
Sebelum kembali ke villa, Biyan telah membelokkan mobilnya terlebih dahulu kesebuah rumah makan, yang terlihat sederhana namun cukup instagramable karena mengusung tema konsep terbuka, dengan sawung-sawung kecil yang rapi tertata pada danau buatan.
"Kita makan siang dulu." ujar Biyan yang disambut positif oleh ketiganya.
Begitu mobil yang dikemudikan Biyan berhenti sempurna di parkiran, mereka berempat pun keluar dari mobil sambil beriringan.
Siang itu sinar matahari bersinar cukup terik, untung saja suasana rumah makan yang mereka singgahi terlihat begitu asri.
Tak berapa lama mereka menempati sebuah sawung di tengah danau, seorang pelayan berseragam hijau tosca datang mendekat, guna mendata apa saja menu yang hendak di pesan untuk makan siang kali ini.
"Tempatnya keren nih, kita selfie dulu yuk ..." ujar Bella kearah Ayu, begitu sang pelayan undur diri.
"Boleh deh, yuk ..."
Ayu mengangguk setuju, dan Bella langsung mengeluarkan iPhone 13 Pro Max miliknya.
Seperti biasa keduanya pun refleks merapikan rambut dan penampilan mereka terlebih dahulu, sebelum membidikkan kamera.
Bella tanpa malu-malu memasang wajah imut, sementara Ayu yang meskipun didalam hati masih saja terbersit sedikit perasaan malu beneran saat harus bersikap imut di hadapan Biyan dan Eros, dengan terpaksa tetap ikut menampilkan ekspresi wajah terbaiknya, kalo gak mau hasil fotonya jelek.
Bagaimana pun Ayu gak mungkin merelakan Bella mengunggah fotonya yang burik di akun media sosial gadis itu.
Bukan apa-apa sih ... melainkan karena Ayu tau persis bahwa Bella termasuk gadis yang cukup populer di dunia maya.
Gak main-main, followers Bella aja jumlahnya udah setara artis centang biru. Begitu populernya seorang Bella Erlangga, sampai-sampai gadis itu sudah berkali-kali di endorse oleh beberapa produk dalam negeri yang sedang naik daun.
Ayu aja gak ketinggalan kecipratan feedback dari beberapa unggahan foto kebersamaan mereka di akun Bella.
Follower Ayu ikut meningkat pesat, meskipun jumlahnya masih jauh berkali-kali lipat dibawah Bella, tapi jumlah tersebut terasa cukup signifikan mengingat Ayu yang bukan siapa-siapa, yang di kampus aja gak ngetop-ngetop amat, juga bukan termasuk tipe orang yang aktif dalam bersosial-media.
Sementara itu ...
Potret remaja yang tertawa penuh kebahagiaan setiap kali membidikkan kamera dan mengecek hasilnya, membuat Biyan dan Eros ikut senyam-senyum sendiri.
Ulah khas remaja masa kini yang melekat di diri Bella dan Ayu membuat Biyan dan Eros hanya bisa geleng-geleng kepala.
Bukannya Biyan dan Eros gak diajak, tapi karena keduanya lebih sering menolak acap kali Bella ingin melibatkan mereka dalam hiruk pikuk dunia maya.
Kalau pun mereka akan mengabadikan beberapa moment, Biyan pasti akan selalu mewanti-wanti agar Bella gak perlu terus-menerus mengunggahnya.
Tak jauh berbeda dengan Biyan, Eros pun mempunyai prinsip serupa. Di dunia yang sudah super modern ini, kedua pria tampan itu bahkan enggan memiliki akun sosial media.
"Jangan yang ini, Bell, please deh, jelek banget Ayu di situ ..." Ayu menunjuk salah satu hasil foto yang telah tersimpan otomatis di gallery foto.
"Eiitt ... ini bagus kok, cakep loh ini ..." Bella dengan cepat menjauhkan jari telunjuk Ayu yang terulur, hendak menghapus foto yang dimaksud dengan menekan gambar tong sampah yang ada di sudut layar ponsel milik Bella.
"Ahhh, gak-gak, pokoknya Ayu gak mau foto yang itu, cepetan di hapus, Bellaaaa ..." pinta Ayu, menyadari Bella yang mulai berusaha mengerjai dirinya dengan cara keukeuh mempertahankan foto Ayu yang angle-nya terlihat gak tepat sama sekali.
"Gak mau, weeekk, mau Bella unggah aja ah ... yuk, kita dengar apa kata netizen ... ahhaa ... ha ... ha ..." bukannya mendengarkan Ayu, Bella malah sengaja terus menggoda bahkan kini terbahak-bahak.
__ADS_1
"Bellaaaaa, ih ...!"
"Unggah dulu ah ..."
"Bell, tega banget sih? Jangan dong, Bell ... please ... sini hp-nya ..." Bella mencoba bernegosiasi, dengan meminta ponsel Bella baik-baik, namun Bella malah menghindar.
"Eng ... ing ... eng ..." ejek Bella.
"Beellaaa ..." Ayu mulai deg-degan.
"Tralalala ... trilili ..."
"Belllaaaaa ..." kali ini mata Ayu mulai berkaca. Hampir menangis, namun sepertinya keusilan Bella sudah sampai pada titik kulminasi tertinggi sehingga gadis itu masih belum puas juga, justru tetap ingin menggoda Ayu.
"Tiga ... dua ... sa ..."
"Bella, stoped it ..."
Sebuah suara bariton terdengar menjeda kesenangan Bella yang sedang mengerjai Ayu habis-habisan.
Bella langsung meringis saat dirinya menoleh, dan mendapati sepasang mata elang Biyan yang telah melotot sempurna kearahnya.
"He ... he ... he ... Bella cuman becanda kok, Pa ... gak mungkin Bella upload kok ..." kilahnya tanpa dosa.
Hembusan napas Ayu terdengar lega.
'Dasar Bella ...!'
"Kamu nih, Ayu udah mau nangis masih aja di godain ..." omel Biyan kemudian.
"Maaf deh, Pa, Bella cuman bercanda kok, serius, egh ... dua rius deh ...!!"
Biyan geleng-geleng kepala, sementara Bella telah menoleh kearah Ayu namun masih dengan senyum usil yang bertengger dibibir.
"Uluuhh ... uluuhh ... lagian Ayu serius amat ..."
"Apaan sih, Bell, hampir loncat keluar nih jantung Ayu!" semprot Ayu.
"Uuuhhtayaaannng ... ya udah, kalo gitu maafin Bella yah ..." pungkas Bella dengan gayanya yang super imut, sambil menghambur guna memeluk tubuh Ayu yang cemberut, namun toh tetap menyambut pelukan hangat Bella.
"Jangan ngadi-ngadi lagi, Bell. Ayu gak sanggup ngebayangin di julidin sama follower kamu hanya karena foto reject Ayu itu ..."
"Iya ... iya ... siyaapp, bosskuuuhh ..."
Untuk beberapa saat keduanya masih berpelukan, dibawah tatapan Biyan dan Eros, yang tersenyum menyaksikan pemandangan yang diam-diam terasa sangat manis disudut kedua hati pria itu masing-masing.
"Ya udah, nih Ayu liat sendiri yah, Bella hapus nih fotonya ..." ucap Bella begitu pelukan mereka terurai.
Jemari Bella kembali menari diatas layar ponsel, hendak mencari foto yang gak diinginkan Ayu tersebut untuk ia hapus secara permanent, manakala sebuah suara bariton lainnya terdengar menyela ...
__ADS_1
"Kok Om Eros jadi penasaran yah? Emang se-reject apa sih fotonya, sampe Ayu bisa galau begitu?"
Suara Eros yang tiba-tiba menyeletuk telah merusak suasana yang tadinya mulai adem, karena Bella yang mendengarnya spontan langsung ngakak parah.
"Ha ... ha ... ha ... dengerin tuh, Ayu, bisa-bisanya Om Eros juga penasaran sama fotonya ..."
"Yu, Om boleh lihat fotonya gak sih sebelum dihapus beneran ...?"
Ayu terperanjat mendengar permintaan Eros yang terucap dengan wajahnya yang bersungguh-sungguh, menandakan keseriusan pria itu atas rasa penasaran yang ia kemukakan.
"Bolehin aja, Yu," tukas Bella.
"Gak! Enak aja ..."
Wajah Ayu yang tadinya mulai tenang pada akhirnya kembali menegang, saat menyadari gelagat Bella yang malah hendak memperlihatkan foto tersebut kepada Eros yang duduk tepat disebelah Biyan, sebelum resmi menghapusnya.
'Oh, No ... jangan sampai foto jelek itu dilihat sama Om Eros, apalagi sama Om Biyan ...! Omegaaatt ... mau ditaruh di mana muka Ayu ...? Ayu malu keliatan jelek di mata Om Biyaaaaann ...! Heu ... heu ...!!'
Membayangkan insiden horor tersebut membuat Ayu rasanya ingin menangis darah.
"Cuma dilihat Papa sama Om Eros aja kok, Yu ..." tawar Bella sambil terkikik geli.
"Gaaakk ...!!"
"Kalo kayak gini Om Eros jadi makin kepo nih ..." pungkas Eros menambahkan.
"Gaaak, Om, Ayu maluuuu ..."
"Tapi kan ..."
"Bella ...! Eros ...!"
Suara tegas Biyan kembali terdengar menengahi kericuhan kecil itu.
"Udah! Hapus sekarang fotonya, Bell!" titah Biyan kearah Bella, yang meskipun sempat memanyunkan bibirnya dua centi, pada akhirnya gadis itu benar-benar menghapus foto reject Ayu yang merupakan sumber keributan sejak tadi.
Ayu menarik napas lega, setelah Biyan turun tangan dengan ketegasannya.
"Udah, tuh ..." ucap Bella sambil cengengesan kearah Biyan dan Ayu.
"Kamu juga, Ros, apa-apaan sih? Bella kamu ladenin, kasian Ayu tuh dikerjain mulu dari tadi ..." omel Biyan kearah Eros yang sama halnya dengan Bella, hanya bisa cengengesan.
Mendapati pemandangan Bella dan Eros yang begitu kompak saat melakukan keusilan, Biyan hanya bisa menggelengkan kepala.
Biyan suka ketar-ketir setiap kali Bella mengusili Ayu, namun merasa bersyukur karena sedikitpun Ayu gak pernah menganggap semua itu sebagai sebuah hal yang luar biasa.
Ayu seolah sangat mengenal keseluruhan sikap dan sifat Bella.
Bahkan bisa dibilang, Ayu lebih mengenal Bella ... lebih dari siapa pun ...
__ADS_1
...
Bersambung ...