Harem Suamiku

Harem Suamiku
ayolah sayang


__ADS_3

Nyai Wulan sedang santai menikmati beberapa camilan yang di buatkan oleh mbok Yem.


saat Ndoro japar duduk di sebelah istrinya itu, "sedang makan apa sayang?"


"ini ya kang mas, sedang makan keripik pisang," jawab Nyai Wulan pada suaminya itu.


"kamu ini semenjak hamil tidak menjaga berat badan ya, tak takut gemuk dan aku meninggalkan dirimu?" tanya Ndoro Japar penasaran.


"gak papa, silahkan saja, ternyata aku baru sadar jika cintaku sedangkan itu, pergi sana jangan menganggu ku," kata nyai Wulan.


"apa sayang, aku cuma berandai-andai kenapa kok marahnya beneran sih,"


"ya karena aku tak suka itu, jika krmdng begitu kenapa tidak tinggalkan aku dari sekarang," kata Nyai Wulan makin kesal.


"ada apa sih ini, kalian ini loh baru juga ketemu sudah ribut saja, Wulan tak boleh begitu dengan suamimu," kata tuan Wicaksono.


"ih ayah mah sekali saja belain dia, aku tak suka itu," kata Nyai Wulan yang kemudian masuk kedalam rumah begitu saja.


Ndoro Japar bingung melihat tingkah istrinya itu, pasalnya Ndoro Japar ini bukan tipe pria yang akan membujuk istrinya seperti Romo Heru.


"kaku pasti salah ngomong lagi ya, kamu ini kenapa sih, orang istrinya diem juga masih saja di ganggu," kata tuan Wicaksono yang duduk di depan menantunya itu.

__ADS_1


"aku tak niat untuk menganggunya ayah, aku hanya menggodanya karena dia terus makan tanpa tau berhenti, padahal dia makan kue manis itu tak baik untuk bayi yang di kandungnya karena itu bisa membuat bayi mengalami masalah," kata Ndoro Japar.


"iya ayah tau le, tapi yang kamu harus tau adalah, jika dia mengikuti darah ibunya, selama sembilan bulan kamu harus mengikuti semua keinginannya karena dia akan sangat sensitif," kata tuan Wicaksono menasehati menantunya itu.


"aku pasti kuat ayah, bagaimana pun dia, dia tetap istriku dan juga ibu anak-anak ku," kata Ndoro Japar.


Nyai Wulan tersenyum malu, dia tak menyangka jika suaminya itu bisa sesabar ini.


Pasalnya dia sendiri tak tau dengan apa yang dia rasakan, kadang senang, kadang sedih, kadang juga kesal dengan hal yang tak jelas.


Di atas sebuah pohon, seseorang sedang mengawasi mereka, dia ingin tau sepeka apa putra Romo Heru ini.


Tiba-tiba Ndoro Japar melempar batu kecil dari pot yang ada di atas meja ke arah pohon asam Jawa itu.


Bugh...


suara benda jatuh itu mengejutkan siapapun, tapi pria itu berhasil kabur karena dia sebisa mungkin untuk lari dari sana.


dia tak menyangka, dari jarak mereka saja bisa membuat pria itu tersungkur dari pohon asem Jawa


Bagaimana kalau lebih dekat, kemungkinan akan lebih membahayakan, terlebih lagi dia tau bagaimana cara pria itu bertarung.

__ADS_1


"siapa itu tadi?" tanya tuan Wicaksono.


"tak tau Ndoro, dia dari jatuh langsung bangkit dan berlari pergi meninggalkan tempat itu," jawab para pengawal


"sepertinya dia bukan orang sembarangan, karena tak ada orang yang bisa bertahan saat jatuh dari ketinggian itu,"kata Ndoro Japar.


"sudahlah lebih baik kita masuk karena hari sudah mulai petang, dan istrimu juga pasti akan mencari mu," kata tuan Wicaksono.


mereka masuk dan ternyata benar, nyai Wulan langsung memeluk Ndoro Japar erat, "eh kenapa, sudah tak marah sayang?"


"tidak kok, siapa yang marah, kita makan yuk, ayah juga," kata wanita itu lembut.


sedang di rumah Rosita dan Alex, wanita itu benar-benar tak bisa mengikhlaskannya.


Pernikahan antara Ndoro Japar dam juga Nyai Wulan,dia tak bisa mtmbunuh cintanya itu.


Dia harus mendapatkan pria itu apapun yang harus di lakukan demi menjadi istrinya, karena dia tak bisa lagi menunggu atau berdiam diri menunggu mukjizat.


Dia ingin melakukan sesuatu, tapi Alex keburu mengetahui maksudnya, dia tak ingin keluarganya dalam masalah lagi karena kegilaan Rosita.


Dan yang membuat bingung adalah bagaimana Rosita mendapatkan semu benda-benda ilmu hitam seperti itu, bukankah dia tak pernah melihat wanita itu bersinggungan.

__ADS_1


"jika kamu masih ingin hidup, jangan melakukan hal aneh, jika tidak aku akan membuat mu merasakan kekejaman ku," marah pria itu


__ADS_2