Harem Suamiku

Harem Suamiku
kecemburuan


__ADS_3

Di istana Harem, tampak Lestari sedang melamun setelah tadi siang di bentak oleh mbok ti.


Bagaimana tidak kesal, wanita itu begitu sulit di bilangin jika tak semua istri bisa bersikap seenaknya terhadap Romo Heru.


Yanti yang baru mengambil buah tak sengaja melihat Lestari sedang duduk termenung di ruang tamu.


Wanita itu bahkan sampai tak sadar jika Yanti duduk di sekitarnya, "kamu sedang memikirkan apa, kok kayaknya serius banget sih?" tanya wanita itu penasaran.


"tidak ada kok mbak, aku hanya merasa hidup seperti ini bukankah kita tertekan ya," kata Lestari tanpa sadar tengah mengeluh.


"kenapa? Karena kamu di marahi salah satu dari pelayan di rumah ini?" tanya Yanti yang sebenarnya sudah terlebih dulu di ingatkan.


"apa mbak tidak marah, padahal kita itu istri dari Romo Heru loh," kata Lestari.


"ah... Sepertinya kamu tak tau apa-apa ya, atau memang merasa bodoh, apa kamu yakin kita menikah karena cinta, kita menikah itu untuk mengangkat derajat keluarga, jadi jangan terlalu berharap kita di cintai di sini," kata Yanti.


"apa maksudnya?"


"ya kita ini di nikahi karena permintaan keluarga kita, bukan pilihan Romo Heru sendiri, dan setahu ku Wanita yang di pilih sendiri oleh Romo Heru itu ya mbak Arumi," jawab Yanti.


Lestari terdiam, sekarang dia mengerti kenapa Romo Heru begitu mencintai wanita itu bahkan tak bisa berjauhan dari wanita itu.


"sekarang kamu mengerti, jika kita di datangi Romo Heru,bukan berarti kamu bisa merasa memilikinya, karena dia hanya milik wanita yang dia pilih sendiri, jadi jangan terlalu fokus pada hal seperti itu,nikmati saja hidup ku di sini,dan ingat jangan sampai membuat marah jika tak ingin kamu dan keluarga mu mati," kata Yanti yang langsung pergi meninggalkan sosok lestari.


sekarang dia benar-benar sadar jika dia tak pantas cemburu pada Arumi,karena dia lupa kenapa dia bisa di nikahi Romo Heru.

__ADS_1


Jadi dia memilih untuk istirahat dan akan bertingkah seperti wanita yang taat sesuai kata Yanti.


Sedang Yanti sebenarnya juga merasakan apa yang di rasakan oleh Lestari.


Tapi sekarang dia tak memikirkan hal itu karena baginya asal keluarganya bisa hidup baik dan tak kesulitan lagi itu sudah cukup


Arumi merasa tiba-tiba merasa ingin makan gorengan di pinggir jalan di sebuah warung.


"cak Geno, boleh aku ke warung depan sana," tanya Arumi yang mulai merasakan bosan


"tapi Romo sedang membahas pekerjaan di dalam Nyai,tolong tunggu di sini," kata Geno tak enak.


"sudahlah, kang mas akan sangat lama jika membahas sesuatu, jadi aku mau membeli sesuatu," kata Arumi yang langsung berjalan keluar dari tempat itu.


Otomatis Geno langsung lari mengikuti wanita itu tanpa bisa melarangnya.


"selamat siang Nyai," kata para pembeli.


"siang semuanya, silahkan duduk saja,saya cuma sebentar kok, ibu apa ada gorengan yang batu matang?" tanya Arumi yang benar-benar tak bisa menahan keinginannya.


"Nyai tolong jangan membuat ku dalam masalah," kata Geno yang tidak di pedulikan oleh wanita itu.


"diamlah cak Geno,atau pergi dari sini aku ingin makan pisang goreng ini," kata Arumi yang langsung mengambil satu piring pisang goreng yang baru matang itu.


"mau minum apa nyai?"

__ADS_1


"boleh teh tubruk panas satu, cak Geno gak mau duduk dan ikut makan, enak loh pisangnya manis," jawab Arumi.


"tidak minat," jawab Geno yang mengambil pisang goreng di piring Arumi satu.


"gak minat tapi nyomot, Bu kopi panas satu untuk pria itu," kata Arumi santai.


"inggeh Nyai," jawab pemilik warung itu.


"mbok jah jadi aku habis berapa,kopi satu gorengan empat," tanya seorang bapak.


"tidak usah,biar nanti saya yang bayar, begitu pun yang lain," kata Arumi.


"jangan Nyai,kami tak enak dengan Romo, jika nyai yang membayar,"


"tidak masalah pak, itu permintaan istriku jadi tenang saja, siapa pun yang mau silahkan ambil biar kami yang bayar," kata Romo Heru yang datang karena tadi saat mencari istrinya tak ketemu.


"terima kasih Romo... Nyai,"kata semua orang.


Arumi mengangguk, dan kini wanita itu malah mengambil sukun goreng dia nikmati dengan santai.


"sejak kapan seorang Nyai Arumi makan gorengan seperti ini?" tanya Romo Heru.


"sejak tadi karena Romo Heru terlalu lama saat bekerja hingga membuat ku bosan menunggu," jawab Arumi.


mendengar itu Romo Heru tertawa gemas dan langsung membayar semua dagangan pemilik warung setelah Nyai Arumi selesai

__ADS_1


Bahkan pemilik warung membagikan semua pada warga yang lewat karena sudah di bayar oleh Romo Heru.


__ADS_2