HALLO, OM ...!

HALLO, OM ...!
UNGKAPAN HATI EROS


__ADS_3

Double Up 🤗


...


Diatas sebuah meja yang merupakan pembatas dari dua pria tampan yang duduk berhadapan itu, nampak dua gelas cangkir kopi yang masih mengepul.


Biyan melirik jarum jam yang melingkar dipergelangan tangannya, sebelum menatap dingin kearah Eros.


"Cepat katakan apa yang ingin kamu katakan, karena aku masih punya banyak hal yang lebih penting yang harus aku lakukan."


"Baiklah ..."


Eros menatap Biyan dengan tatapan penuh, namun pria yang biasanya selalu bersikap hangat itu kini malah terlihat sedingin salju.


"Yan, pertama-tama dari lubuk hati aku yang paling dalam, aku ingin minta maaf. Aku tau semua kenyataan ini pasti gak mudah buat kamu menerimanya, tapi aku sangat berharap bisa mendapatkan maaf dan sedikit rasa pengertian ... Juga sedikit kesempatan ..."


Hening.


"Demi Tuhan, Yan, aku sangat mencintai Bella. Aku berani bersumpah selama ini aku udah berusaha menepis semua perasaan itu ... Aku udah berusaha menjauh ... Aku udah melakukan segala cara untuk menghindar ... Tapi aku selalu gagal, Yan. Pada akhirnya aku gak bisa mengelak lagi bahwa aku sangat mencintai Bella, dan kami saling mencintai ..."


Kali ini Biyan terlihat melengos, sambil membuang pandangannya kearah lain, kearah seorang ibu-ibu gemuk yang sedang kerepotan mengejar anak balitanya yang berlarian kesana-kemari.


Hembusan napas berat Eros terdengar lagi


Mendapati sikap acuh yang diperlihatkan Biyan secara terang-terangan anehnya bukannya membuat Eros serta-merta berputus asa, tapi malah sebaliknya, semakin merasa tertantang untuk berjuang lebih keras.


"Kemarin, dari informasi yang aku dapat langsung lewat pengacaraku, paling lambat minggu depan, udah ada putusan cerai antara aku dan Anya dari pengadilan agama ..."


Biyan masih tak bereaksi atas kalimat Eros tersebut, bahkan wajahnya masih berpaling, seolah ingin memperlihatkan bahwa aksi kejar-kejaran ibu-ibu gemuk dengan anak balitanya yang super lincah itu masih terlihat jauh lebih menarik daripada mendengarkan ucapan Eros yang masih sembilan puluh sembilan persen ia sangsikan ketulusannya.


"Entah info tersebut penting buat kamu atau enggak, tapi aku tetap ingin kamu tau bahwa selama ini aku gak diem aja. Yang aku lakuin itu sama sekali bukan karena Bella, Yan, melainkan kamu tau sendiri kalo aku udah mengusahakan perceraian dengan Anya sejak jauh hari sebelumnya, dan sekarang semua tahap itu udah masuk injury time ..."


Eros mengambil napas sejenak sebelum kembali meneruskan ucapannya.


"Jadi bukan sengaja aku menutupi semua ini dari kamu, tapi karena semata-mata aku pengen urusan cerai aku kelar dulu. Aku dan Bella udah sepakat untuk menunggu akta cerai itu, sebelum memutuskan untuk datang langsung menemui kamu, dan memberitahukan semua rencana masa depan kami ..."


"Apa? Rencana masa depan?"


"Iya, rencana masa depan, karena aku serius dengan Bella ..."

__ADS_1


Diluar dugaan Biyan malah tertawa sinis menanggapi ungkapan hati Eros yang terucap penuh kesungguhan.


"Dengan Anya aja berantakan, lalu sejak kapan kamu bisa punya rencana masa depan bersama seorang wanita ...?" sindir Biyan dengan nada sinis.


"Sejak aku sadar kalo aku mencintai putrimu, Bella." jawab Eros, kalem.


"Apa kamu bilang ...?!"


Mengambang.


Biyan urung meneruskan tindakannya yang nyaris gelap mata, begitu menyadari mereka sedang berada ditengah hiruk-pikuk food court yang siang itu lumayan ramai pengunjung.


'Sial ... Jadi sepertinya ini alasannya kenapa Eros bersikeras bertemu muka ditempat umum yang situasinya semrawut begini ...'


'Pasti dia sengaja udah mengantisipasi semua kemungkinan terburuk, agar jangan sampai aku berhasil patahin batang hidungnya dengan sekali tinju ...!'


Biyan membathin geram, mau tak mau ia kembali memperbaiki letak duduknya diatas kursi yang tadinya nyaris ia beringsut dari sana dengan gelap mata.


Sebuah senyum tipis nampak menghiasi ujung bibir Eros, yang diam-diam mengakui bahwa pada akhirnya Biyan tidak berani 'menyentuhnya' seujung kuku pun, di tempat umum seperti ini.


"Jangan emosi dulu, Yan, keep calm down ..." bujuk Eros berusaha menetralkan emosi Biyan yang juga terlihat berusaha keras meredamnya.


"Yan, pliiss ..."


"Ooohh, I know ... Ternyata kamu emang sengaja minta bertemu ditempat semrawut kayak gini biar aku gak bisa ngapa-ngapain kamu Iya kan?! Ngaku kamu!!" tuding Biyan lagi seolah belum rela memberi kesempatan bagi Eros untuk membela diri.


Untuk sesaat Eros seolah memberi kesempatan Biyan untuk mengatur laju napasnya agar tidak memburu, namun tatapannya kepada sahabatnya itu tetap tenang seolah tak terusik.


"Yan, kita udah lama bersahabat dan saling mengenal. Aku akui ibaratnya selama ini kamu pasti udah kenyang melihat begitu banyak sisi gelapku, keburukanku, kelemahanku ... Semua hal yang minus dari diriku. Tapi lebih dari semua itu ... Aku percaya, kamu tau isi hatiku ... Kamu tau apa yang ada didalamnya ... Kamu tau kapan aku berbohong dan kapan aku berkata benar ... Kamu tau semuanya tentang aku tanpa ada yang bisa aku sembunyikan ..."


Eros menghela napasnya perlahan, dengan tatapannya yang sedikit pun belum teralih.


"Yan, apa kamu benar-benar berpikir aku bisa memperlakukan Bella dengan buruk ...? Apakah kamu meragu karena khawatir aku mampu membuat putrimu terluka ...?"


Biyan terhenyak ditempat duduknya.


Kalimat Eros ibarat sebuah sembilu, yang menyayat tepat di ulu hati Biyan.


'Gak.'

__ADS_1


Hati Biyan telah menjawabnya dengan lugas, kendatipun bibirnya masih setia terkunci.


Biyan merasa terpukul, saat menyadari ia bahkan bisa menjawab pertanyaan beruntun Eros tanpa berpikir dua kali.


Eros berkata benar. Se-brengsek apa seorang Eros Rahadian, pria itu tidak mungkin bisa menyakiti Bella, itu faktanya!


Seumur hidup Biyan telah mengenal sosok Eros luar-dalam, Eros bahkan telah berbuat banyak, dan Eros sangat melindungi Bella.


Eros yang penyayang, juga selalu menjadi sosok yang sangat dikagumi Bella.


Jadi karena itukah mereka bisa dengan mudah saling jatuh cinta ...?


'Karena perasaan yang sejak awal tumbuh dengan murni telah melahirkan kenyamanan tanpa disadari ...'


Perlahan ingatan Biyan dipenuhi dengan sosok Ayu, istri kecilnya yang saat ini sedang ngambek berat, sehingga minggat entah kemana.


Semuanya seolah serupa, sama halnya seperti Biyan yang tidak menyadari sejak kapan Ayu telah membuat dirinya begitu nyaman, sehingga bisa dengan mudah jatuh cinta saat semesta menyadarkannya ...!


"Yan, didalam diriku, yang aku punya untuk bisa mengemis restu darimu hanyalah cinta dan ketulusan. Aku sadar, aku sama sekali bukan sosok pria yang kamu bahkan Bella impikan. Aku bukanlah pria lajang berusia muda dengan latar belakang kehidupan yang bersih dan memukau. Jika memang karena itu standar yang kamu terapkan untuk Bella sehingga kamu berusaha menolakku maka aku akan menerimanya. Tapi sebaliknya, Yan ... Sungguh aku tidak bisa menerima, jika alasanmu menolakku karena kamu ragu aku bisa saja membuat Bella terluka ..."


Biyan terpekur.


Seolah setiap kata per kata yang diucapkan Eros telah berhasil melumpuhkan segenap amarah yang awalnya berkobar dashyat didalam hatinya.


Tidak. Tentu saja bukan seperti itu yang Biyan inginkan.


Sesungguhnya sama halnya seperti prinsip Bella yang mampu menerima wanita manapun asalkan bisa membuat Biyan bahagia, Biyan pun memiliki prinsip serupa.


Tak peduli pria itu siapa, asalkan bisa membuat Bella bahagia maka Biyan tak masalah.


Alasan utama yang membuat Biyan menolak Eros tak lain karena Biyan tidak ingin Bella bernasib sama dengan wanita-wanita sebelumnya, yang hanya diberikan sepenggal harapan sesaat sebelum akhirnya dikecewakan.


Biyan tak akan pernah sanggup melihat Bella terluka karena cinta, tapi bukankah Eros tidak mungkin melukai Bella ...?


Bahkan kalau boleh berkata jujur, selama ini Eros adalah satu-satunya pria yang selalu menjaga dan menyayangi Bella selain dirinya.


"Tolong berikan aku kesempatan, aku mohon, Yan ... Ijinkan aku menyayangi Bella dan menjaganya seperti dirimu, hingga akhir hayatku ..."


NEXT ...

__ADS_1


🧕: Sebelum Next ke Bab berikut, pastikan bab ini juga bab-bab sebelumnya udah di like and support yah 🤗


__ADS_2