HALLO, OM ...!

HALLO, OM ...!
IRONI


__ADS_3

Sudah sejak tadi Rania telah menaruh sendok dan garpu yang ia gunakan keatas piring, memilih mengawasi Bella putrinya, yang hingga detik ini masih saja terlihat lahap menikmati menu ayam goreng dan tumisan sayur yang ternyata merupakan hasil masakan Ayu secara dadakan.


Belum ada dua jam terlewat, namun untuk yang kesekian kalinya Rania telah dihadapkan pada satu demi satu kenyataan tak menyenangkan yang ada didepan matanya, yakni tentang seberapa besar rasa suka serta ketergantungan putri semata wayangnya kepada gadis sebayanya, yang kini duduk tepat berdampingan dengan Bella.


Ayu, gadis yang belum apa-apa sudah terlihat memiliki begitu banyak keahlian yang mampu menyenangkan putrinya itu, sepertinya baru saja menyelesaikan makannya, menyusul Rania yang sudah berhenti lebih dulu, sementara Bella malah masih sibuk membuka penutup toples krupuk, belum terlihat tanda-tanda menyerah atas makanan yang berada didalam piringnya sendiri, terlihat sangat menikmati hidangan sederhana tersebut.


"Ma, Mama masih kayak dulu yah ... Makannya dikit ..." celetuk Bella tiba-tiba, sambil menatap Rania dengan mulut yang masih dengan gerak mengunyah.


Rania tersenyum tipis. "Udah kebiasaan, Bell, lagian porsi makan Mama udah pas kok, karena makan banyak sebenarnya juga gak baik untuk kesehatan, apalagi kalo makanannya serba digoreng kayak gini ... ini gak baik banget untuk kesehatan Bella loh ..." ucap Rania penuh koreksi.


"Tapi kan enak, Ma ..." imbuh Bella.


Ayu memilih berpura-pura tidak tahu menahu, begitu kerlingan sinis disertai seringaian tipis Rania kini tertuju penuh kearahnya.


"Enak juga belum tentu sehat, kan?" imbuh Rania lagi.


Bella terlihat cuek saja dan tetap makan dengan lahap meskipun Rania sedang terang-terangan berkomentar miring tentang makanan yang sedang ia lahap, sementara disebelahnya kepala Ayu semakin tertunduk dalam.


Kalimat Rania tersebut mau tak mau membuat Ayu sangat jengah.


Jujur, Ayu juga tidak tau persis apakah wanita bernama Rania yang tak lain merupakan Mamanya Bella ini memang pandai bersilat lidah, bermain kata-kata, atau bagaimana?


Sejak awal memang sangat terlihat betapa Rania telah menunjukkan sikap seolah wanita itu memang tidak menyukai kehadiran Ayu, sehingga untuk yang kesekian kalinya Rania terus-menerus menunjukkan aura yang tak bersahabat.


'Apa sih salah Ayu sampe mamanya Bella kelihatannya sewot terus ...?'


'Apa karena Ayu tinggal di sini ...?'


'Tapi kan Ayu tinggal di sini atas keinginan Om Biyan biar Bella ada temannya ...?'


'Auk ah, pusing ...!'

__ADS_1


'Bisa aja kan Tante Rania emang kayak gitu orangnya, tapi justru Ayu yang baper ...'


'Atau jangan-jangan ... Tante Rania cemburu ...?'


'Ha-ah, apa iya ...? Gak ... gak mungkin ...'


Lagi-lagi bathin Ayu berperang tentang hal yang sama.


Sungguh, Ayu benar-benar tak mengerti atas alasan apa yang mendasari sikap dingin Rania kepada dirinya.


Tatapan Rania yang begitu hangat saat mengawasi Bella saja, seolah bisa langsung berubah seratus delapan puluh derajat menjadi datar jika wanita itu berbalik menatap Ayu.


Itu juga belum seberapa jika ditambahkan dengan setiap kalimat yang terucap sinis dari bibir bergincu merah menyala, yang seolah selalu sigap mencari celah dan kesempatan untuk mengomentari hal-hal sepele dengan kalimat menusuk, seperti halnya sekarang saat wanita itu bicara terang-terangan tentang makanan diatas meja.


Demi mengkritik makanan yang bahkan Rania tahu persis bahwa Ayu-lah yang membuatnya dengan sepenuh hati, Rania dengan nada suaranya yang always lembut mendayu, seolah tak akan pernah lupa menyisipkan setiap kalimatnya dengan bumbu ironi alias sindiran halus.


"Permisi, Tante ... Ayu mau beresin piringnya dulu ..." lelah menelaah sikap Rania yang kurang wellcome kepadanya, pada akhirnya Ayu memutuskan untuk berdiri lebih dahulu guna membereskan bekas piringnya sendiri, juga bekas piring milik Rania.


"Iya, Bell, lagian kamu kan masih makan, makan aja yang tenang yah ..." ucap Ayu lembut, yang seolah tanpa sadar mensupport Bella di saat Rania malah menasehati Bella dengan hal yang sebaliknya.


Rania pun terlihat membuang muka saat Ayu mengambil piring bekas makan miliknya, dan terus membuang muka meskipun tubuh Ayu telah sepenuhnya menghilang dibalik tembok pembatas ruangan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Bella, Tante, Ayu permisi mau ke kamar dulu, mau nerusin beres-beresnya karena tadi belum kelar udah keburu pergi ke kampus ..."


Usai mencuci beberapa peralatan makan di dapur, Ayu memilih berpamitan kepada Bella dan Rania.


Lagian Ayu juga tahu bahwa selama ini Bella dan Rania bisa dibilang jarang bertemu. Jadi ada baiknya jika Ayu memberi kesempatan keduanya untuk mengobrol dengan lebih leluasa tanpa ada dirinya.


"Iya, Yu, maaf ya, Bella belum bisa bantu Ayu buat beres-beres ..."

__ADS_1


"Gak pa-pa, Bell, lagian tinggal buku-buku kuliah Ayu kok yang masih berantakan. Selebihnya sih udah beres semua." balas Ayu sambil mengulas senyum.


"Ayu, emang kamu serius mau tinggal di rumah ini ...?" pungkas Rania diantara obrolan Ayu dan Bella yang berlangsung tepat dihadapannya.


Alis Ayu sontak bertaut. "Mm ... maksud, Tante ...?"


"Maksud aku, emang kamu mau tinggal di sini sampe kapan? Sampe kelar kuliah? Kalo emang begitu, bisa habis berapa tahun tuh kamu numpang di sini ...?" ucap Rania tanpa basa-basi.


"Uhuukk." Ayu yang mendengar kalimat panjang-lebar Rania sontak terbatuk.


"Mama ih, baru aja sehari Ayu di sini masa udah ditanyain kayak gitu aja sih ..." Bella yang pada dasarnya memiliki sifat naif dari sononya malah menanggapi kalimat Rania sambil tergelak.


"Nanya doang kan, Bell ... Emang gak boleh?" kilah Rania dengan ekspresi santai, berbeda dengan Ayu yang kini wajahnya bahkan telah memerah sempurna menahan malu.


"Ya udah yah, Bell ... Tante ... Ayu permisi dulu, mau balik ke kamar ..." Ayu mencoba menebalkan wajahnya sambil mengulas senyum, berusaha mengabaikan setiap jengkal kalimat Rania yang kali ini bukan lagi seperti sebuah ironi, namun seolah sengaja ingin mempermalukan dirinya dengan telak.


Pada akhirnya Ayu benar-benar undur diri dari ruang makan tersebut, berjalan lurus menuju pintu kamarnya, tanpa menoleh lagi.


"Bell, nanti kita ngobrol di kamar Bella aja yah. Ada hal penting yang mau Mama omongin, tapi sebelumnya Mama mau nelpon Papa Biyan dulu ..." Rania berucap kearah Bella begitu Ayu beranjak menjauh.


"Mau ngomongin apa sih, Ma? Kok kelihatannya serius banget ...?"


"Nanti aja kalo udah di kamar Bella, Mama omongin semuanya ..."


Bella pun mengangguk paham. "Baik, Ma, kalo gitu Bella naik duluan deh. Nanti Bella tungguin Mama di kamar Bella ..."


"Iya, Sayang, begitu selesai bicara dengan Papa Biyan, Mama janji Mama pasti akan segera nyusul Bella ke kamar ..." angguk Rania dengan senyumnya.


...


🧕: NEXT yuk ... tapi support jangan lupa yah 🤗

__ADS_1


__ADS_2