
Menjelang maghrib, langkah Bella dan Ayu telah membawa keduanya ke tempat parkiran kampus.
Sebenarnya jam perkuliahan telah selesai sejak satu jam yang lalu, namun karena seperti biasa sosok Bella yang supel masih sibuk ber-haha-hihi dengan Steve serta beberapa teman lainnya, mau tak mau Ayu pun akhirnya ikutan nimbrung dalam obrolan yang seru sehingga tanpa terasa hari mulai gelap aja.
"Yu, trus Steve gimana?" tanya Bella saat langkah keduanya terayun menyusuri selasar, hendak menuju parkiran tempat di mana mobil Bella terparkir.
"Gimana-gimana maksudnya, Bell?" Ayu malah balik nanya.
"Diih, kan udah Bella bilang dari kemarin-kemarin kalo Steve itu naksir Ayu ..."
Ayu terlihat meringis kecil. "Ayu malah berdoa semoga perasaan Steve ke Ayu hanya sementara dan akan hilang secepatnya ..."
"Gak mungkin lah. Orang dia ngakunya naksir Ayu udah lama kok, dari semester satu loh, Yu. Bukan malah ilang perasaannya yang ada Steve malah lagi nyari kesempatan dan moment yang tepat buat nembak Ayu ..."
"Gak ah, jangan sampe kejadian. Steve itu cowok baik, lucu lagi orangnya. Ayu gak tega kalo harus nolak Steve ..."
Mendengar itu wajah Bella langsung cemberut. "Nah kan, itu Ayu udah tau kalo Steve anaknya emang baik, trus kenapa juga harus ditolak ...?"
Ayu tertawa kecil mendapati wajah Bella yang terlipat, menandakan ketidak-relaannya atas keputusan Ayu yang seolah tak bisa lagi di tawar.
"Kan Bella udah tau apa alasannya. Bukannya udah Ayu ceritain semuanya ke Bella ...?" kilah Ayu ringan.
"Tapi kan gak ada salahnya dicoba. Anggap aja selingan ... Lagian kita kan lulusnya juga masih lama kali, Yu ..."
__ADS_1
mendengar itu Ayu menggeleng. "Ayu gak mau main-main dengan cinta, Bell. Karena Ayu gak mau mengatakan 'Iya' kepada seseorang yang gak Ayu cintai. Ayu hanya akan mengatakan 'Iya', untuk orang yang Ayu cintai saja ..."
"Jadi sama si Kak Haris itu emangnya Ayu cinta?"
Lagi-lagi Ayu menggeleng.
"Kalo gak cinta, kenapa dong Ayu mau aja menerima perjodohan dan mau nikah sama dia ..."
"Karena yang menjodohkan orang tua Ayu dan Ayu gak bisa menolak, meskipun bukan berarti Ayu suka Kak Haris ..."
"Trus yang Ayu suka siapa ...? Pasti ada kan ...?"
Ditodong oleh Bella seperti itu, Ayu sontak terdiam.
'Tapi sayangnya Ayu gak mungkin mengatakan semua ini, kan?'
'Ayu takut Bella bakal benci kalo Bella tahu bagaimana perasaan Ayu. Jadi biarlah semua ini hanya akan menjadi rahasia hati Ayu yang terindah yah, Bell ... Karena untuk satu hal ini aja, Ayu gak sanggup berkata jujur ... Untuk mengungkapkan bagaimana besar rasa sayang dan cinta Ayu ke Om Biyan ...'
Lamunan panjang Ayu buyar manakala lengannya terasa disikut kecil.
Begitu Ayu menoleh, wajah Bella dengan aura menggoda terlihat jelas sedang menatapnya.
"Hayooo ... Siapa coba orang yang ditaksir Ayu ... Hayooo ngakuuu ..."
__ADS_1
"Gak ada." tepis Ayu secepat kilat, seolah memupus rasa kepo Bella yang sudah mencapai stadium akhir.
"Bohong banget deh ..."
"Gak bohong kok, Bell. Mana bisa naksir orang lain kalau pada akhirnya Ayu bakal nikah sama lelaki pilihan orang tua Ayu ...?" kilah Ayu lagi sambil melancarkan argumen meyakinkan, dan menutup rapat-rapat rahasia hatinya untuk dirinya sendiri.
Bella terlihat menaikkan bibirnya dua centi. "Gak asik banget sih, Yu. Lagian kenapa juga di dunia yang udah serba modern ini masih ada aja orang yang suka anaknya di jodoh-jodohin ..."
Kali ini Ayu hanya tersenyum getir saat menanggapi dumelan Bella.
Lagian yang diucapkan Bella juga gak ada salahnya, dan kalo ada yang nanya apakah di dunia yang serba modern ini masih terjadi hal-hal kuno seperti itu, jawabannya ada ... Karena Ayu buktinya.
Memang sudah menjadi kesepakatan yang tidak bisa terelakkan kalau masa depan Ayu sudah ditentukan sejak lama.
Bahkan kalau bukan karena beasiswa yang didapat Ayu sekarang, mungkin saat ini Ayu sudah menikah begitu lulus SMU.
Jadi secara tidak langsung, beasiswa yang didapatkan Ayu telah menyelamatkan masa depan Ayu untuk sementara waktu, setidaknya Ayu masih bisa mewujudkan cita-citanya untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi dari hanya sekedar lulusan SMU.
Alhasil kesepakatan baru kembali dibuat, yakni begitu Ayu lulus kuliah Ayu bakal langsung nikah sama Kak Haris, anak tunggal juragan Ibrahim, tetangga sekaligus sahabat kedua orang tua Ayu yang kerap membantu setiap kali keluarganya ditimpa kesulitan akibat kehidupan yang serba pas-pasan.
Tak terasa langkah keduanya telah membawa mereka berdua tiba di parkiran belakang, tempat di mana Bella memarkir mobilnya.
Lalu tak lama berselang Bella sudah menempatkan dirinya dikursi belakang kemudi, sementara Ayu masuk kedalam mobil yang sama dari sisi yang lain ...
__ADS_1
... NEXT boleh, tapi Supportnya jangan lupa yah 🥰