
Pesanan makanan dan minuman telah tersaji diatas meja, namun kedua insan tersebut kompak untuk tidak menyentuhnya terlebih dahulu.
Hembusan napas berat Eros terdengar jelas, menyapu gendang telinga Ayu yang duduk tepat dihadapan Eros dengan tatapan yang lurus, usai gadis itu mengungkapkan semua isi hatinya yang dipenuhi rasa kecewa, oleh karena Ayu tak terima dengan sikap Eros yang terkesan tak ingin berjuang demi Bella.
"Jadi menurut Ayu, Om gak peduli dengan Bella?"
"Maaf, Om, tapi yang Ayu liat ... Ya emang seperti itu ..." jawab Ayu yang seolah tak gentar.
Demi apa, saking besarnya rasa sayang Ayu untuk Bella, Ayu bahkan tak peduli kendatipun Eros akan tersinggung dengan ucapannya.
Ayu memang greget dengan pria dihadapannya ini, yang seolah tak punya inisiatif untuk mengurai stigma negatif yang terlanjur tertanam di dalam benak kedua orang tua Bella.
Ayu bahkan sempat berpikir, bahwa sepertinya Eros terlalu fokus untuk mengantongi akta cerainya dengan Anya, sehingga bisa jadi pria itu malah melupakan point pentingnya!
'Pria seumuran Om Eros, kok bisa sih gak paham dengan duduk persoalan yang sebenarnya ...?'
'Apa iya harus Ayu katakan dengan gamblang biar ngerti ...?'
Greget. Ayu benar-benar greget dibuatnya. Namun satu hal yang pasti, demi Bella, tekad Ayu sudah bulat. Ayu akan mengungkapkan seluruh isi di kepalanya hingga tak bersisa, tak peduli jika nantinya Eros akan benar-benar tersinggung karenanya.
"Kata siapa Om gak berkeinginan untuk berbuat apapun, Yu? Tadi aja rasanya Om udah pengen banget nyamperin Biyan, tapi justru Bella yang menahan niat Om ..."
Mendengar kalimat datar Eros yang diiringi raut wajahnya yang mengeras, sontak membuat alis Ayu bertaut nyata.
"J-jangan bilang kalo Om Eros sengaja datang nyamperin buat ngajak Om Biyan ribut yah ..."
Kalimat Ayu sedikit tergeragap, namun tuduhan telak Ayu malah membuat Eros menggaruk kepalanya yang gatal mendadak, wajah Eros pun kini terlihat meringis kecil.
"Yaaaa ... Gimana yah, Yu, Om sih gak pengen ribut, tapi terus terang aja Om juga rada emosi karena gak nyangka Biyan bakal kayak gitu. Selama ini Ayu tau lah gimana kedekatan Om Eros sama Papanya Bella. Wajar kan kalo Om Eros kecewa saat dia main nerima mentah-mentah pengaduan Rania ..."
"Ya kan wajar juga kalo Om Biyan marah, Om. Selama ini Tante Rania udah sering loh mengadukan hal yang sama tapi Om Biyan selalu bela Om Eros. Gimana gak shock kalo ternyata yang diadukan Tante Rania selama ini ternyata beneran. Om Biyan mana ada clue kalo Om Eros bakal macarin Bella? Meskipun emang pada awalnya Bella yang naksir Om Eros duluan, tapi tetap aja Om Biyan gak pernah menyangka kalo Om Eros dan Bella bisa pacaran ..."
"Iya sih, Yu, tapi kan ..."
"Om Eros, saat ini Ayu juga belum menjadi sosok orang tua, tapi Ayu paham betul dimana dan bagaimana letak kekhawatiran Om Biyan selaku seorang Ayah. Seperti kata Om Eros, sebegitu dekatnya Om sama Om Biyan. Sama halnya dengan Om Eros yang paham Om Biyan luar dalam, begitupun juga dengan Om Biyan. Om Biyan tau persis sehari-harinya Om Eros seperti apa ... Latar belakang Om Eros kek gimana ... Please deh, Om, tolong pahami gimana perasaan Om Biyan ..."
__ADS_1
Eros terhenyak mendengar untaian kalimat Ayu yang seolah langsung menohok ulu hatinya.
"Sekali lagi, maafin Ayu yah, Om. Tapi Ayu sangat berharap, Om Eros bisa mengerti apa maksud semua ucapan Ayu ..."
Sungguh sangat berat bagi Ayu menuturkan semua kalimat itu, karena kalimat pamungkasnya tersebut akan sangat terkesan menyudutkan Eros.
Tapi mau tak mau Ayu memang harus melakukannya, demi rasa sayangnya untuk Bella, sekaligus demi tanggung jawabnya sebagai wanita yang telah dipilih Biyan untuk menemani pria itu menata hidupnya dimasa depan ... yang mana didalamnya juga terdapat masa depan Bella di sana.
Ayu berharap ia bisa mencegah Eros salah memaknai sikap yang diambil Biyan. Karena se-flamboyan apa seorang Eros Rahadian?
Sudah pasti seorang Biyan Erlangga adalah satu-satunya orang yang paling mengenalnya.
Lalu bagaimana bisa seorang Ayah bisa merasa tenang jika putri kesayangannya, putri semata wayangnya, dipacari oleh pria dengan catatan reputasi buruk seperti Eros?
Ini semata-mata bukan hanya karena status Eros yang belum bercerai, tapi semuanya murni kekhawatiran seorang ayah, yang tidak rela menyerahkan putrinya ketangan pria yang ia tau persis memiliki catatan perjalanan cinta yang penuh dengan petualangan.
Eros terdiam mendengar penuturan Ayu, yang kalau boleh jujur semuanya tepat sasaran, tak ada satu pun yang keliru.
Memang kalau dipikir-pikir, apapun alasannya seharusnya Eros tidak boleh mencintai putri semata wayang Biyan, yang bahkan Bella tumbuh besar dipelupuk mata Eros.
Eros merasa seolah ditampar kenyataan.
Ayu berkata benar.
Bagaimana mungkin dirinya bisa begitu naif sehingga mengharapkan Biyan mau menerimanya begitu saja?
Bahkan seandainya Eros berada di posisi Biyan, sudah pasti Eros akan melakukan hal yang sama, karena ayah manapun tidak mungkin rela menyerahkan putrinya ketangan pria breng sek seperti dirinya!
'Kayaknya aku ini udah gak ada beda dengan pengkhianat, serta pecundang yang bahkan gak menyadari seburuk apa diriku sehingga bermimpi bisa mendapatkan seorang anak gadis yang telah dibesarkan dari tangan seorang ayah dengan sangat bersusah-payah ...'
Eros membathin dengan perasaan malu yang menyelusup di relung.
Yah, dengan latar belakangnya yang buruk, memang seharusnya ia tidak boleh memacari Bella.
Tapi mau bagaimana lagi?
__ADS_1
Perasaan cinta bukanlah sesuatu yang bisa ditebak apalagi bisa dikendalikan.
Sama halnya dengan perasaan Eros, yang meskipun sejak awal telah bersusah-payah menepis perasaan cintanya untuk Bella dengan sekuat tenaga, namun ternyata perasaan cinta itu justru jauh lebih kuat, lebih hebat, dan lebih dahsyat dari apa yang ia kira.
"Om akan berjuang, Yu ..." suara Eros terdengar lirih. "Meskipun Om belum tau harus memulainya dari mana, tapi Om janji akan tetap berusaha mendapatkan kepercayaan Biyan apapun yang terjadi ..."
Eros mengangkat wajahnya yang telah terpekur lama, berusaha menatap Ayu yang ternyata sejak tadi tengah menguliti sosoknya dengan seksama.
"Menurut Ayu, apakah Om pantas untuk melakukan semua itu, Yu? Maksud Om ... Ya iya, Om ngerti apa maksud semua ucapan Ayu. Om juga sadar Om gak pantes bermimpi mendapatkan gadis sebaik Bella. Tapi meskipun begitu, Demi Tuhan ,Yu, Om gak ingin menyerah, karena Om gak bisa kehilangan Bella ..."
Mendengar kalimat Eros tersebut, diluar dugaan Eros malah melihat Ayu tersenyum usai menarik napas penuh kelegaan.
"Ayu senang mendengarnya, Om. Ternyata perasaan Om Eros ke Bella gak main-main ..."
"Om sudah bertekad akan melakukan apapun untuk mendapat kepercayaan Biyan. Om tau masa lalu seseorang gak bisa diubah, tapi Om bersumpah akan melakukan apapun demi membuat Biyan percaya bahwa Om serius ingin bertanggung jawab dalam menjaga Bella, melindungi Bella, apapun itu akan Om lakukan demi membahagiakan Bella ..."
Ayu mengangguk, dikarenakan Ayu bisa melihatnya dengan jelas, bahwa Eros berkata sungguh-sungguh bukan hanya sekedar ucapan manis seorang pria penipu.
"Iya, Om, Bella gadis yang baik, Bella juga sangat menyayangi dan mencintai Om Eros dengan tulus. Bella adalah gadis yang pantas diperjuangkan. Ayu harap, semoga setiap usaha baik Om Eros akan berbuah kebaikan juga. Semangat yah, Om ..."
Tutur Ayu, sengaja menyemangati Eros, yang masih tertunduk lesu dihadapannya.
"Terima kasih, Yu. Bella sangat beruntung bisa punya teman yang begitu sayang dan care seperti Ayu ..."
"Terima kasih juga, Om, karena Om telah berniat untuk membahagiakan sahabat terbaik Ayu ..."
Eros terlihat berusaha menegakkan kembali kepalanya.
"Secepatnya Om akan bicara baik-baik dengan Biyan. Dia harus tau tentang kesungguhan hati Om ..."
Putus Eros kemudian, yang disambut anggukan kepala dari Ayu, bak sebuah dukungan moril bagi Eros yang telah memantapkan hatinya untuk sang kekasih hati, Bella Erlangga ...
Bersambung ...
🧕: Marhaban Ya Ramadhan ... Selamat menunaikan ibadah puasa bagi teman-teman kaum muslimin ... 🥰
__ADS_1
Supportnya jangan lupa yah ... 🤗