Harem Suamiku

Harem Suamiku
musuh mulai bergerak.


__ADS_3

setelah jam mengajar, Wulan kini berangkat dengan mengunakan mobil bersama dua adik dari kekasihnya itu.


Sesampainya di istana Bangura, terlihat semua orang sudah siap mengantri untuk menerima bantuan dari keluarga Romo Heru.


Saat Wulan turun, beberapa warga merasa takut karena wajah Wulan sangat buruk.


bagaimana tidak, wajah itu ada luka yang cukup kasar di sebagian wajahnya.


Meskipun kulitnya putih bersih tapi itu menjadi minus Dati penampilan Wulan


Tapi bagi Romo Heru dan juga semua keluarga yang tinggal di istana Bangura, Wulan tetep cantik karena tingkah laku gadis itu sangat baik.


Dia membantu Arumi membagikan semua barang-barang mulai dari sembako dan beberapa potong pakaian.


Setelah itu, dia membantu para mbok mban menyiapkan makan malam.


Di salah satu sudut di rumah itu yang cukup gelap, sepasang Maya mengawasi setiap apa yang di lakukan oleh gadis itu.


Sedang di sisi lain, Wulan seperti merasa jika ada yang mengawasinya, tapi dia tak memperdulikannya toh itu mungkin hanya perasaannya saja.


setelah makan malam, dia pun bersiap untuk pulang, awalnya Nala terus memeluknya tak mau gadis itu meninggalkan rumah mewah ini.

__ADS_1


"Nala, sudah ya nanti tidur sdma ibu," bujuk Arumi agar putrinya itu mau untuk melepaskan Wulan.


"tidak mau,aku ingin tidur dengan mbak Wulan, dan lagi dia sudah janji mau tinggal dan menginap bersama ku," kata gadis itu merengek.


"lain kali ya dek, kan sekarang mbak tidak bawa baju ganti," kata Wulan yang mencoba memberi pengertian.


"Jan bisa pinjem baju ibu, lagi pula ibu pasti punya baju baru, kan sudah mempersiapkan semuanya," saut Dika yang lewat dan berhasil membuat Arumi melotot.


bagaimana tidak, bocah pria itu bisa-bisanya mengatakan hal itu dengan sangat mudah.


"baiklah kamu mending Nala, sudah nduk kamu tak gagal di sini saja," kata Nyai Arumi yang tak bisa menolak permintaan putrinya.


"tepi ibu,saya merasa jika hati saya tak tenang, saya khawatir pada bapak karena akhir-akhir ini bapak sering mengeluh jika tubuhnya mudah lelah dan juga dadanya sering sakit," kata Wulan.


"baik Romo," jawab pria itu yang memanggil keduanya.


Kini mereka pun sudah mengantarkan Wulan dan Nala, entahlah kenapa perasaan Wulan ini sangat tidak tenang.


Saat dia sampai di rumah, terlihat rumah begitu sepi dan para penjaga semuanya tak ada.


"nyai, kenapa rumahnya tidak ada yang jaga," tanya Otong.

__ADS_1


"pasti ayah dalam bahaya, kalian tolong jaga bala di dalam mobil,biar aku masuk dan berikan pedang mu," kata Wulan yang langsung turun dari mobil itu


Wulan memang terkenal lemah lembut, tapi jika untuk urusan bertarung dengan benda tajam seperti pisau maupun belati dia jagonya.


terlebih Kasyo sendiri yang mengajarinya dengan sangat giat, karena menjadi calon istri di keluarga Hadikusumo,harus bisa melindungi diri


Saat dia masuk,ternyata ada seekor harimau belang yang sedang mengigit kepala dari seorang pria.


Dan beberapa pria yang lain sudah terkapar tak bernyawa, Wulan membeku di tempatnya karena harimau itu menatapnya dengan tajam.


Tapi tiba-tiba harimau itu lari menghilang melewati jendela. Wulan pun mencari sosok ayah dan juga Sari serta putranya.


"bapak!!" teriak wulan.


ternyata mereka semua sedang di luar rumah, Nala turun saat melihat mobil keluarga tuan Wicaksono.


"kakek!!"teriak Nala.


"loh kamu di sini, jangan-jangan," kata Kasyo yang langsung lari masuk kedalam rumah.


ternyata Wulan sedang menusuk dada dari kepala pengawal dan membunuh pria itu secara langsung.

__ADS_1


Bahkan gadis itu tampak menunjukkan wajah datarnya, dan tetap memegang pisau di tangannya.


__ADS_2