HALLO, OM ...!

HALLO, OM ...!
NO WAY


__ADS_3

Sebelum pergi menemui Biyan, sesungguhnya Eros bahkan sudah menyerahkan seluruh isi ruangan pribadi miliknya yang ada di Miracle, agar bisa dipergunakan oleh Ayu untuk beristirahat.


Tapi meskipun kalimat Eros sudah cukup jelas, dan Eros pun terlihat sangat tulus ingin membantunya, tetap saja Ayu tidak berkeinginan untuk menyentuh barang-barang perabot di kamar itu, apalagi sampai mendekati ranjang berukuran besar milik Eros dan menggunakannya.


Ayu bahkan lebih memilih mengistirahatkan tubuhnya yang luar biasa lelah disebuah sofa panjang yang ada ditengah ruangan, berusaha sekuat tenaga memicingkan mata meskipun selalu gagal.


Kalau boleh jujur, sesungguhnya tubuh Ayu sedang merasa berkali-kali lipat lelahnya, tulang-belulang Ayu juga rasanya mau rontok semua.


Bayangkan saja bagaimana lelahnya dua hari yang telah Ayu lewati, dimana setelah menghabiskan semalam yang romantis dengan begadang karena harus meladeni ajakan Biyan untuk 'berolahraga fisik' semalaman, paginya mereka malah bertengkar karena hubungan Eros dan Bella yang ketahuan.


Belum juga reda kesedihan Ayu akibat Biyan yang mendiamkannya karena menuduh Ayu tidak jujur dan sengaja menyembunyikan kenyataan tentang Bella, keadaan menjadi semakin keruh karena sikap Biyan yang menyebalkan dihadapan Rania, yang seolah tidak mengakui keberadaan Ayu sebagai istri pria itu.


Alhasil semua kekecewaan yang beruntun itu membuat Ayu nekad meninggalkan rumah Biyan dengan berjalan kaki tak tentu arah hingga kira-kira dua puluh menit lamanya, sebelum akhirnya bertemu Eros yang ternyata diam-diam sudah membuntutinya sejak awal.


Di dalam mobil, mereka hanya berputar-putar lagi-lagi tak tentu arah kira-kira satu jam lebih lamanya, sebelum berakhir dengan Eros yang menawarkan ruang pribadinya di Miracle untuk ditempati Ayu untuk sementara waktu, sehingga Ayu bisa memikirkan dan memutuskan apa yang hendak ia putuskan nantinya.


Ayu menyandarkan tubuhnya disandaran sofa, sambil memijat pelipis kiri dan kanannya sekaligus.


Ingatannya yang selalu terbentur pada sosok Biyan telah membuat perasaan Ayu selalu diliputi kesedihan tak berujung.


"Dasar Om-Om sensi ...! Bisanya cuma marah tanpa alasan, gak mau dengerin apa pendapat orang lain ...! Huhh, nyebelin ...!" dumel Ayu tanpa henti.


Meskipun kepalanya pening seolah mau pecah, tapi semua itu tak mampu menghalangi tinju kecil Ayu yang meninju bantalan kursi yang empuk hingga berkali-kali saking gemasnya.


Ayu memang marah, sedih, kesal, sampai-sampai rasanya Ayu pengen banget kepalan tangannya meninju orangnya langsung, dan Ayu makin kesal aja karena meskipun ada begitu banyak perasaan tak menyenangkan yang bergelayut di dalam hatinya untuk Biyan, tapi tetap saja yang paling bertahta justru perasaan rindu!


Wajah yang tampan ...


Tubuh yang atletis ...


Rayuan yang indah ...


Sentuhan yang manis ...


Bahkan sampai pada kekuatan seorang pria yang sesungguhnya ...


Akh ...!


"Dih ... Ngapain sih Ayu masih ngelamunin Om Biyan ...? Om Biyan aja gak mikirin Ayu ... Gak bener-bener sayang ... Gak ..."


Tit ... Tit ... Tit ... Tit ... Tit .... Tit ...


Bunyi khas yang berasal dari panel pintu elektronik sebanyak enam kali telah membuat kosentrasi Ayu langsung terbagi.


Ayu menegakkan punggungnya, menyadari bahwa diluar sana seseorang pasti sedang berusaha masuk keruangan pribadi milik Eros tersebut.


Siapa gerangan ...?


"Itu pasti Om Eros ..."


Ayu bergumam lirih, meskipun rada sangsi karena Eros bahkan sudah mengatakannya dengan jelas tidak akan datang selagi Ayu masih berada ditempat ini.

__ADS_1


'Kali aja ada barang yang ketinggalan ...'


Bathin Ayu, yang baru saja hendak bangkit dari duduknya, seiring dengan daun pintu yang terpentang lebar.


Sejenak wajah Ayu sontak menegang, sepasang matanya terbelalak, dan mulut mungilnya bahkan ikut terbuka.


Tidak ...


Bukan Eros ...


Melainkan ...


"Om Biyan ...?!"


Ayu terpekik, terkejut setengah mati menyadari siapa gerangan pria yang kini telah berjalan masuk dengan langkahnya yang panjang, lebar, lengkap dengan raut wajah yang begitu sulit Ayu artikan ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sepasang mata Eros langsung bersinar cerah begitu mendapati sosok Bella dengan tubuhnya yang tinggi semampai, datang dengan berlari kecil mendekati mobilnya, kemudian dengan begitu percaya diri langsung menerobos masuk dan mengambil tempat duduk tepat disamping Eros.


Eros menghirup napasnya dalam-dalam, seolah ingin menghirup semua kesegaran yang menyapa dalam sekejap di seluruh bilik mobilnya begitu sosok Bella berada di sana.


Perpaduan aroma memabukkan itu seolah datang dari setiap inchi keindahan sang kekasih, yakni aroma segar lavender dari rambut yang tergerai, sampai aroma manis oriental floral kombinasi jasmine, saffron, hingga cedar yang berasal dari kesegaran parfum Baccarat.


"Hhemm ... Pacar siapa sih ini? Wangi banget ..."


"Gak tau ya, pacar siapa. Soalnya Bella lupa ..."


"Enak aja lupa. Pacarnya Eros Rahadian tau ...!" ujar Eros sambil menjawil hidung bangir alami milik Bella.


"Lagian, udah tau pake nanya segala ... Weekk ..." balas Bella lengkap dengan kerlingan yang jenaka serta lidah yang melet menggoda.


Eros tertawa mendengar jawaban centil Bella. Tangan kanannya pun refleks terangkat guna mengacak kecil rambut panjang tergerai milik Bella dengan gemas, namun penuh kasih sayang.


"Gimana? Jadi berangkat sekarang?" tanya Eros kemudian setelah tawa riang mereka yang penuh dengan candaan ringan telah mereda.


"Siap, Om."


"Beneran nih udah siap?" tanya Eros lagi masih dengan senyum yang sama.


"Udah dong ...! Lagian udah gak sabar nih ketemu emak baru ..." kilah Bella sambil terkikik kecil, seiring dengan mobil Eros yang mulai meluncur keluar pagar.


Eros ikut tertawa mendengar celetukan usil Bella, sebelum ia kembali bertanya meskipun dengan konsentrasi yang terpusat pada ruas jalanan yang ada didepan mata.


"Bell, Bella yakin nih kedepannya bisa nerima Ayu dengan status yang gak lagi sama ...?" selidik Eros dengan intonasi ringan.


"Apanya yang gak lagi sama, Om? Mau Ayu nikah sama Papa atau enggak, Ayu akan tetap jadi sahabat terbaik Bella ..."


"Syukurlah kalo dengan kenyataan ini Bella mau menerima semuanya dengan lapang dada. Om lega mendengarnya ..." ujar Eros lagi dengan wajahnya yang semringah.


"Jujurly, Om, awalnya Bella juga shock pas Papa cerita gimana awal mulanya Papa bisa nikahin Ayu. Kayak gak bisa keterima logika aja, tapi kenyataannya emang gitu ..."

__ADS_1


"Jadi beneran karena insiden salah paham akibat penggerebekan?"


"Hemm." kepala Bella terlihat mengangguk, mengiyakan. "Iya, Om. Jadi awalnya, Papa dan Ayu tuh emang sengaja dijebak oleh pria yang harusnya nikahin Ayu. Egh, siapa sangka pada akhirnya makin kesini Papa dan Ayu malah jadi saling sayang. Alhasil awalnya yang pura-pura nikah karena terpaksa, malah jadi bucin beneran ..."


"Owalah ..."


"Ya gitu deh, Om. Karena nikahnya diawali dengan insiden diluar nalar, makanya Papa dan Ayu sengaja gak ngomong apapun dan menyembunyikan semuanya. Bahkan Papa sempat berniat mau talak Ayu saat balik ke sini, tapi takdir Tuhan gak ada yang bisa menebak. Papa yang rencananya mau nalak, dalam waktu singkat malah kepincut. Secara Ayu kan pada dasarnya cantik dan emang baik juga kepribadiannya, jadi kayaknya wajar aja kalo Papa jadi gak rela buat ngelepasin Ayu lagi ..."


"Tapi yang Om liat Ayu juga bucin kok sama Papanya Bella. Kalo enggak cinta, gimana bisa Ayu jadi nge-lag, ling-lung kayak orang kehilangan gairah hidup gara-gara ribut sama Papanya Bella ..."


"Se-ganteng dan se-keren itu Papa Biyan, mana mungkin Ayu gak balik naksir. Ya kan Om ...?" celetuk Bella yang dengan penuh semangat membanggakan Papanya yang emang high quality.


Eros mengerling sejenak, sambil pura-pura mencibir. "Masih lebih ganteng Om Eros kemana-mana kali ..."


"Dih, lebay banget sih, Om ..."


"Kok lebay sih, Bell? Kan emang kenyataan ..."


"Apanya yang kenyataan ...?" tantang Bella sambil menoleh penuh kearah Biyan.


"Iyalah kenyataan. Nih buktinya ... Putri semata wayang Biyan Erlangga, yang merupakan top lima pengusaha konstruksi di negeri ini aja jatuh cinta berat sama Om ..."


"Beuhh gaya ..." gantian Bella yang mencibir manyun menanggapi kepercayaan diri Eros yang gila-gilaan.


Pada akhirnya, setelah perdebatan kocak itu tawa keduanya kembali pecah berderai, seiring dengan laju mobil Eros yang meluncur di jalanan dengan kecepatan sedang.


"Tapi apapun itu yah, Bell, Om Eros yakin deh Biyan pasti bangga dan merasa sangat beruntung bisa memiliki anak gadis seperti Bella yang begitu dewasa dan pengertian, juga sangat mensupport dalam hal apapun yang ia putuskan ..." ucapan Eros yang terucap dari belakang kemudi terdengar menyeruak keheningan yang baru bertahta sebentar.


Bella terdengar menghela napasnya sepenuh rongga, sebelum akhirnya mengangguk dengan bibirnya yang berulas senyuman.


"Iya, Om, karena semua yang Bella lakuin ... Semuanya demi Papa, Om. Bella punya satu prinsip, bahwa asalkan Papa bahagia, maka Bella pun pastinya bahagia. Bella bahkan gak sanggup menjadi batu sandungan kebahagiaan Papa, Om ... Karena setelah perjuangan hidup yang berat dan panjang yang udah Papa lalui ... Papa berhak mendapatkan semua kebahagiaan ini ..."


Eros manggut-manggut mendapati kalimat panjang lebar milik Bella.


Dalam hati Eros mengakui, bahwa dibalik sifat Bella yang konyol, lincah, kekanak-kanakan dan rada absurd, tersimpan sebuah hati yang begitu lapang dan dipenuhi pemikiran positif.


Gadis-gadis muda belia yang memiliki kepribadian serta mindset yang mengagumkan seperti Bella dan Ayu ... Bagaimana mungkin pria seperti dirinya dan Biyan akan melepaskannya ...?


'Gak ... Gak bakalan ...'


'Mustahil kalo Biyan rela melepas gadis perfect kayak Ayu, dan mustahil juga kalo aku bakal ngelepasin gadis amazing kayak Bella ...'


'Dua-duanya cantik, dua-duanya menawan, dua-duanya istimewa, dua-duanya limited edition ...'


'Gak ... Gak ada dalam kamus ...'


'Mau apapun rintangan dan halangan yang ada didepan mata, udah pasti aku dan Biyan gak akan mungkin menyerah dengan mudah ...'


'No way ...!'


Bersambung ...

__ADS_1


🧕: Support terus karya ini yah, dan jangan lupa di like and vote yang kencang, karena "HALLO, OM ...!" akan mendekati ending loh ... 🤗


__ADS_2