HALLO, OM ...!

HALLO, OM ...!
SWIMSUIT


__ADS_3

"Astagfirullah ..."


Gelas yang berisi penuh air mineral nyaris terlepas dari tangan Ayu begitu ia masuk ke dalam kamar dan menyaksikan sebuah pemandangan horor tepat didepan mata.


"Bella ...?!" Ayu terpekik lagi.


Tangan kanan Ayu buru-buru meraih handle pintu guna mengatupkannya rapat-rapat, kemudian dengan langkah tergesa ia langsung menghampiri sosok Bella yang berdiri tegak di depan cermin.


Begitu Ayu berada tepat dibelakang punggung sahabatnya itu, sepasang mata Ayu yang agak sipit terlihat semakin melotot lebar mengawasi penampilan Bella dari ujung kaki sampe ujung rambut, dari ujung rambut sampe ujung kaki!


Menanggapi keterkejutan Ayu, Bella yang awalnya sedang mematut dirinya di depan cermin sontak berbalik, dan seolah tak terusik sama sekali dengan segala keterkejutan Ayu sejak tadi, gadis itu malah menyunggingkan senyum semringah.


"Gimana, Yu, penampilan Bella ...?" tanya Bella sambil memutar tubuhnya yang ramping ke kiri dan ke kanan, bak seorang Finalis Miss Universe yang sedang melenggak-lenggokkan tubuh di atas catwalk, sambil memperagakan busana swimsuit model terbaru.


"Bell, kamu udah gila yah?"


Bella melongo blo'on, membuat Ayu semakin gemas dibuatnya.


"Berpakaian seperti ini ... duh ... Bell ... please deh ... jangan bikin ulah lagi dong."


"Ayu ngomong apa sih? Bella gak ngerti ..."


"Hufhh ..." hembusan napas yang keras terlontar dari bibir Ayu. "Bell, dari mana kamu bisa dapetin baju aneh kayak gini ...?" Ayu merasa kepalanya menjadi sakit dalam sekejap, ia tak henti-hentinya menggelengkan kepala menyaksikan penampilan Bella di siang terik ini, yang sungguh spektakuler.


Bagaimana tidak?


Penampilan Bella yang tampil penuh percaya diri dengan mengenakan busana renang model two pieces motif kembang-kembang kecil berwarna pink cerah, telah membuat sekujur tubuh putih mulus milik gadis itu sebagian besar tereksplor nyata.


Namun berbeda dengan Ayu yang belingsatan, sebaliknya Bella malah terlihat tenang-tenang saja menghadapi kekalutan Ayu, bahkan dengan santainya ia kembali berbalik dan mematut-matut dirinya di depan cermin.


"Ayu pasti gak tau, kan ... tadi Bella belinya sembunyi-sembunyi. Biar surprise ..."


Puk!


Tanpa sadar Ayu menepuk jidatnya sendiri.


Dalam perjalanan menjemput Eros di apartemen, Bella memang sempat meminta Biyan untuk singgah sebentar di sebuah toko fashion yang mereka lewati dengan alasan ingin membeli beberapa buah kaos untuk dipakai bersantai.


Saat itu Biyan yang enggan turun memilih menyerahkan sebuah credit card ketangan Bella yang langsung menerimanya penuh suka cita, dengan catatan Bella bisa mempergunakannya dengan bijak.


Ayu juga ikut kebagian di traktir oleh Biyan dan Bella untuk memilih kaos. Ayu yang awalnya sempat keberatan, akhirnya gak tega menolak kebaikan keduanya.

__ADS_1


"Gak baik nolak rejeki, Ay." begitu ucapan Biyan seraya menatap Ayu sambil tersenyum kalem.


"Tapi Om ..."


"Udah, nanti Ayu pilih aja kaos yang Ayu suka, biar Bella yang bayarin sekalian ..."


"Iya, Ayu, dengerin apa kata Papanya Bella, gak boleh nolak rejeki ... pamali ..." pungkas Bella semakin mematahkan keengganan Ayu.


Begitulah ...


Pada akhirnya Ayu pasrah saat Bella menarik tangannya dengan bersemangat, untuk memasuki toko fashion tersebut.


Setelah berada di dalam toko, tanpa membuang waktu keduanya langsung menuju outlet kaos.


Mengingat Biyan yang sedang menunggu di parkiran, membuat Bella dan Ayu bergerak cekatan, seolah sadar tidak bisa berlama-lama dalam menentukan kaos mana yang hendak di beli.


Tak lebih dari sepuluh menit bagi Bella dan Ayu untuk menemukan kaos yang cocok.


Bella memborong lima buah kaos sekaligus, sedangkan Ayu hanya memilih satu kaos, yang kemudian menjadi dua buah kaos setelah Bella bersikeras menambah sebuah kaos lagi untuk Ayu ke dalam tas belanjaan mereka.


Ayu sama sekali gak ingat kapan Bella membeli pakaian renang yang sedang ia kenakan sekarang. Jadi Ayu hanya bisa menebak-nebak jika mungkin Bella mengambil kesempatan tersebut tepat saat Ayu pergi ke toilet sejenak, sementara Bella pergi hendak mengantri pembayaran di kasir.


"Bagus apaan? Kurang bahan begini dibilang bagus ..."


"Hi ... hi ... hi ..." Bella terkikik saat melirik wajah keruh Ayu lewat pantulan cermin.


"Ya ampun, Bell, jangan ngadi-ngadi yah, cepetan kamu ganti pakaiannya sekarang juga. Ini gak sopan tau ... gak boleh ..." Ayu ngomel panjang-pendek.


"Kok malah di suruh ganti sih, Yu? Kan kita mau ke pantai ..." protes Bella.


Ayu melotot. "Kamu mau ke pantai dengan modelan seperti ini ...?"


Bella mengangguk yakin, namun dengan gayanya yang kenes.


"Bareng Om Biyan ... kamu serius mau pake baju kayak gini ...? Yakin berani ...? Yakin siap kalo diamuk Om Biyan ...?"


Bella terdiam sejenak. "Eng ... gak yakin juga sih, Yu ..." ujar Bella dengan ekspresi yang teramat sangat polos.


"Huhhfh, Bella ... Bella ... gimana sih kamu ini, Bell ..." lagi-lagi hembusan napas penuh kekalutan meluncur dari bibir Ayu.


"Iya juga sih ... gimana kalo Papa Biyan marah yah ...?" Bella bergumam lirih, seolah bertanya pada dirinya sendiri.

__ADS_1


"Nah, itu tau ...!" semprot Ayu.


Lagi-lagi Bella terdiam sejenak, namun pada akhirnya senyum usil gadis itu kembali menghiasi wajah cantiknya yang bak seorang peri.


"Tapi kan belum dicoba, Yu, mana tau Papa gak marah dan ngijinin Bella pake ginian?" ujarnya sambil kembali berbalik menatap Ayu yang masih setia berdiri tegak ditempatnya.


"Gak mungkin." tukas Ayu tanpa ba bi bu.


"Harus optimis dong, Yu, ini kan daerah pantai ... pakai biki ni sabi-lah ..."


Lagi-lagi Ayu melotot mendengar ucapan ngotot Bella.


Ayu tak habis pikir, bisa-bisanya Bella masih bisa berpositive thinking, padahal Bella tahu sendiri seberapa tinggi tingkatan sikap posesive Papanya selama ini.


"Gini aja deh, Yu, biar kita berdua gak penasaran dan menduga-duga ... Bella mau tanya langsung ke Papa, bisa gak Bella pake ginian ke pantai ..." berucap demikian sambil nekad ngeloyor ke arah pintu.


"Astaga ini anak ..." desis Ayu nyaris tersedak menyaksikan seribu persen kepercayaan diri Bella, yang kini melenggak-lenggok acuh.


"Bell, jangan deh ... Om Biyan pasti gak bakal ngijinin kamu pake ginian ... please ... percaya deh sama Ayu ..." Ayu memohon dengan kalimatnya yang panjang lebar, sembari memburu langkah Bella yang hendak menuju ke arah pintu kamar, namun terlambat ...!


Bella yang seolah mengacuhkan seluruh kalimat keberatan Ayu sudah lebih dahulu meraih handle pintu kamar tersebut, meloloskan diri dari sana ... dan ...


"Astagaaaa ... Bellaaaa ...?!"


Sebuah suara bariton terdengar sangat shock, begitu daun pintu terpentang lebar, dengan sosok Bella yang keluar dari kamar berbalut swimsuit super se xy.


Eros yang tak sengaja melintas dari arah dapur, dengan tujuan hendak kembali kekamarnya terlihat berdiri dengan sepasang mata membeliak lebar, lengkap dengan wajah pias mendapati penampilan Bella.


Lidah Eros ikut-ikutan merasa kelu, bahkan bibirnya pun terasa kaku.


"Hallo, Om ...!"


Sapa Bella polos, seolah tak sedikit pun menyadari bahwa akibat penampilan horor-nya, kini jantung Eros merasa sangat sesak ...


Seolah nyaris kena serangan jantung tiba-tiba ...!


...


Bersambung ...


Author : Mampus lu, Om Eros ...! Awokawok 🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2