
Usai keduanya makan malam bersama dengan suasana yang santai, diselingi obrolan-obrolan ringan, tak disangka Ayu malah kembali ke kesibukan awalnya yakni membuka semua hadiah pemberian Biyan yang seabrek-abrek, yang tadinya baru setengah jalan dibuka.
"Om, liat deh, ini lucu banget yah ..." Ayu memperlihatkan sebuah bross cantik nan elegan kearah Biyan, yang bersandar diranjang dengan wajah super bete.
"Hhhhmmmn ..."
"Tapi biarpun lucu, kayaknya ini harganya mahal juga deh kayaknya ..." kali ini wajah Ayu yang tadinya semringah telah berubah sedikit tak enak hati, kemudian Ayu terlihat menatap Biyan lagi. "Om, kenapa sih timbang beli bross juga harus yang mahal? Gak perlu yang mahal kayak gini, yang penting lucu Ayu suka kok ..."
Mendengar celotehan Ayu, Biyan malah menggaruk kepalanya yang mendadak terasa gatal.
Bukan apa-apa, karena pada awalnya Biyan masih bisa menerima saat mereka selesai makan malam, Ayu langsung memilih meneruskan kegiatannya yang sempat tertunda dan kembali berkutat dengan paper bag yang belum sempat dibuka. Namun belakangan kesabaran Biyan akhirnya aus juga.
"Ay, bisa gak sih buka hadiahnya diterusin nanti?" tanya Biyan yang mulai bosan dan kehilangan kesabaran saking belum melihat sedikit pun tanda-tanda jika Ayu akan bergeming dari kesenangannya.
Diam-diam Biyan bahkan mulai menyalahkan Yos dan istrinya yang terlalu banyak membeli hadiah.
Memang sih semua hadiah itu tak ada satupun yang tidak menyenangkan Ayu, meskipun disaat yang sama gadis itu juga sering melontarkan protes, karena terkaget-kaget dengan harga setiap barang yang dibelikan Biyan lewat perantara Yos dan istrinya, yang tentu saja semuanya berdasarkan arahan dari Biyan juga.
Tapi kalau pada akhirnya Ayu lebih tertarik untuk buat membuka hadiah daripada bobo bareng dengan Biyan, lalu siapa yang harus disalahkan?
Tentu saja Yos dan istrinya!
Huhh!
"Ntar dong, Om, Ayu kan masih penasaran sama isi dari sisa paper bag yang belum dibuka ..." jawab Ayu polos, jelas memperlihatkan bahwa ia sama sekali belum mengerti dengan apa yang paling diinginkan Biyan saat ini, yang terlihat uring-uringan.
'Gak ... Gak bisa dibiarin ini ...'
Biyan membathin sambil bergegas turun dari ranjang, saking tak sabarnya ingin segera berduaan dengan istri tercinta.
"Egh, Om ... Egh, Om apa-apaan sih ..."
Biyan menulikan telinganya atas aksi protes Ayu yang tentu saja kaget setengah mati, karena tubuhnya dicaplok Biyan begitu saja dari atas permadani tebal, diantara hiruk-pikuk paper bag yang masih berjubel di kiri dan di kanan.
Bugh.
Biyan menghempaskan tubuh Ayu ketengah-tengah ranjang berukuran king size.
Belum sempat berucap, Ayu malah sudah keduluan dibuat tertegun oleh pemandangan live yang cukup mendebarkan, di mana dengan penuh percaya diri Biyan terlihat sedang meloloskan kaos berwarna hitam yang melekat se xy di tubuh atletisnya, kemudian membuangnya kesembarang arah.
__ADS_1
Biyan naik keatas ranjang, langsung mengambil posisi tepat diatas tubuh Ayu yang salah tingkah, usai kedapatan sedang menguliti bagian atas tubuh Biyan yang menawan karena dipenuhi tonjolan otot yang sukses membuat Ayu terpesona.
"O-Om Biyan mau apa ...?" suara tergeragap Ayu terdengar lirih.
Wajah mungilnya merah-padam saat menyadari wajah Biyan yang begitu dekat, seolah hanya berjarak beberapa centi dari atas wajahnya, belum lagi dengan keberadaan dua lengan besar berotot pria itu yang dengan sengaja membingkai wajahnya.
"Emang sepenting itu yah hadiahnya sampe Om dianggurin kayak jemuran ...?" ujar Biyan dengan raut wajah masam, namun entah kenapa Ayu yang melihatnya malah merasa lucu.
"Yeee ... Kan hadiahnya dari Om semua ..." kilah Ayu sambil ketawa.
"Iya juga sih ..."
Ayu ketawa lagi, menyaksikan wajah Biyan yang gegana berat.
"Ya udah, maafin Ayu yah, Om, Ayu gak ada maksud nyuekin Om, tapi Ayu juga kepo, habisnya hadiahnya banyak banget ..." ujar Ayu kini dengan ekspresi wajahnya yang bersungguh-sungguh.
"Ayu suka gak sama hadiahnya?" tanya Biyan, yang pada akhirnya memilih sedikit menyamping agar bisa menopang kepalanya dengan sebelah tangan, sambil menikmati wajah Ayu yang begitu indah dipelupuk matanya.
Yah, meskipun merasa sedikit kesal dengan hadiah yang datangnya dari dirinya sendiri itu, tapi tetap saja Biyan penasaran dengan tanggapan Ayu.
"Suka, Om. Tapi kenapa harganya mahal-mahal semua sih ...?" jawab Ayu sambil ikut menyamping kearah Biyan, sehingga posisi mereka kini terlihat berhadap-hadapan.
Wajah Ayu merona mendapati kalimat gombal Biyan, apalagi saat ini jemari pria itu mulai membelai setiap helai rambut Ayu yang meriap.
"Ayu tau gak, selama Om pergi kemanapun untuk bekerja, baru kemarin Om ngerasain rasanya tuh kayak beraaaat banget ..."
Alis Ayu sontak bertaut. "Emangnya kenapa, Om?"
"Karena Om kepikiran Ayu terus ..."
"Ish, Om Biyan becanda mulu deh ..." ucap Ayu serta-merta, namun yang ada wajah Biyan malah terlihat semakin serius.
"Gak becanda, Ay. Serius, Om kangen banget sama Ayu, makanya Om sengaja pacu pekerjaan biar bisa cepat capai target, biar Om juga bisa buru-buru balik buat ketemu Ayu ..."
Kalimat Biyan yang bersungguh-sungguh telah membuat Ayu terpaku.
Sepasang mata mereka kini telah saling tatap dan tangan Biyan yang tadinya hanya membelai setiap helai rambut kini mulai menyusuri permukaan kulit halus milik Ayu, membuat bulu kuduk Ayu terasa meremang.
"Ayu ... Ayu juga kangen kok sama Om. Setiap hari Ayu juga kepikiran, pengen Om cepetan balik kesini ... Tapi disisi lain, Ayu gak mau ganggu pekerjaan Om ..." ucap Ayu dengan dada yang dipenuhi debaran, namun meskipun begitu Ayu tetap memberanikan diri membalas sentuhan Biyan dengan menyentuh lembut permukaan wajah pria itu.
__ADS_1
Perasaan Biyan benar-benar menghangat saat telinganya mendengar sendiri pengakuan hati Ayu, apalagi saat ini Ayu sedang membelai wajahnya, membuat Biyan jadi tak sabar untuk segera mengikis jarak diantara mereka.
Tanpa banyak bicara dengan tegas Biyan mendekatkan wajahnya, hendak menyambut pusat kelembutan milik Ayu yang sejak awal begitu menggoda jiwa.
Pertautan manis diantara keduanya pun tak bisa lagi dihindari. Yang kemudian dari sanalah awal mula terciptanya gelombang-gelombang cinta yang berpendar indah, yang semakin lama rasanya semakin membara.
Lidah Biyan bergerak lincah, menyusuri setiap rongga mulut Ayu, bak sedang mengabsen satu per satu isi didalamnya, sekaligus mencurahkan segenap kerinduan yang tak ingin hanya dipendam.
Dalam sekejap, bunyi kecipak saliva mulai terdengar memenuhi setiap sudut kamar yang maha luas itu.
"Om ... Mmmhh ..."
Biyan sukses membuat Ayu tereng ah, saat tempo permainan mereka mulai meningkat dengan signifikan.
Tangan Biyan yang sejak awal sudah melanglang buana kemana-mana seolah tak bisa diam, malah semakin berani dan terang-terangan mempreteli resleting dress yang dikenakan Ayu lalu menurunkannya melewati pundak.
"Om ... Itu ... Mmmhh ..."
Bibir yang hendak mengucapkan protes atas aksi nekad Biyan tersebut refleks dibungkam Biyan dengan menggunakan mulutnya sendiri.
Ayu tak kuasa mencegahnya, sehingga dalam sekejap dress berbahan crinkle itu teronggok dilantai yang dingin.
Dibawah kekuasaan Biyan, Ayu merasa sangat malu saat tersadar tubuhnya kini nyaris terekspos sempurna, hanya terbalut b r a dan segi tiga pengaman berukuran mini.
"Om, Ayu malu ..." rengek Ayu yang menyadari tatapan lapar Biyan yang malah dengan sengaja menyusuri setiap jengkal tubuh Ayu yang nyaris na ked.
Lagian lelaki normal mana yang sanggup menahan has rat jika mendapati pemandangan sekujur tubuh yang benar-benar putih mulus bak pualam tak bercela, sedang berada tepat dipelupuk mata?
Apalagi ditunjang dengan dua buah bongkahan padat berisi, yang masih super duper kenyal tanpa ada sedikitpun yang meleyot.
Very perfect ...!!!
Tentu saja keduanya masih super duper kenyal, karena Biyan bahkan berani bertaruh bahwa pastinya dua buah aset berharga istrinya itu belum pernah terjamah oleh tangan nakal lelaki manapun.
Usia memang tak bisa berbohong, jadi wajar saja jika tubuh Ayu begitu sempurna, karena di usia Ayu yang sekarang, merupakan moment di mana tubuh seorang wanita benar-benar sedang berada dipuncak tertinggi perkembangannya ...
Next ...
🧕: Jangan lupa di support yah 🥰
__ADS_1