
Bu Yayuk baru bangun dari tidurnya, dia tersenyum cerah saat melihat sosok suaminya masih di sampingnya.
bagaimana tidak, itu menunjukkan jika suaminya itu tidak kekamar Arumi dan tetap bersamanya.
di sisi lain,Arumi sudah duduk di meja makan, tapi melihat semua makanan itu membuatnya tak selera.
dia pun bangun dari kursinya yang terasa tak ingin di duduki hari ini, melihat Arumi bangkit membuat mbok Jum dan mbok ni terkejut.
"Nyai mau kemana,sebentar lagi Romo dan Nyai Yayuk datang untuk sarapan,jadi saya mohon untuk tetap di sini untuk makan bersama, karena ini peraturan dari rumah Harem," kata mbok Jum mengingatkan Arumi.
dengan terpaksa, Arumi duduk kembali dan hanya bisa meneteskan air matanya dan menyimpan perasaannya untuknya dirinya sendiri.
"aku bahkan sudah tak bisa melakukan apapun sekarang," gumam Arumi yang menghapus air matanya dan harus tetap menjaga sikapnya untuk bisa menikmati sarapan yang entah bisa dia telan atau tidak.
tak lama, ada dua orang yang datang, Arumi langsung bangkit dan membungkukkan badannya sedikit untuk menyambut suaminya.
setelah Romo Heru dan Bu Yayuk duduk di kursi masing-masing, baru Arumi duduk dan tampak tak bersemangat.
Bu Yayuk yang melihat wajah datar Arumi pun merasa menang, ya dia tau jika dia lebih di cintai dari wanita itu, itu mungkin terjadi karena Arumi tak bisa melayani dengan benar.
"kenapa kamu diam, sudah lupa tugas mu," suara dingin Romo Heru.
"maafkan saya mas,"
__ADS_1
"tidak apa-apa dek, biar aku saja toh aku juga istrinya," kata Bu Yayuk yang merebut wadah nasi yang baru akan di pegang Arumi.
brak...
Bu Yayuk dan Arumi kaget melihat reaksi Romo Heru yang marah hanya karena melihat dua istrinya saling merebut.
"cukup Yayuk, aku tak menyuruh mu untuk melakukan itu,ingat aku paling tak suka di bantah," suara dingin Romo Heru.
"maafkan saya kang mas,karena melihat dek Arumi yang tampak tak sehat, jadi saya mau membantunya," jawab Bu Yayuk.
mendengar pembelaan seperti itu,malah membuat Romo Heru makin tak suka.
pria itu langsung melemparkan semua makanan yang ada di atas meja.
bahkan pria itu tak menoleh, Bu Yayuk lari mengejar suaminya meninggalkan sosok Arumi yang begitu buruk.
"Nyai..." panik dua mbok mban dari Arumi.
wanita itu bangkit dan berjalan ke arah kamarnya dengan menahan semua rasa sakit yang dia rasakan.
dia langsung memutuskan untuk mandi dan merendam dirinya dalam bak mandi.
karena rasa panasnya sangat tak baik, di tambah tatapan suaminya yang begitu dingin padanya.
__ADS_1
"sadarlah Arumi,kamu di sini hanya sebagai alat untuk melahirkan anak, kamu tak boleh mencintai suamimu karena dia hanya milik istri pertamanya," gumam Arumi.
di sisi lain, Bu Yayuk berhasil mengejar suaminya yang akan pergi dengan mobil.
"tunggu kang mas, sikap ini tak baik, jika kamu marah pada Sukma, tapi kenapa kamu melukai Arumi, ingat tadi ada dua jenis sup panas yang ada di meja,"
pria itu menghentikan langkahnya, dan langsung berbalik dan lari ke arah ruang makan.
ternyata di sana tak ada lagi sosok Arumi,jadi dia ke arah kamar tidur utama.
dia melihat dua mbok mban yang bergantian keluar masuk membawa air dingin di bantu dua pengawal Arumi.
"apa dia di dalam?"
"inggeh Romo,dan paha Nyai terkena luka bakar, dan takutnya akan berbekas nantinya," kata mbok Jum yang menunduk hormat.
saat Keduanya sedang berbincang, tiba-tiba dari dalam kamar mandi terdengar suara teriakan dengan sangat pilu.
"AAA...."
Romo Heru langsung menerobos masuk ke dalam kamar mandi dan melihat istrinya itu sudah menangis dan menenggelamkan dirinya didalam bak mandi.
dia pun menarik Arumi dan langsung memeluknya, bahkan Romo Heru yang selalu memperhatikan penampilannya.
__ADS_1
kini tak peduli lagi,bahkan pria itu memeluk tubuh Arumi erat, "kenapa kamu begitu bodoh,mau membunuh dirimu, ingat nyawa mu milik ku,"