HALLO, OM ...!

HALLO, OM ...!
KEDATANGAN TIGA TEMAN


__ADS_3

Double up 🥰


...


"Apa itu?" tanya Biyan kemudian saat melihat Steve dan Andre yang masing-masing terlihat menenteng sebuah kresek berukuran sedang di tangan.


"Oh iya, Om, ini kita sengaja bawain sedikit buah dan cemilan, buat teman ngobrol, Om ..." Andre yang menjawab, dan jawaban tersebut telah disambut anggukan setuju oleh Steve dan David.


"Wah, kenapa kalian harus repot-repot seperti ini, Steve ...?"


"Gak pa-pa, Om, kita gak repot sama sekali kok. Kita bertiga senang banget bisa ketemu Bella di sini, karena dalam sehari-harinya kami memang berteman baik di kampus ..."


"Iya, Om, Steve benar. Kita gak repot sama sekali. Kita justru senang karena akhirnya kita juga bisa kenalan sama Om secara langsung, karena selama ini kita semua kenal Om hanya lewat unggahan foto sama cerita Bella aja ..." Andre menambahkan.


"Oh ya? Emangnya Bella suka cerita apa aja tuh tentang Om ke kalian ...?" usut Biyan, sengaja memancing lewat ucapan Andre yang panjang lebar.


"Banyak deh, Om. Tapi intinya Bella sangat bangga sama, Om ..."


"Ah, beneran nih ...?"


Anggukan kepala dari ketiganya terlihat begitu kompak, seolah ingin lebih meyakinkan Biyan bahwa mereka telah mengatakan hal yang sebenarnya.


"Beneran, Om ..."


"Iya, Om, bener banget. Bella sangat bangga sama, Om. Bahkan Bella selalu bilang kalo Om Biyan itu adalah sosok idolanya ..."


Biyan tersenyum mendengar pernyataan lugas ketiga remaja pria itu.


Tak bisa dipungkiri jika hati Biyan mau tak mau ikut menghangat karenanya. Lagipula pria mana yang gak bangga jika mengetahui bahwa ternyata anak gadisnya begitu sering mengidolakan sosoknya ... juga dengan bangga mengakuinya dihadapan teman-temannya?


Biyan yakin, semua pria diatas muka bumi ini pasti akan merasakan hal yang sama dengan yang ia rasakan sekarang.

__ADS_1


"Baiklah, kalo begitu kita terusin ngobrolnya di sana aja yuk, biar sekalian bisa ikut bantuin Bella dan Ayu menyiapkan semuanya ..." ajak Biyan sembari menunjuk kearah kolam renang yang letaknya persis di samping villa, tempat di mana barbeque party kecil-kecilan mereka malam ini di adakan.


"Baik, Om ..."


"Kalian gak keberatan kan ikut bantu-bantu?"


"Gak dong Om, kita malah senang kalo bisa ikut berpartisipasi ..." jawab Steve penuh semangat.


"Iya, Om, enjoy aja kalo masalah itu. Kita selalu siap deh pokoknya ..." Andre ikut menimpali ucapan Steve.


"Baguslah kalo begitu. Oh, iya, buah sama cemilannya di bawah ke sana aja sekalian, biar bisa di makan sama-sama ..." titah Biyan lagi.


"Siap, Om ..."


Biyan pun melangkah mendahului ketiganya, menuju pintu samping yang mengarah ke tujuan mereka.


Begitu mereka tiba di sana sudah terlihat Bella, Ayu dan Eros dengan kesibukan masing-masing.


Bella yang baru saja menyadari kehadiran ketiga teman prianya itu sontak melambaikan tangan dengan penuh semangat, yang di balas ketiganya juga dengan tak kalah bersemangat.


Wajah Bella terlihat semringah, meskipun sebelumnya sempat dilingkupi mendung yang tebal, usai penolakan Eros yang kali ini seolah benar-benar ingin mendorong Bella agar tidak lagi mengusik kehidupan Eros dengan perasaan cintanya.


Saat ini hati Bella sedang diliputi kesedihan tiada tara, hancur lebur berkeping-keping, sampai-sampai Bella ingin menangis dan berteriak.


Namun dalam keadaan seperti ini Bella tau ia tidak mungkin melakukan semua itu, sehingga Bella bersusah payah mengendalikan diri sekuat tenaga, sambil berharap dengan kehadiran teman-temannya, ia mampu melupakan penolakan Eros yang menyakitkan.


"Haaaiii kaliaan ...! Akhirnya kalian datang juga ..."


Ayu yang mendengar pekikan Bella sempat menjeda sedikit aktifitasnya guna menoleh dan melemparkan senyum atas kehadiran ketiga teman sekampusnya, sementara Eros yang berdiri disebelah Bella hanya melirik sekilas sebelum kembali bersikap acuh.


Eros lebih memilih fokus pada kesibukannya membolak-balik potongan-potongan Rib Eye* (potongan daging terbaik untuk diolah secara bakar yang menawarkan kombinasi kelembutan yang mewah ditambah rasa lezat dan berlemak) juga Brisket* (Orang Indonesia menyebutnya dengan nama daging sandung lamur), yang semuanya telah di marinasi terlebih dahulu.

__ADS_1


Setelah itu, Eros juga menyibukkan diri dengan membolak-balik beberapa jenis sayuran yang terdiri dari Paprika, Jamur dan Asparagus, yang semuanya mulai berwarna kecoklatan, menandakan sebentar lagi sudah boleh disisihkan.


"Hai, Bell ... hai Ayu ..." sapa ketiganya yang terlihat mendekat.


Andre dan David telah mengikuti langkah Biyan yang memilih mendekati Eros dan Bella, ikut memperhatikan kondisi daging dan sayuran yang hampir matang sempurna, sementara Steve yang telah lebih dahulu mengambil alih kresek yang ada ditangan Andre memilih mendekati Ayu yang sedang menyusun piring.


"Yu, kita bertiga bawa buah sama cemilan, mau ditaruh di mana nih," ujar Steve seraya mengangkat tinggi-tinggi dua buah kresek yang masing-masing berada ditangan kanan dan kirinya sekaligus.


"Taruh diatas meja aja dulu, Steve, ntar yah Ayu ambilin wadah di dalam dulu ..."


Ayu langsung melesat kedalam bangunan villa, guna mengambil wadah yang di maksud, sedangkan Steve mengikuti arahan Ayu untuk menaruh kedua kresek tersebut keatas meja.


Steve belum beranjak kemana-mana, karena ia lebih memilih untuk tetap menunggu Ayu kembali dengan membantu mengeluarkan satu persatu isi kresek pertama yang berisikan aneka cemilan ke atas meja, ketimbang bergabung dengan yang lain di dekat tempat pemanggangan.


"Ini wadahnya udah ada. Tapi kayaknya buahnya harus di cuci dulu kali ya ..." Ayu muncul dengan membawa dua wadah berukuran sedang di tangan.


"Ya udah kalo begitu kita cuci dulu. Sini, biar aku bantuin bawa buahnya ..." ujar Steve sambil tersenyum. Kemudian ia bergerak sigap dengan meraup tas kresek berisikan buah. "Mau dibawa kemana nih?" tanya Steve sambil menatap Ayu.


"Kita cuci di dapur aja. Ayo ikut Ayu ..."


Steve mengangguk, dengan patuh ia melangkah mengikuti Ayu yang sudah melangkahkan kakinya kembali kedalam villa.


'Akh, senangnya, bisa deket-deket Ayu kayak gini ...'


'Gak sia-sia aku menawarkan diri untuk ikutan gabung dengan barbeque party yang digagas Papanya Bella, kalau pada akhirnya aku bisa punya kesempatan untuk mendekati Ayu ...'


Steve membathin, sambil senyam-senyum sendiri memandangi punggung Ayu yang melenggang dihadapannya.


Berbeda dengan Ayu, gadis itu justru gak merasa sama sekali, bahwa diam-diam sosok yang kini berjalan dibelakangnya itu hatinya sedang berbunga-bunga ... oleh karena dirinya ...


...

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2