
Setelah melakukan pemakaman, tentu saja yang di minta untuk menyelidiki adalah Kasyo dan Geno dan dengan sangat santai keduanya tampak begitu tenang.
tentu saja rombongan yang lain di minta pulang, dan selama perjalanan semua barang yang di bawa tadi di bagikan pada semua orang di jalan.
Sedang Ndoro Japar merasa tingkah istrinya itu berubah seratus delapan puluh derajat, tadi yang sangat pendiam dan tampak tenang.
Kini malah sesekali tampak tersenyum, "kamu kesambet setan apa dek,dan kenapa kamu bisa secepat ini berubah," tanya Ndoro Japar.
"kenapa tidak boleh, setidaknya kita tak akan berpisah bukan, atau kamu memang ingin kita berpisah, kalau begitu beri jawabanku pada ayah ku," kata nyai Wulan yang turun dari mobil.
Dan Ndoro Japar kaget melihat sosok mertuanya yang sudah menantikan kehadiran keduanya di rumah.
"ayah," kata wanita itu yang lari dan langsung memeluk tuan Wicaksono.
"husst... Ingat kamu sedang mengandung, jangan berlebihan sayang, dan tingkah mu tadi malam berlebihan oke," kata tuan Wicaksono yang memeluk putrinya itu.
"maaf..."lirih nyai Wulan yang kembali memeluk ayahnya erat.
Sedang Ndoro Japar berjalan dengan penuh percaya diri, dan saat ingin menyapa mertuanya,pria itu mundur beberapa langkah.
"aku memang tak panta bertanya pada dirimu, tapi aku tak mau jika aku harus kehilangan calon cucu ku, karena kegilaan mu dan ayah mu yang ingin menambah wanita," kata tuan Wicaksono dengan tegas.
"ayah.... Dia belum tau," kesal nyai Wulan mencubit ayahnya.
"apa? Cucu!" kaget Ndoro Japar.
"ah padahal aku mau menyembunyikannya setidaknya sampai usia kandungan ku lebih besar sedikit," kata nyai Wulan.
"ya maaf," kata tuan Wicaksono yang tak mengerti keinginan putrinya itu.
"jadi kamu berniat untuk menyembunyikan semuanya sampai kapan, jika hati ini terjadi pernikahan kamu akan membawa anak kita pergi tanpa mengatakan apapun padaku?" tanya Ndoro Japar
"tentu saja, karena aku tak ingin putra ku tumbuh dengan keluarga yang mungkin saja bisa membuatnya tak sehat secara mental," kata nyai Wulan.
"apa maksud mu, aku tumbuh di keluarga ini dan aku tumbuh besar dengan pengasihan baik meski ibu bukan ibu kandung ku," marah Ndoro Japar.
"karena kamu tumbuh dengan satu ibu, pikirkan bagaimana jika anak ini lahir di mana ayahnya punya setidaknya dua selir yang mungkin saja terus mengincar nyawanya," kata nyai Wulan yang membuat pria itu diam.
__ADS_1
"itulah yang membuatku memutuskan permintaan ku seperti itu, aku lebih baik jadi janda dari pada aku harus tinggal di rumah yang bahkan suamiku tak bisa setia, atau pilihan terbaik adalah menyingkirkan semuanya," kata Nyai Wulan.
"ya Gusti!!" teriak Ndoro Japar yang tak mengira jika istrinya punya ketakutan seperti itu.
Dia juga tak mau meniru kehidupan Romo-nya, tapi dia sebagai putra keluarga Hadikusumo tak bisa membuat nama baik keluarga malu.
"maafkan aku ayah mertua, aku tak akan melakukannya lagi," kata Ndoro Japar.
"kenapa kamu minta maaf padaku, minta maaflah pada istrimu," kata tuan Wicaksono.
Akhirnya masalah keduanya berhasil menyelesaikan masalah, dan tuan Wicaksono tak menyangka jika dua orang ini sangat menyebalkan.
Tapi untunglah semuanya sudah selesai, dan dia di persilahkan masuk kedalam rumah menantunya.
"mbok tolong buatkan minum dan camilan untuk mertua ku," kata Ndoro Japar.
"baik Ndoro," jawab mbok Yem.
Sedang mobil yang membawa Tomo Heru dan nyai Arumi baru pulang dan terkejut melihat centeng besannya.
terlebih dia harus menjelaskan semuanya, tentang apa yang terjadi terlebih itu semua salah dirinya.
"selamat datang... silahkan pergi," kata Ndoro japar yang sedang membujuk istrinya untuk makan.
"kamu mengusir kami?" tanya Romo Heru
"tidak kok, aku kira Dika yang resek, Monggo masuk," kata Ndoro Japar.
"sudah lama besan?" tanya Romo Heru menyapa tuan Wicaksono.
"tidak kok, aku datang cuma mau melihat putriku, dan bertanya sesuatu," kata tuan Wicaksono.
"itu bukan salah Japar, itu kesalahan ku yang sembarangan memberikan tanda tangan, tapi semuanya batal karena dia anak gadis pria itu gantung diri," kata Romo Heru.
"aku tau itu, sudahlah tak usah membahasnya karena mereka juga sudah baikan," kata tuan Wicaksono yang tak mau menambah masalah.
"sayang kamu bau," kata Nyai Wulan yang menutup hidungnya.
__ADS_1
"apa, aku batu selesai mandi lima menit yang lalu karena mu," kata Ndoro Japar.
"tapi kamu masih bau," kata nyai Wulan yang lari ke kamar mandi dan memuntahkan semuanya.
"istri mu kenapa le?" tanya Nyai Arumi yang geran.
"maklum besan, sedang hamil muda jadi sensitif, coba pakai minyak telon le, dulu ibunya jika begitu, jadi selama sembilan bulan aku harus mengunakan minyak itu sebagai parfum," kata tuan Wicaksono sambil menyesap kopi miliknya.
mendengar itu nyai Arumi dan Romo Heru kaget, "apa besan?"
"iya ibu, menantu kalian sedang hamil muda,sudah ya aku lihat istriku dulu," kata Ndoro japar.
"kenapa besan yang tau duluan, dan sejak kapan?" tanya Romo Heru yang merasa tak baik-baik saja.
"Sepertinya saat putriku kabur kemarin malam, dia pulang dengan wajah kesakitan, dan saat aku memanggil dokter ternyata dia mengatakan jika Wulan sedang hamil sekitar delapan Minggu, dan dia mengalami tekanan stres tinggi, dan jika kita tak menjaga emosinya, takutnya akan mempengaruhi anak dan ibunya selama kehamilan," kata tuan Wicaksono yang membuat Romo heti semakin merasa sedih.
Pasalnya dia tak menyangka hal sekecil itu menempatkan menantunya yang sedang hamil dalam masalah.
Nyai Wulan tak menyangka jika pintu kamarnya sudah di bereskan karena ulah suaminya tadi pagi.
sore itu mereka berbincang bersama, dan apa yang di katakan oleh ayah mertuanya itu ternyata benar.
sekarang istrinya begitu menempel padanya, bahkan baru kali ini nyai Wulan sangat manis seperti ini.
"ya sudah ayah mau pamit dulu ya nduk, kamu istirahat ya," kata tuan Wicaksono.
"tidak mau ayah, kang mas kura menginap di rumah ayah yuk, kita belum pernah menginap di sana sehari pun," kata nyai Wulan memohon pada suaminya.
"baiklah hari ini kita akan menginap di rumah ayah mertua," kata Ndoro Japar yang tak ingin membuat istrinya itu sedih.
mbok Yem membatu mereka berdua bersiap untuk menginap di rumah keluarga Wicaksono.
dan untuk pertama kalinya, Ndoro Japar akan tinggal di kamar milik istrinya yang entahlah akan seperti apa nantinya.
Karena dia baru dua kali masuk ke kamar itu, dan itu pun saat lampu mati.
Yang pasti akan sangat perempuan, karena istrinya itu menyukai semua yang berbau pink dan merah.
__ADS_1