
Hari yang di tunggu oleh Romo Heru dan Yanti pun tiba, Arumi melambaikan tangan saat melihat kapal yang akan membawa suami dan istri muda suaminya itu pergi.
"Nyai mari kita pulang," ajak mbok Minten.
"iya mbok, tapi bisakah kita membeli beberapa barang saat kita di kota ini,"
"tentu Nyai," jawab Geno yang mengawal Arumi.
Bahkan yoga mobil mengawal Nyai Arumi mengelilingi kota Surabaya itu.
Mereka berhenti di beberapa tempat yang menjual kebutuhan dari pakaian yang sering di gunakan oleh wanita eropa.
Dan beberapa barang lain, setelah selesai mereka menuju kembali ke desa yang memang cukup memakan banyak waktu di perjalanan.
Untungnya Arumi ini kuat berada di dalam mobil, sesampainya di desa terlihat beberapa warga sudah berkerumun di depan istana Harem.
Saat mobil lewat semua pun menyingkir, dan saat Arumi turun semua orang langsung memberikan salam hormat.
"Sugeng siang Nyai Ageng," salam semua orang.
Arumi kaget, dan menunjuk dirinya,mbok Minten tersenyum dan membuat postur tubuh Nyai Ageng Arumi ini tegap.
Mbok Minten tersenyum dan mengangguk, mempersilahkan wanita itu menjawab salam.
"selamat siang semuanya," jawab Arumi dengan sopan dan ramah.
tampak semua orang kaget melihat kebaikan Arumi, "maaf semuanya, ada apa ya,kenapa kalian semua datang kesini?"
"kami hanya ingin berterima kasih nyai, karena berkat Romo Heru dan Ndoro Sodiq,semua orang bisa belajar dengan gratis,"
"itu bagus pak, tapi Romo sedang ada perjalanan ke luar kota, jadi tunggu Romo pulang ya," kata Arumi yang merasa tak pantas untuk menerima ucapan selamat itu.
Tiba-tiba Geno maju ke arah warga desa itu, "jika kalian ingin berterima kasih pada Tomo,kalian bisa membantu menjaga Nyai Arumi selama Romo Heru pergi," kata pria itu.
"baik mang Geno, kami akan bahu membahu menjaga Nyai Ageng," jawab para warga
Arumi tak mengira jika satu ucapan dari Geno bisa membuat semua orang setuju.
__ADS_1
Akhirnya sebelum pergi,Arumi membagikan beras pada semua orang.
Karena kemarin panen mereka sangat melimpah, dan setelah semua orang pergi dia memilih masuk kedalam rumah dan memilih untuk duduk santai di ruang tamu sambil menselonjorkan kaki.
Mbok Minten memijat kaki Arumi agar tidak bengkak, sedang mbok Jum membiarkan air rebusan kacang Hijau.
Sedang Geno berdiri di samping wanita itu bersama Idan, "cak.. kalian juga bisa duduk dan santai dulu loh, kenapa begitu siap untuk menjaga ku, dku juga duduk di rumah loh,"
"tidak apa-apa nyai,kami baik-baik saja,"
Semuanya makan air rebusan kacang hijau, setelah selesai Arumi memilih mengganti bajunya dengan daster yang sopan.
tiba-tiba kereta kuda dari Sukma masuk kedalam istana Harem, dan wanita itu merasa jika nama itu membawa pengaruh buruk.
"sugeng rawuh Nyai,"
"iya mbok,mana adek ku itu?"
"Monggo Nyai, Nyai Arumi sedang bersantai bersama para mbok mban," kata mbok ni.
Saat masuk kedalam rumah itu, ternyata benar, Arumi sedang berbincang dan tertawa bersama dengan semua orang.
"pertanyaan apa itu, ya aku mencoba untuk bisa lapang dada untuk berbagi,ya meskipun itu sulit, jadi mbak datang untuk mengejek ku saja,"
"ha-ha-ha tentu saja tidak,aku tadi membuat kue bolu gulung, apa kamu mau mencobanya tenang saja aku tak membuatnya dengan racun," kata Sukma yang melihat Geno langsung bangkit.
tapi saat Arumi ingin makan, Geno menarik kue itu dan di cek dulu semua sebelum di makan oleh Arumi.
Sedang Sukma tak terkejut toh memang seperti itu cara kerja pelayan di istana Harem.
"kenapa nama rumah ini istana Harem, sekarang cuma tinggal kamu dan Yanti, kenapa tak meminta Romo Heru untuk mengganti saja, biar lebih enak di sebut,"
"baiklah aku mengerti nanti biar aku omongkan, terus sekarang mbak mau apa sih sebenarnya,tak mungkin loh seorang mbak Sukma tiba-tiba datang kesini tanpa ada tujuan,"
"kamu dan suamimu itu memang benar-benar tak bisa di bohongi, baiklah aku tak bisa menyembunyikannya lagi, aku sudah mengajar para warga dan itu sangat menyenangkan,"
"boleh aku datang besok, aku terlalu nganggur di rumah,"
__ADS_1
"tentu saja, tapi ingat peraturan dari istana harem saat keluar rumah,"
"iya mbak terima kasih."
Suasana malam terasa sangat sepi, Arumi hanya duduk dan melihat beberapa mbok mban yang wara-wiri menyelesaikan pekerjaan.
Sedang dia tak melakukan apapun hanya duduk santai saja di rumah, jika biasanya dia akan menganggu Romo Heru.
Kini dia merasa sangat kesepian, dan tak bisa membuat suaminya itu kesal
"batu juga satu hari, tapi kenapa hatiku begitu merindukannya," gumam Arumi sedih.
Sedang di kapal yang masih berada di tengah laut, Romo Heru masuk kedalam kamarnya bersama Yanti
Wanita itu sudah mengenakan kemben saja, Romo Heru juga tampak dingin pada wanita itu.
"apa kang mas mau di pijat atau di pesankan sesuatu?" tanya Yanti dengan suara lembut.
"sudah kamu istirahat saja, karena perjalanan kita masih jauh, tapi aku ingin bertanya sesuatu, spa kalian merasa begitu iri pada Arumi?"
"tentu saja kang mas, mbak Arumi begitu di cintai, sedang aku dan Lestari bagai pajangan yang hanya Romo lihat sekilas, dan kemudian di abaikan," kata Yanti memberanikan diri.
"jujur saja,aku tak tertarik pada wanita lain setelah memiliki Arumi, maaf tapi aku tak berna*** melihat kalian semua,"
"apa maksud Romo, ingin menjadikan ku istri yang tak tersentuh hingga mati, seperti mbak Sukma apa nasibku akan seperti itu,"
"maaf tapi aku tak bisa memberikan apa yang kamu harapkan, tapi aku bisa menjamin satu hal, jika kamu menyukai seseorang, aku bisa melepaskan mu untuk menikah dengannya, dan aku akan memberikan uang yang cukup banyak sebagai kompensasinya, jadi kamu bisa pikirkan itu baik-baik," kata Romo Heru.
Hal itu membuat lega juga membuatnya sakit hati, pasalnya dia seperti di buang begitu saja.
Memang dkan ada pria yang mau dengan janda, meski pun janda yang masih perawan,tapi predikat itu akan melekat selamanya dan sulit mencari orang yang tulus.
Romo Heru memilih tidur di kamar lain dan meminta mbok Setu menemani Yanti beristirahat.
Arumi masih belum bisa tidur dan memilih memeluk baju yang terakhir di pakai suaminya baru dia bisa terlelap tanpa sadar .
malam itu Geno mengerahkan banyak centeng berjaga, bahkan di kamar Arumi saja ada dua mbok mban yang juga berjaga demi melindungi Nyai rumah.
__ADS_1
di desa di adakan ronda keliling dari orang-orang yang mencurigakan, terlebih orang pendatang baru di desa itu.