HALLO, OM ...!

HALLO, OM ...!
BERTEMU LAGI


__ADS_3

"Bella."


Baru saja jemari Bella hendak menyentuh pintu mobil, manakala sebuah suara berat yang sangat dikenal terdengar menyapa gendang telinga Bella begitu saja.


Bella tak langsung menoleh, melainkan memilih untuk memejamkan kedua matanya rapat-rapat terlebih dahulu, seolah sedang meresapi kerinduan yang hadir begitu saja hingga menyentuh relung.


"Bella ..."


Lagi-lagi panggilan yang sama, masih dengan suara berat yang khas.


Kali ini Bella membuka matanya perlahan, berusaha menyunggingkan senyum manis dibibirnya terlebih dahulu sebelum akhirnya benar-benar membalikkan tubuhnya.


"Egh, Om ... Eros ...?" sapa Bella sok asik, berusaha keras menunjukkan sosok keceriaan dari dirinya yang sesungguhnya, namun Eros malah diam tak bergeming.


Bella pasti tidak pernah tau, bahwa hanya dengan menyadari bahwa Bella terlihat baik-baik saja sanggup membuat Eros merasa dongkol dalam hati.


Setelah seminggu terlewat, sepertinya tak ada yang berubah dari keceriaan Bella.


Bella masih bisa tersenyum semanis itu saat menatap Eros, sementara sekian hari Eros merana, dan berjam-jam sudah Eros bahkan nyaris mati menahan cemburu akibat menyaksikan kebahagiaan Bella yang mampu ketawa-ketiwi bahagia bersama teman-temannya di pesta ulang tahun Steve barusan.


Tak ada sedikitpun clue yang menandakan bahwa gadis itu sedang patah hati, apalagi sampai gegana alias gelisah, galau, merana!


Tubuh tinggi menjulang milik Eros terlihat kokoh namun dingin.


Sepasang mata elang milik Eros menyorot tajam, menusuk.


Wajah pria itu terlihat kaku.


"Mau kemana?" tanya Eros datar, setelah diantara mereka hanya ada keheningan untuk beberapa saat.


"Pulang ..." lirih Bella, singkat.


"Kenapa buru-buru ...?"


"Apa ...?"


"Buru-buru pulang untuk apa ...? Pesta ulang tahun Steve aja belum kelar ..."

__ADS_1


"Oh, itu ... Anu Om ... Bella udah janji sama Mama Rania mau pulang cepat ..."


"Bohong."


"Apppa ...?"


Bella terhenyak mendapati sanggahan Eros yang terucap dengan ekspresi wajahnya yang super dingin.


"Jawab yang jujur." tuntut Eros lagi.


"Apaan sih, Om Eros? Itu Bella jawabnya udah jujur kali ... Emang Bella udah janji kok sama Mama Rania mau pulang cepat ..."


"Bilang aja karena mau menghindar."


"Appaa ...?" lagi-lagi Bella terhenyak, mendapati setiap kalimat Eros yang seolah terus-menerus menyudutkannya.


Eros mendengus, jelas terlihat wajahnya yang penuh rasa kesal yang tak berdasar.


"Om Eros apa-apaan sih. Aneh tau ..."


"Kamu yang aneh, Bell." tepis Eros secepat kilat.


"Iya, emang kamu, Bell. Ngapain pake acara menghindar segala ...?"


"Siapa juga yang menghindar?"


"Kamulah."


"Bella engga gitu ..."


"Ngomong aja terus terang."


"Tapi Bella beneran engga kayak gitu, Om ..."


"Gak usah ngeles."


"Om Eros ih ...!" saking kesalnya, Bella sampai menghentakkan kakinya ke lantai.

__ADS_1


"Apa gunanya ...?"


Sepasang mata Bella melotot kearah Eros yang tetap ngotot bertingkah menyebalkan.


"Maksudnya apaan sih, Om ...? Bella gak ngerti deh ..." Bella menatap Eros bingung, sama sekali tak mengerti apa yang sesungguhnya diinginkan pria dihadapannya ini.


"Bell, kenapa kamu terus berusaha menghindar dari Om Eros se-keras itu ...?"


"Kan udah Bella bilang Bella gak menghindar ...!" pungkas Bella yang mulai kehilangan kesabarannya.


"Bohong!"


Bella bahkan bisa melihat dengan jelas bagaimana kerasnya rahang Eros yang terkatup rapat, menandakan kemarahan pria itu yang nyaris tak tertahan.


Namun mendapati kenyataan tersebut kesabaran Bella pun lambat laun ikut menjadi aus.


Benak Bella telah dipenuhi kekesalan yang luar biasa, oleh karena sikap menyebalkan Eros yang seolah ingin membuat Bella terlihat bersalah.


Apa-apaan ...?


Pria dihadapannya ini ...


Kenapa sekarang justru dia yang berusaha keras menyudutkannya sedemikian rupa, serta menampakkan bahwa seolah-olah semua ini merupakan kesalahan Bella semata, padahal sudah jelas-jelas Bella hanya melakukan apa yang dia inginkan!


"Auk akh, Bella mau pulang aja ..." Bella berucap seraya membalikkan tubuhnya.


Bella memilih mengacuhkan Eros dan hendak membuka kembali pintu mobil yang tadinya sempat urung ia lakukan, karena kehadiran Eros yang tiba-tiba nongol di sana.


Menghindar ...?


Iya, itu adalah tuduhan Eros.


Dalam hati Bella juga mengakui bahwa memang benar dirinya sengaja menghindar dari Eros.


Tapi yang Bella tak habis pikir, kenapa Eros harus begitu keukeuh, sementara semua yang Bella lakukan, semata-mata karena keinginan Eros sendiri ...?


NEXT LAGI ...

__ADS_1


🧕: Gaskeuuuuunnn lagi yuk, tapi jangan lupa di Like and support yah 🙂


__ADS_2