnya kalo kematengan udah gak juicy lagi ..."
Ucapan Andre kepada Eros yang terlihat ikut tenggelam dalam adegan interaksi manis antara Bella dan Papanya, membuat Eros sontak terhenyak.
Namun begitu Eros tersadar, ia telah mendapati semua daging dan sayuran yang awalnya berada diatas grill pan telah berpindah keatas baki, bahkan sudah tertata dengan rapi karena Andre telah mengambil-alih tugasnya dengan begitu cekatan.
Bukan hanya itu saja, saat ini David juga terlihat telah menaruh daging dan sayuran yang baru keatas grill pan untuk kembali dipanggang.
"Udah mateng aja ternyata ..." Biyan terlihat puas menatap penampilan menggiurkan dari daging dan sayuran yang terpanggang sempurna.
Biyan pun telah mengurai pelukannya ditubuh Bella pada sesaat yang lalu, hanya menyisakan Bella yang terus gelendotan manja disebelah lengan kekarnya.
"Iya, Yan, sebaiknya kita makan aja dulu yang ini, sambil nunggu yang itu mateng ..." jawab Eros.
Tepat di saat yang bersamaan Ayu dan Steve terlihat muncul dari pintu samping, dengan Steve yang membawa wadah berisikan tiga jenis buah sekaligus, yakni apel, anggur dan pir.
"Nah, itu Ayu dan Steve juga udah ada, ayo kita semua makan dulu yuk ..." ajak Biyan ramah kepada semua yang berada di sana, yang semuanya telah melakukan hal yang sama dengan begitu kompak, yakni mengangguk setuju dengan ide Biyan.
...
__ADS_1
Bersambung ...
🧕: Jangan lupa dukungannya yah 🤗🙏