
Memang setelah resmi bercerai tujuh tahun yang lalu, Rania telah memutuskan untuk melakukan apa saja yang telah ia rancang dari jauh-jauh hari, bahkan saat statusnya masih menjadi istri seorang Biyan Erlangga.
Menyambut baik ajakan seorang sahabat yang kala itu menawarinya bekerja sebagai salah satu fashion designer di luar negeri, bagi Rania adalah sebuah tawaran yang cukup menggiurkan.
Terlebih lagi karena Rania juga memiliki basic pendidikan yang serupa.
Dunia fashion memang sangat menarik bagi wanita manapun tak terkecuali Rania, sementara menjadi ibu rumah tangga yang harus berkutat dengan pekerjaan rumah, mengurus anak, sambil menunggu suami pulang mencari nafkah sama sekali bukanlah impiannya.
Jika Rania harus kembali ke masa lalu demi mengenang hari demi hari yang terlewat dengan dipenuhi penyesalan atas kebodohan dari kobaran cinta yang membabi buta ... Sungguh Rania tak mampu!
Cinta yang bodoh telah membuat dirinya dan Biyan mau tak mau terperangkap dalam ikatan pernikahan di saat mereka berdua masih begitu muda, kekurangan uang dan belum punya apa-apa.
Saat itu, apapun yang Biyan lakukan untuk membahagiakan dirinya, seolah tidak pernah mampu membuat Rania mengucap syukur atas kehidupan yang ia punya, kendati Bella yang merupakan buah cinta mereka mulai tumbuh besar.
Rasa ketidak-puasan atas jalan hidup yang serba cukup telah membuat Rania menjadi lebih serakah.
Rania bahkan selalu merasa cemburu dengan semua teman-temannya yang memiliki karir cemerlang diluar sana.
Di matanya, semua kehidupan teman-temannya begitu sempurna, seolah hanya kehidupannya saja yang nelangsa, yang bahkan dirinya harus puas menerima uang bulanan dari Biyan, yang jumlahnya pas-pasan, dan sudah pasti tidak bisa membuat Rania mampu membeli sepaket skin care mahal.
Sungguh sulit dipercaya!
Mana Rania tahu bahwa kehidupan Biyan akan berbalik arah seperti disulap?
Demi Tuhan, sekarang Rania menyesal telah meninggalkan Biyan, sehingga kali ini ia benar-benar bertekad untuk memperbaiki hubungan.
Pada awalnya Rania ingin memulai aksinya dengan perlahan. Menjalin komunikasi yang jauh lebih intens dengan Bella, begitupun dengan Biyan.
Kalau saja Rania tidak mulai was-was dengan kedekatan seorang sahabat Bella yang kerap menghabiskan keseharian bersama Bella dan Biyan, mungkin Rania akan membuat pendekatannya berjalan lebih alami dan mengalir.
Selain itu, tidak bisa dipungkiri bahwa Rania juga mengkhawatirkan kedekatan Bella dengan Eros yang seolah tak lazim lagi.
Biar bagaimanapun Bella sudah mulai beranjak dewasa, sementara Eros tidak punya hubungan kekeluargaan sedikitpun dengan Biyan.
Hanya seorang sahabat dekat, yang juga merupakan seseorang yang bisa dibilang paling getol menyokong perekonomian Biyan hingga BIyan menjadi sesukses sekarang.
__ADS_1
Belakangan Rania bahkan mulai menyangsikan kebaikan hati Eros selama ini, yang menurutnya seolah memiliki maksud terselubung.
Apakah kebaikan Eros hanya demi mendapatkan putrinya Bella ...?
Who knows ...?
Eros kan manusia biasa, bukan malaikat sehingga tidak bisa dicurigai maksud hatinya.
Teen ... Teen ...!
Dua bunyi klakson beruntun terdengar tepat dibelakang mobil Rania, yang ternyata berasal dari klakson mobil yang dikendarai Bella.
Rania dibuat terpukau, begitu pintu pagar yang awalnya tertutup rapat kini terbuka otomatis, karena sepertinya Bella telah membukanya tanpa repot-repot harus turun dari mobil.
Rania menginjak pedal gas perlahan, memasuki pekarangan rumah yang megah dengan halamannya yang asri, diikuti mobil Bella dari belakang.
Kemudian Rania memarkirkan mobilnya di garasi, dimana untuk yang kesekian kalinya dirinya telah dibuat terpukau saat mendapati dua buah mobil mewah yang telah lebih dahulu menghuni garasi tersebut sedang terparkir manis.
Rania turun dari mobilnya dengan wajah yang masih terpana, menyadari salah satu mobil yang kini tepat bersisian dengan mobilnya itu bermerk Lexus, yang harganya milyaran rupiah.
Kali ini Rania bahkan tidak bisa lagi mengira-ngira, semakin dibuat takjub oleh kenyataan, karena baik Biyan maupun Bella tidak pernah terkesan begitu mempertontonkan kemewahan mereka yang sesungguhnya.
"Mamaaa ...!" Bella turun dari mobil, langsung menyongsong Rania sambil berlari kecil.
Rania menoleh, refleks merentangkan tangan menyambut pelukan putrinya sambil tak lupa tersenyum lebar.
Tubuh Bella meluncur mulus kedalam dekapan Rania, yang menyambutnya dengan pelukan hangat disertai ciuman.
Namun belum ada beberapa lama adegan manis tersebut berlangsung, manakala pada detik selanjutnya mendadak tenggorokan Rania tercekat begitu menyadari bahwa ternyata Bella putrinya tidak datang sendirian.
Se-sosok gadis manis dengan perawakan tinggi semampai, nyaris mirip postur tubuh Bella terlihat baru saja turun dari sisi mobil yang lain.
Berkulit putih, dengan rambut panjangnya yang tergerai indah ...
'Gadis ini lagi ...'
__ADS_1
Rania membathin sinis, dan tubuhnya pun ikut membeku ditempat menyadari bahwa untuk yang pertama kalinya, akhirnya ia bisa bertatap muka langsung dengan gadis yang sukses membuatnya cemburu dan tidak bisa tidur nyenyak akhir-akhir ini!
"Maafin Bella yah, Ma, udah buat Mama nunggu lama diluar. Lagian kenapa Mama gak bilang sih kalau mau nyamperin Bella ke rumah ...?" ucapan manja Bella begitu pelukan mereka terurai telah membuat kesadaran Rania yang sempat melayang-layang kembali ketempatnya semula.
"Sebenarnya Mama sengaja mau kasih kejutan buat Bella, dengan datang ke sini tiba-tiba. Mama gak nyangka kalau ternyata sampe sore Bella masih ada kegiatan di kampus ..."
"Maafin Bella yah, Ma ..." ungkap Bella lagi dengan wajah bersungguh-sungguh.
Rania tersenyum manis sambil menyentuh lembut sebelah pipi Bella. "Gak pa-pa, Sayang ... it's okay ..."
Kehadiran Ayu disebelah Bella seolah menyadarkan Bella akan sesuatu.
"Oh iya, Bella hampir lupa. Ma, kenalin nih teman Bella yang paling baik sedunia, Namanya Ayu ..." Bella berucap bangga sambil mengamit bahu Ayu dengan begitu akrab.
"Hallo Tante ..."
Ayu menyapa Rania ramah, meskipun senyumnya terlihat sedikit salah tingkah.
Rania menatap sejenak tangan putih yang tersodor tepat dihadapannya itu, sebelum akhirnya dengan terpaksa menyambutnya ...
...
Bersambung ...
Yuk kepoin karya author LIDIA KAY yang baru saja tamat dengan judul : NONA MAFIA DAN DOKTER MENAWAN
Juga karya tamat lainnya dengan judul :
- CEO TAMPAN DAN ISTRI RAHASIA
-PASUTRI
-TERJERAT CINTA PRIA DEWASA,
Mampir yah ... 🤗
__ADS_1