HALLO, OM ...!

HALLO, OM ...!
CURAHAN HATI


__ADS_3

"Makasih ya, Steve." Bella berucap usai Steve menaruh tumpukan piring kotor kedalam bak cuci piring yang terbuat dari keramik.


"It's okay." balas Steve singkat, tapi setelah itu Steve justru gak langsung beranjak dari sana meskipun Bella telah memfokuskan diri untuk mulai membersihkan tumpukan piring kotor yang baru saja dibawa oleh Steve.


Menyaksikan Bella yang mulai disibukkan dengan aktifitasnya membuat Steve yang berdiri mematung akhirnya memberanikan diri membuka suara.


"Bell, sebenarnya ada yang pengen aku omongin ..." ujar Steve memberanikan diri, berusaha menepis segala keraguan yang mengganjal dihatinya selama ini.


"Wajahnya serius amat, Steve ...? Emangnya mau ngomong apaan sih? Bikin penasaran aja deh ..."


Meskipun sempat mengatakan bahwa dirinya penasaran, toh pada kenyataannya Bella sama sekali gak menghentikan aktifitasnya hanya demi melayani Steve seorang, sehingga Steve menjadi dua kali lipat lebih gak sabaran.


"Bell," panggil Steve lagi.


"Hhhmm ..."


"Aku bilang aku mau ngomong ..."


"Ya udah, ngomong aja kali gak usah ditahan ..." sahut Bella lagi-lagi masih tanpa menoleh, tetap lebih fokus pada kegiatannya yang membilas piring yang ada didalam bak cuci piring satu per satu.


"Bell ..."


"Hhhmmmmm ..."


"Aku ... aku lagi demen sama seseorang ..."


"Trus ...?"


"Aduh Beeeelll, bisa gak sih kamu ngomongnya sambil ngadep aku? Kalo kamunya rempong kayak gitu aku jadi gak nyaman buat ngomong ..."

__ADS_1


Mendengar permintaan Steve, Bella sontak menoleh dan melotot. "Ihhh, timbang mau ngomong aja ribet banget sih ..."


"Lagian aku udah serius kamu malah sibuk nyuci piring ..."


"Lah kalo gak Bella cuci piringnya sekarang, trus kapan lagi, coba ...?"


"Ya udah lah, cuci dulu deh piringnya, aku tungguin sampe kelar." dumel Steve.


"Ya udah, tunggu aja yang sabar sampe kerjaan Bella kelar. Ganggu aja deh ... heran ..." balas Bella gak kalah sewot.


Pada akhirnya Steve memilih mengalah dengan jalan beranjak kearah meja makan minimalis, yang hanya berjarak gak lebih dari dua meter dari bak cuci piring, dan duduk di sana, sambil menunggu Bella selesai dengan kesibukannya.


"Bell, jangan lama-lama yah."


"Berisik!"


Steve membalas dumelan itu dengan bibir yang mencibir, sambil mengeluarkan ponsel dari saku celananya.


"Apa-apaan sih, Steve?!" sentak Bella dengan raut wajah penuh kesal, menyadari pekerjaannya yang kembali terjeda karena ulah Steve.


"Bell, please kasih aku waktu dua menit aja buat ngomong, dan aku janji bakal bantuin kamu buat beresin semuanya."


Bella terdiam, menimbang-nimbang sejenak sambil menatap Steve dalam-dalam yang juga sedang menatapnya dengan tatapan penuh permohonan.


"Allright ..."


Bella menghembuskan napasnya perlahan, menandakan jika kali ini dirinya mengalah dan mau mendengarkan Steve.


Bella pun meraih washlap yang ada diatas meja keramik, guna mengeringkan tangannya sejenak.

__ADS_1


"Mau ngomongin apa sih sampe segitu gak sabarnya ...?" tanya Bella lagi.


Steve menarik napasnya sejenak, seolah berusaha mengumpulkan segenap keberanian sekaligus kepercayaan dirinya.


"Seperti yang aku bilang tadi, Bell ... aku ... aku lagi demen sama seseorang ..." ungkap Steve mulai mencurahkan isi hatinya.


"Bukan Bella orangnya kan?" selidik Bella, rada narsis.


"Dihh, ge-er. Bukanlah ...!"


"Syukur deh, karena kalo iya, Bella pentung pala kamu, Steve!"


"Gak lah. Masih sayang nyawa!" semprot Steve sambil cemberut.


"Trus sama siapa? Ayu?"


Steve melongo, menyadari Bella yang bisa menebak isi curhatannya dengan begitu mudah, tanpa meleset sedikit pun.


"Gila ...! Kok kamu bisa tau sih, Bell ...? Jangan-jangan kamu dukun lagi ..."


"Enak aja!"


"Ya lagian, aku belum ada ngomong apa-apa udah bener aja tebakannya."


Bella terlihat mencibir. "Orang bego juga bisa nebak. Di sini perempuannya kan cuma ada Bella sama Ayu. Kalo Steve gak naksir Bella, artinya Steve naksir Ayu. Se-simple itu keles ..."


Steve menggaruk kepalanya yang mendadak gatal, mendengar hipotesa Bella yang asal tapi ternyata tepat sasaran ...


...

__ADS_1


NEXT ...


__ADS_2