
Time to say goodbye ...
Usai melewatkan makan siang berempat dengan suasana yang hangat, Bella dan Ayu terlihat membereskan sisa-sisa makanan beserta sampah yang tertinggal hingga menjadikan ruangan pribadi milik Eros kembali bersih seperti sedia kala.
"Bell, temenin Om ngecek kesiapan event ntar malam di Club yuk ..." ajak Eros kepada Bella.
Selain Eros memang harus melakukan hal tersebut yang sudah merupakan bagian dari pekerjaannya, Eros juga seolah tau persis bahwa Biyan dan Ayu masih butuh waktu untuk bicara berdua.
"Boleh deh, Om."
Bella mengangguk mengiyakan ajakan Eros tanpa sungkan, sambil tak lupa menatap Biyan yang masih betah duduk bersisian dengan Ayu di sofa panjang.
"Pa, Bella boleh ikut Om Eros ke Club yah ..." pamit Bella.
Biyan pun mengangguk.
Ruang pribadi milik Eros memang berada satu gedung dengan Club Miracle, dengan Eros yang merupakan pemiliknya juga, sehingga hanya butuh waktu tak sampai tiga menit untuk berjalan kaki dengan memutar melewati selasar samping agar bisa sampai ke Club tersebut.
"Nanti pulangnya Bella mau bareng Papa gak? Kalo mau bareng Papa tungguin ..."
"Gimana kalo aku anterin pulang aja, Yan? Boleh gak?" tawar Eros membuat Biyan tak lagi punya pilihan.
"Ya udah, tapi pulangnya jangan kemaleman yah, Ros. Inget loh urusan cerai kamu belum beres seratus persen. Jangan dulu macem-macem, jangan gegabah, dan jangan sampai menimbulkan isu-isu negatif diluar sana ..."
Sisi posesif-nya Biyan kembali keluar, tapi baik Bella terlebih Eros paham betul bahwa sebagai orang tua memang sudah sepantasnya Biyan mengingatkan tentang hal-hal tersebut.
"Beres, Yan. Jangan khawatir masalah itu. Kelar ngecek kesiapan semuanya Bella bakal langsung aku anterin pulang, gak bakal mampir kemana-mana kok."
"Iya, Pa. Bella juga janji gak macem-macem deh. Oh iya, Yu, nanti kita ngobrol lagi dirumah yah ..." ujar Bella riang sambil tak lupa mengedipkan sebelah mata kearah Ayu yang hanya mengangguk sambil tersenyum malu-malu, seolah tau persis bahwa Bella yang kepo luar biasa itu pasti ingin mengupas tuntas kisah cintanya dengan Papanya yang ganteng.
Biyan pun mengangguk, sebagai pertanda bahwa dirinya telah memberi ijin begitupun dengan kepercayaan bagi keduanya.
"Kalo gitu Papa sama Ayu balik sekarang, biar bisa ngobrol dengan lebih tenang kalo di rumah ..." ujar Biyan lagi sambil ikut bangkit dari duduknya dan mengulurkan tangan kanannya untuk Ayu. "Kita pulangnya sekarang aja yah, Ay?"
Biyan menatap lembut kearah Ayu yang ada disampingnya, yang kemudian tanpa ragu menyambut uluran tangan Biyan dengan penuh senyuman.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dengan dua jemari yang saling bertaut erat satu sama lain, langkah kaki Eros dan Bella terlihat menyusuri selasar dengan santai, seolah sedang menikmati kebersamaan mereka yang akhirnya menemukan jalannya.
"Bell, kayaknya mulai hari ini Om bisa tidur nyenyak, makan enak, menjalani hidup dengan tenang ..."
Mendengar ucapan tersebut membuat Bella mengerling bingung. "Kenapa Om? Emangnya selama ini hidup Om gak tenang ...?"
"Gimana mau hidup tenang kalo setiap hari selalu dirong-rong rasa bersalah. Asal Bella tau aja, selama ini Om tuh selalu merasa udah berbuat kecurangan besar, kayak udah nipu sahabat Om sendiri."
"Maksud Om, Papa?"
"Iya. Siapa lagi kalo bukan Papanya Bella?"
Bella terlihat manggut-manggut, namun dibibirnya tersungging senyuman. "Emang bener yah, kalo yang namanya kejujuran itu ternyata melegakan ..."
"Hemmm ... Kalo udah kayak gini rasanya plong banget. Ya emang sih, semua planning masa depan kita bahkan baru mau dimulai. Tapi seenggaknya, sukses mengantongi ijin dari Papanya Bella adalah sesuatu yang paling penting dan sangat berharga ..."
"Jadi kita bakal nikah juga kayak Papa sama Ayu?" celetuk Bella tiba-tiba sambil menghentikan langkahnya, membuat Biyan ikut berhenti melangkah.
__ADS_1
"Ya iyalah, Bell, masa mau pacaran aja ...?"
"Tapi kuliah Bella belum kelar ..."
"Kalo udah nikah kan bisa tetap kuliah, Bell ..."
"Tapi kalo Bella hamil gimana, Om?"
Eros menggaruk telinganya mendapati pertanyaan polos Bella. "Yaa ... Gimana, Bell? Bukannya bagus ...? Kan biar Om juga bisa punya generasi penerus ..."
"Gimana kalo nikah aja, trus hamilnya ditunda dulu?"
Eros nyaris terjingkat mendapati penawaran gokil itu. "Jangan dong, Bell, itu namanya nolak rejeki ..." pungkas Eros buru-buru.
"Tapi Bella kan masih muda, Om. Masa udah mau punya baby sih ...?"
"Lah sama, Bell, kalo Om udah tua. Lalu kapan lagi bisa punya keturunan kalo gak buru-buru dibikin?"
Bella terdiam, seolah baru tersadar bahwa kekasih hatinya ternyata sudah berumur. Pantas saja tidak bersedia menunda punya momongan ...!
Lagi pula mereka ini lagi berdebat tentang apa?
Belum juga menikah sudah ribut tentang masalah anak ...!
"Ya udah deh, lagian kayaknya lucu juga yah, Om, kalo nanti ada makhluk mungil yang wajahnya hasil dari perpaduan wajah Bella sama Om Eros ... Hi ... Hi ... Hi ..."
Eros yang awalnya terlihat tegang akhirnya bisa ikut tertawa lepas menyadari Bella yang tadinya ngotot kini sudah terkikik geli.
Dasar Bella! Selalu saja bisa jadi moodboster terbaik disetiap kesempatan ...!
Seolah tak bisa lagi menahan diri dari luapan perasaan bahagia, Eros pun mendekat guna meraih tubuh Bella yang masih diguncang tawa, untuk masuk kedalam rengkuhannya.
"Nah tuh ... Pasti nyesel kan, gak dipacarin dari dulu ...?"
Mendengar celetukan usil Bella tak ayal membuat Eros ikut tergelak.
"Iya sayang, beruntungnya Om yang cepat tersadar dari semua kekeliruan sebelum semuanya terlambat. Terima kasih karena udah nunggu Om Eros dengan sabar yah, Bell ... Karena seumur hidup, Om bahkan belum pernah merasakan kebahagian sesempurna ini ..." lirih Eros bersungguh-sungguh.
Kali ini Bella tak lagi menjawab, ia hanya diam sembari meresapi hangatnya pelukan seorang Eros Rahadian yang begitu nyata ... Dipenuhi cinta ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ayu menatap takjub ruangan maha luas yang kini terhampar tepat di depan matanya.
Begitu luas, sangat sejuk, juga wangi maskulin ...!
Pelukan Biyan dari belakang sanggup mengurai setiap jengkal lamunan Ayu.
"Kok diem ...?" bisik Biyan tepat ditelinga. "Lagi mikirin apa sih, Ay?"
"Gak mikiran apa-apa kok. Ayu cuma kaget aja ngeliat kamar Om segini luas. Udah kayak kamar hotel kemarin ..."
Biyan tersenyum mendapati kalimat polos Ayu.
Kamar Biyan memang cukup luas, perbandingan luasnya bisa dibilang sebelas dua belas dengan kamar Presidential Suite tempat mereka menginap semalaman, apalagi dengan adanya ranjang berukuran king size yang sama besarnya dengan yang ada di hotel bintang lima tersebut.
"Mau nyobain ranjangnya sekalian gak? Kali aja lebih empuk dibandingkan yang di hotel ..." bisik Biyan lagi yang mulai merancang aksi modusnya.
__ADS_1
Bukan apa-apa sih, jujur saja sejak mereka sampai di rumah, Biyan memang sudah bisa merasakan dadanya yang mulai berdebar nyata.
Adrenalin Biyan seolah semakin terpicu manakala dengan penuh keyakinan dirinya terus menarik lembut pergelangan tangan Ayu menuju lift yang akan membawa mereka ke lantai tiga, tempat di mana kamar Biyan berada.
"Apaan sih, Om ..." desis Ayu malu-malu, menandakan jika gadis itu agak notice dengan modus terselubung suaminya yang mulai dipenuhi bayang-bayang keindahan yang begitu ingin diulang, apalagi jemari Biyan mulai aktif mengelus lembut.
Biyan tertawa kecil menyadari Ayu yang mulai salah tingkah, kemudian dengan penuh percaya diri Biyan pun langsung menarik kembali pergelangan tangan mungil Ayu, menuntunnya terang-terangan kearah ranjang yang begitu menggoda.
"Ay, Om sayang banget deh sama Ayu ..." bisik Biyan begitu mereka berdua sama-sama menghempaskan tubuh ke pinggiran ranjang. "Besok-besok kalo Om punya salah, Ayu boleh kok marah, cubit, atau pukul aja Om sekalian. Tapi tolong jangan kabur-kaburan lagi yah ... Nanti Om bisa gila beneran ..."
"Makanya Om Biyan jangan ngeselin juga dong ..."
"Iya, Sayang, kan Om udah ngaku kalo semua itu salah Om. Ayu mau maafin Om Biyan kan?"
Ayu terlihat mengangguk. "Maafin Ayu juga ya, Om. Ayu udah bikin Om pusing dan pastinya juga capek nyariin Ayu seharian. Ayu udah ngerepotin Om sama Bella ..." lirih Ayu.
Biyan meraih kedua pergelangan tangan Ayu sekaligus, kemudian meremasnya lembut.
"Ay, mulai sekarang Om janji, Ayu adalah prioritas dalam hidup Om ..."
Mendengar ucapan Biyan tersebut sontak membuat Ayu menatap Biyan nanar. "Kok Bella gak disebut juga, Om ...?" protes Ayu spontan, membuat Biyan menahan tawanya.
Bisa-bisanya disaat romantis begini Ayu masih ingat Bella.
"Nanti kalo Bella udah nikah sama Eros, Bella kan bakal jadi tanggung jawab suaminya ..."
"Tapi kan Bella sama Om Eros belum nikah, Om. Jadi otomatis Bella masih jadi prioritas dan tanggung jawab Om Biyan dong ..."
"Iya deh, iya. Ayu sama Bella adalah prioritas dalam hidup Om ..."
Biyan bela-belain meralat langsung perkataannya agar protesnya Ayu tak berkepanjangan.
Intinya biar bisa langsung sat set menuju ke inti tujuan yang sesungguhnya juga sih, yakni menciptakan kemesraan hakiki yang dipenuhi gelora.
Hari yang sangat melelahkan belum benar-benar usai, bahkan sinar matahari senja masih membias jelas dari balik vitrase, manakala Biyan terlihat mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Ayu, seinchi demi seinchi tanpa mendapat penolakan berarti.
Kemudian selanjutnya sore itu telah menjadi saksi abadi bagaimana api cinta yang menderu kembali berkobar.
Lewat napas yang saling berkejaran ...
Lewat era ngan dan desa han yang bersahut-sahutan ...
Dua insan yang saling dimabuk asmara itu kembali bersatu dalam lautan has rat sejuta rasa ...
Indah ...
Bergelora ..
Dipenuhi cinta ... ❤️❤️❤️
...TAMAT...
Alhamdulillah, akhirnya di bulan suci Ramadhan ini, karya HALLO, OM ...! bisa tamat juga🤗.
Terima kasih aku ucapkan untuk seluruh reader tersayang yang sudah setia bersama couple goals Biyan-Ayu juga Eros-Bella, terima kasih atas semua support baik Like, Comment, Subscribe, Gift and Vote-nya🙏.
Jangan lupa mampir di karyaku kedepan yang akan rilis usai Ramadhan (Karena setelah ini author akan fokus ibadah dulu) dan yang belum baca karya tamat lainnya yuk kepoin beragam kisahnya (Check profil author ya)😀.
__ADS_1
Akhir kata, Selamat menjalankan ibadah Puasa, dan Selamat menyongsong Hari Raya Idul Fitri 1444 H, bagi yang merayakannya🥰
*From Author With ❤️ LIDIA KA**Y ❤️*