HALLO, OM ...!

HALLO, OM ...!
MAKING L


__ADS_3

Rania melirik lagi jam yang ada didinding ruang tengah.


Sudah hampir jam delapan malam, dan Bella belum juga kembali.


Padahal di chat terakhir mereka kira-kira sejam yang lalu, putri semata wayangnya itu jelas-jelas mengatakan bahwa dirinya sedang on the way.


Lelah mondar-mandir ke sana ke mari pada akhirnya Rania kembali menghempaskan tubuhnya kesalah satu kursi yang ada di sana.


Sambil Rania mengeluarkan ponsel yang ada disaku kanan setelan rumahan yang sedang ia kenakan, Rania berniat kembali menghubungi Bella guna memastikan keberadaan gadis itu, sekaligus menepis segala rasa kekhawatirannya yang datang silih berganti ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat Eros melangkah keluar dari kamar usai mengambil kunci mobil, Bella terlihat baru saja mengakhiri pembicaraannya lewat ponsel.


"Siapa, Bell ...?" tanya Eros sambil mendekat.


"Mama, Om ..."


"Pasti mamamu khawatir kan karena udah jam segini kamu belum juga nyampe rumah ..."


Bella meringis mendengar ujaran Eros yang begitu tepat, seolah tau persis bahwa setelah ini sudah pasti pria tampan itu akan menceramahi dirinya panjang lebar.


"Kan Om udah bilang sejak awal, begitu kelar makan kamu mau langsung Om anterin pulang. Egh, kamu-nya malah pake acara nonton drama korea segala, Bell ... Kalo udah kayak gini, bisa-bisa besoknya mamamu bakalan lebih curiga lagi ..."


"Iya deh, iya ... Maapin Bella deh, Om, lagian kenapa juga sih Om selalu mau Bella buru-buru pulang, emangnya Om gak mau bareng Bella terus ...?" pungkas Bella dengan wajahnya yang cemberut, lengkap dengan bibirnya yang naik dua centi.


"Nah kan, kalo dibilangin baik-baik malah suka nyimpulin seenaknya ..."


"Lagian Om juga gitu sih. Gak ada betah-betahnya sama Bella. Sebenarnya Om itu sayang beneran gak sih sama Bella ...?"


Eros melotot mendengar ucapan Bella yang menurutnya rada ngasal itu.


"Kok ngomongnya gitu sih, Bell. Bukannya Om gak betah ... Tapi kalo mamamu curiga gimana? Ntar mamamu makin illfeel lagi sama Om ..."


"Bodo."


"Loh ...?"


"Bodoooo ..."


Eros geleng-geleng kepala menyaksikan wajah bete Bella yang menggemaskan.


Sadar bahwa gadis dihadapannya ini bisa jadi lagi butuh dimanja, Eros pun mendekat dan langsung meraih tubuh mungil Bella kedalam dekapannya.

__ADS_1


"Ya ampun, cantiknya pacar Om kalo lagi ngambek gini ..." desis Eros sambil mendaratkan ciumannya berkali-kali pada ubun-ubun kepala Bella yang wangi lavender.


Mendapati sikap Eros yang begitu manis membuat Bella langsung melingkari tubuh tegap Eros dengan pelukan yang tak kalah erat, dan semua respon Bella tersebut sudah seperti yang telah diprediksi Eros sejak awal, bahwa hanya dengan sedikit perhatian saja, sudah bisa membuat Bella takluk dengan mudah.


"Bayangkan, udah punya pacar cantik begini, kok masih ada aja yang nuduh Om gak betah, gak sayang ..."


"Aaaa ... Om apa-apaan sih ...?" Bella menyurukkan wajahnya yang malu dan bersemu merah semakin lekat kedalam dada bidang milik Eros.


Eros tertawa kecil mendengar rengekan manja yang benar-benar khas Bella itu. Tangannya yang lebar pun terangkat guna mengusap punggung mungil Bella berkali-kali dengan penuh kasih sayang.


Untuk sesaat hanya ada keheningan yang mengisi udara diantara mereka, yang masih setia saling memeluk satu sama lain tanpa kata, sebelum akhirnya sebuah kalimat polos sanggup membuat Eros nyaris pingsan ditempat ...


"Om, kita kapan em el nya, Om ...?"


"WHHAAATT ...?"


Pelukan Eros terurai begitu saja, tubuh Eros bahkan nyaris terjengkang saking kagetnya.


Eros menatap Bella menaksir-naksir, sementara Bella terlihat biasa-biasa saja setelah sukses membuat Eros olahraga jantung.


"Bellaaa ...? K-kamu ngomong apa sih, Beeeellll ...?" ujar Eros, panik, tapi yang ada sosok maha manis dihadapannya itu malah menatap Eros sambil senyam-senyum tanpa dosa.


"Apaan sih, Om? Timbang nanyain em el doang kok ...?" jawab Bella masih dengan ekspresinya yang polos.


Pada akhirnya Eros berhenti melangkah dan menatap Bella dengan tatapan super serius.


"Duduk. Duduk disitu dulu ..." titah Eros yang memerintahkan Bella untuk duduk, sambil jari telunjuknya menunjuk kearah sofa single.


Meskipun terlihat rada bingung dengan gelagat Eros yang belum juga reda kepanikannya, tanpa banyak protes Bella pun langsung patuh menjatuhkan diri keatas sofa yang dimaksud Eros.


Masih dengan raut wajahnya yang kalut Eros pun mendudukkan dirinya sendiri ke sofa single yang satunya lagi, sehingga posisi duduk mereka menjadi tepat berhadapan, hanya berantarakan sebuah meja kaca kecil dengan model minimalis.


"Kenapa sih, Om? Emangnya Bella ada salah ngomong apa gimana ...?" tanya Bella, bingung.


Eros menarik napas sepenuh rongga, sebelum akhirnya menghembuskannya dengan berat.


"Jawab yang jujur, Bell ... Kamu dapat istilah itu darimana ...?" tanya Eros mengawali proses interogasi dadakannya.


Sepasang mata Bella terlihat menerawang, seolah sedang memutar otaknya. "Dari mana yah ...? Perasaan istilah itu udah lama deh, emangnya kenapa, Om?"


"Bell, kamu tau gak sih artinya em el itu apa ...?" tanya Eros rada was-was, tapi yang ada jawaban Bella yang begitu santai malah jauh diluar ekpektasi Eros.


"Tau dong, Om ... Making Love kan?"

__ADS_1


"Oh my ..." Eros kembali menepuk jidatnya menerima jawaban lugas Bella yang tanpa keraguan sedikitpun.


"Oke, fine ... Tapi bukan berarti Bella tau istilah itu digunakan untuk apa dan ..."


"Bella tau kok. Untuk melakukan itu kan ..."


"Egh, a-apa ..." Eros tergeragap, sementara Bella tersenyum malu-malu.


"Yaaa, itu ... Melakukan itu ... Itu ... Ya itu, Om, gak mungkin Om gak ngerti kan ..." ucap Bella sambil mengedipkan matanya dengan genit, sukses membuat Eros benar-benar terhenyak.


Demi apa, sesungguhnya Eros bahkan tidak tau sudah secanggih apa pergaulan remaja masa kini, tapi mendapati Bella yang bertingkah seolah dirinya tau segala hal cukup membuat Eros merasa horor sendiri.


"Bell, jangan bilang ... Jangan bilang kalo Bella udah pernah ..."


Mengambang, karena rasanya Eros bahkan tak sanggup menanyakan hal se-gila itu.


Namun berbeda dengan Eros yang dilanda ketegangan tingkat tinggi, Bella justru terlihat santai saja.


"Gak dong, Om, gini-gini juga Bella punya prinsip kali. Bella cuma mau ngelakuin hal itu dengan orang yang benar-benar Bella cintai. Gitu Om ...."


Eros melongo mendengar penjelasan Bella yang super gokil.


"Kok diem, Om? Gak percaya kalo Bella masih vir gin? Bella bisa buktiin kok kalo Bella masih ..."


"Bella, stoped it ..."


Potong Eros cepat, nyaris gila.


"Udah ... Udah ... Jangan bahas hal yang belum waktunya. Ayo pulang, Om anterin Bella sekarang juga ..."


Eros benar-benar merasa frustasi dengan pembicaraan ekstrim barusan, sehingga memilih mengakhiri topik tersebut dengan susah payah dengan cara bergegas bangkit dari duduknya.


"Egh, tapi, Om ..."


Mengambang.


Bella memilih tak melanjutkan kalimatnya manakala menyaksikan punggung Eros yang sudah berjalan tergesa kearah pintu depan tanpa menunggu reaksinya.


"Dasar Om Eros aneh ..."


Desis Bella sambil memonyongkan bibirnya dua centi, sebelum akhirnya memilih melangkahkan kakinya mengikuti jejak langkah Eros, yang telah berlalu ...


Bersambung ...

__ADS_1


🧕 : Jangan lupa Like dan Supportnya yah ... 🙏


__ADS_2