Harem Suamiku

Harem Suamiku
aku tak takut


__ADS_3

Arumi dan semua orang kepercayaannya, sudah meninggalkan tempat pesta terlebih dahulu di banding dengan semua orang.


mereka tak bisa menunda lagi karena hari makin siang dan belum ada yang mengawasi para pegawai panen.


tapi anehnya, yang membawa kereta kuda bukan Idan maupun Kasyo, tapi mbok Jum tak curiga.


toh yang membawa juga tetap anak buah dari Romo Heru meski pria itu terkenal sedikit bermasalah.


akhirnya mereka pergi dengan mengunakan kereta kuda karena area ladang tak jauh dari desa tempat tinggal Lestari.


tapi Arumi merasa ada yang aneh dengan cara mengemudikan kuda kali ini, "mbok Jum siapa yang menjadi kusir, kenapa aku tak mendengar suara cak Idan?"


"loh bukan Idan Nyai, tapi itu adalah Gono, saya kira Nyai sudah tahu," jawab mbok Jum yang membuat Arumi kaget


"kenapa mbok tak bilang, kang mas pernah bilang, kita tak boleh sembarangan percaya dengan orang, hentikan delmannya atau aku lompat dari kereta ini!!" teriak Arumi.


"tenang Nyai, kita akan segera sampai," kata pria itu yang membawa delman itu menuju jurang.


tanpa basa-basi, Arumi langsung menarik sebuah senjata yang memang sengaja di taruh di kereta kuda itu.


dia menjerat pria itu dengan cambuk yang dia ambil, "kamu tak mendengarkan aku, maka aku akan membunuhmu," kata Arumi yang mengeratkan jeratan di leher Gono.


pria itu menarik tali kekang kuda, dan saat delman itu berhenti, dia mulai melawan dan Mbok Jum sudah turun duluan.


Arumi pun berusaha untuk bertahan, dan dia berhasil merebut cambuk yang coba di rebut oleh pria itu.


Arumi pun kini lari turun, ternyata mereka sudah berada di luar desa dan di daerah yang sepi.


"aduh Nyai, tak usah melawan, saya akan memperlakukan Nyai dengan sangat baik, karena kamu cuma mau membaut Nyai merasakan kenikmatan yang akan membuat suamimu yang pelit itu jijik padamu," kata Gono.


"biadab... bisa-bisanya kalian berpikiran picik seperti itu, apa kalian tak punya otak dan tak takut dengan Romo Heru," marah Arumi yang kini sudah berdampingan dengan mbok Jum dan siap berjuang bersama.


sedang di tempat pernikahan Romo Heru, Idan dan Kasyo baru sadar karena tadi keduanya di pukul hingga pingsan, belum lagi keenam pengawal lain.


"ai... kepala ku sakit, tidak Nyai!!" panik Idan yang membuat Kasyo juga langsung ingat.


"kita dalam masalah besar, kereta kuda sudah tak ada, Gopar cepat tanya yang jaga di bagian depan,karena kemungkinan Nyai dalam bahaya," panik Idan yang bangun dan mencari kuda


"iya gok," jawab pria itu yang segera berlari sambil sedikit sempoyongan.

__ADS_1


sedangkan Idan, Kasyo dan yang lain sudah mengejar delman yang di bawa pergi karena mereka tak mau nyawa mereka yang menjadi jaminannya.


Gopar sampai di depan, dan bertemu Suli dan Paiman, "Nyai Arumi pergi dengan kusir siapa?"


"Gono, apa ada masalah, karena setahuku itu tugas Idan dan Kasyo,"


"itu masalah besar," saut Gopar berteriak.


tiba-tiba rombongan dari Idan lewat, "Gono yang menjadi kusir," kata gopar


"pria sialan!!" kata mereka yang langsung pergi dengan buru-buru.


Geno yang baru keluar melihat rombongan anak buahnya yang pergi dengan panik.


"ada apa ini? kenapa kalian membuat keributan," kata pria itu dengan nada suara dingin.


"menjawab kang Geno, Nyai Arumi takutnya dalam bahaya, karena tadi saat kami ingin pergi, kami di pukul hingga pingsan, kemudian delman di bawa oleh Gono dan anak buahnya, kami tak tau sekarang kondisi nyai bagaimana," kata gopar.


setelah mendengar itu sebuah tamparan keras di terima oleh dua orang yang berjaga di depan memastikan keluarga Romo Heru, tidak ada yang keluar tanpa pengawalan ketat.


"kalian berdua buta, kalian belum tau jika Gono sedang dalam masa hukuman dan sekarang kalian berdua dalam masalah besar!!" bentak Geno.


"baik kang Geno,"


makin banyak yang mencari kedua wanita itu,mbok ni yang kebetulan tadi tak ikut,mendengar apa yang terjadi.


semua tamu memang mendengar dan melihat tapi mereka tak mengerti dan tak mau ikut campur.


wanita itu segera lari kedalam rumah, untungnya pernikahan baru saja selesai.


"Romo Ageng!!! ketiwasan Romo!!" teriak mbok ni.


semua orang kaget dan langsung berdiri melihat sosok mbok ni yang langsung berlutut di depan Romo Heru.


"ada apa mbok,siapa dan kenapa? jangan menangis dulu," kata Romo Heru.


"sudahlah mbok,jangan berlebihan, tugas mu itu membantuku, Arumi sudah bersama dengan mbok Jum juga," kata Bu Yayuk yang merasa aneh dengan tingkah mbok mban satu itu.


"Nyai Arumi Romo ... Nyai Arumi pergi di bawa oleh Gono dan sekarang semua anak buah Romo sedang mengejar dan mencari Nyai," kata mbok ni.

__ADS_1


"brengsek, ternyata dia ingin balas dendam, kita semua pulang dan aku tak ingin melanjutkan pesta apapun dan sambutan apapun, Yayuk urus dua istri baru ku, dan pastikan mereka saat kamar yang sudah di siapkan," kata Romo Heru.


"tapi kang mas, anda mau kemana?"


"menurut apa, aku harus memanjakan kalian bertiga saat istriku yang lain dalam masalah hidup mati, kamu gila!" bentak Romo Heru yang langsung pergi meninggalkan tempat itu.


pria itu bahkan langsung naik mobil sendirian, dia melihat banyak bekas tapal kuda dan delman.


di sisi lain, mbok Jum sudah tak sanggup melawan enam pria berbadan besar dan tangguh darinya itu.


bagaimana pun, mereka itu pengawal yang dapat pelatihan khusus.


Arumi masih bertahan meski lengan bajunya sudah robek, untungnya tadi dia mengenakan kebaya yang cukup tertutup karna ulah Romo Heru.


"bagaimana Nyai, mau bermain dengan kami, aku yakin Nyai pasti akan menyukainya," kata Gono yang menunjukkan bagian sensitif miliknya yang sudah siap perang.


"itu benar," jawab pria yang lain sambil tertawa.


Arumi mengeluarkan pisau yang dia sembunyikan,saat pria itu mendekat Arumi langsung memotongnya dan membuat Gono berteriak kesakitan.


"AAAA!!!"


suara teriakan itu membuat semua yang sedang mencari keberadaan Arumi dan mbok Jum langsung bergegas menuju ke asal suara


beruntungnya mereka telat Samapi di sana, saat para pria itu ingin menyerang Arumi yang kondisinya sudah cukup buruk.


"serang!!!" teriak Geno.


"lindungi Nyai!!" teriak Idan dan Kasyo yang ternyata datang dari arah yang berbeda.


mbok Jum segera melepaskan baju kebaya miliknya dan memakaikannya pada tubuh Arumi.


dia tak keberatan hanya memakai kemben, wanita itu masih memeluk tubuh Arumi yang masih diam tanpa ekspresi.


mereka semua habis tak bersisa, ya meski mereka sama-sama pengawal, tapi mereka juga tak bisa melawan orang sebanyak itu.


di tambah Idan dan Kasyo sangat kejam tak segan mencabik musuhnya hingga jadi bagian kecil.


Geno memberikan bajunya pada mbok Jum untuk di kenakan, karena wanita itu tengah melindungi Arumi.

__ADS_1


__ADS_2