Harem Suamiku

Harem Suamiku
kehidupan damai


__ADS_3

malam itu setelah pesta berakhir, semua tamu sudah pulang ke rumah masing-masing.


Terlihat Japar sudah tidur di samping adiknya yang masih bayi, bahkan cara tidur saja sama.


Arumi memberikan ciuman untuk Japar dan Dika, Romo Heru pun masuk kedalam kamar dan melihat hal itu.


Kemudian dia memeluk istrinya itu dari belakang dan memberinya kecupan di pipi.


"terima kasih sudah bisa menerimanya, aku saja aku sangka jika Ki Ageng menyelamatkan Japar bayi saat akan di kubur bersama ibunya, dan ternyata..."suara Romo Heru lirih.


"dia putra ku dan sekarang berhenti mengatakan itu,dan untuk yang lain sudah tak perlu di bahas, tapi aku tak sangka bocah yang kapan hati masih terlihat begitu kecil dan kurus, bahkan terus memegang bajuku, kenapa dalam hitungan bulan dia bisa tumbuh secepat ini," kata Arumi yang sebenar heran.


"ya di sini nutrisinya tercukupi sayang,tapi memang pertumbuhan anak pria selalu cepat,semoga Dika bisa menjadi seperti Japar yang begitu melindungi ibunya," kata Romo Heru yang mengajak Arumi tidur di kasur yang sama.


Jadilah mereka tidur berempat, dan untungnya Romo Heru sudah menyiapkan semuanya karena tau jika akan sulit jika mereka punya kamar sendiri-sendiri.


Esok paginya, semua orang sudah sibuk seperti biasa, sedang Japar sudah menatap kejam pada dua pengawal yang mengikutinya.


"pak no, aku minta ganti pengawal, aku tak suka punya centeng yang bermulut ember, lebih baik aku punya pengawal bisu karena bisa menjaga lisannya," kata Japar


"ada apa Yo Ndoro,masih marah karena kasus kebun bunga itu, sudah Yo ya, orang Romo mu juga tak keberatan dan mengikuti semua ide mu begitu kok," kata Geno yang mencoba menenangkan Japar.


"itu menurut pak no,karena aku tak suka dengan apa yang terjadi, setidaknya potong lidah mereka karena aku tak suka saat mereka mengatakan hal menyebalkan," kata Japar yang tetap dalam pendiriannya.


"maafkan saya Ndoro..." mohon salah satu centeng itu.


"peduli setan," marah Japar yang langsung naik kedalam mobil dan kali ini di antar oleh Kasyo dan Idan.


Bahkan bocah itu lupa pamit pada ibunya dan Romo-nya, "hei nak,kamu belum memeluk ibu," panggil Arumi yang langsung membuat putranya itu turun dan lari ke pelukan wanita itu.


"apa sih ibu, saya akan berangkat dulu dan tolong doakan saya semoga menjadi orang yang sukses dan memiliki kesopanan,"


"tentu saja, seluruh dia terbaik untuk mu, dan Romo mu tadi bilang mau mengantar mu sekalian ada urusan di kota," kata Arumi yang ternyata Romo Heru datang dan menyentil dahi putranya itu.


Arumi pun kaget melihat hdl itu, "Kang mas... Kok gitu saja putranya," kaget Arumi yang menyaksikannya.


"aku hanya bercanda, sudah ayo berangkat le," ajak Romo Heru.


mereka berdua pun berangkat menuju ke sekolah jaoar terlebih dahulu, ternyata sudah ada kesibukan di sana

__ADS_1


"lah ada acara doa ini?" gumamnya.


"sepertinya kamu tak tau ya, setiap tahun sekolah ini mengadakan pentas seni tari dan sekarang mereka mengundang sekolah rakyat, dan ibu besar mu yang akan menjadi penanggung jawab pertunjukan,"


"jadi hari ini ada penampilan dari sekolah ibu besar, pasti sangat menyenangkan, tapi apa bapak baik-baik saja?"


"tentu saja, bapak sudah memberinya surat cerai dan membiarkan ibu besar mu untuk bahagia dengan pilihannya, dan sekarang kita juga bahagia bersama satu sama lain kan," kata Romo Heru tersenyum


keduanya masuk dan membuat semua orang terpukau, bagaimana tidak, bak pinang di belah dua, keduanya punya wibawa dan karisma yang tak ada duanya.


meski di balik aura bagus itu, tersimpan sifat buruk yaitu suka membunuh orang seenaknya.


Bahkan japar sendiri bisa di bilang lebih buruk daripada Romo Heru, tapi bocah itu pintar merapikan semua yang di lakukan.


Japar menuju kedalam kelasnya untuk melihat apa yang di lakukan oleh teman-temannya.


Sedang untuk Romo Heru mengunjungi kantor kepala sekolah untuk membahas beberapa hal yang harus di lakukan karena semua hal sudah tak bisa di tolerir lagi.


terlebih semua orang seperti tak ada takut-takut nya dengan japar yang notabene seorang pewaris utama keluarga Hadikusumo.


"wilujeng rawuh Romo, Monggo..." salam kepala sekolah.


Idan datang mengantarkan beberapa daftar nama yang sudah ada di daftar nama yang di pantau oleh Romo Heru.


"sekali lagi aku dengar laporan tentang hal yang buruk, dan pelakunya mereka, aku pastikan tak hanya di sekolah,keluarga mereka pun akan menanggungnya sampai tujuh turunan," kata pria itu dengan aura membunuh yang begitu kuat.


"baik Romo saya mengerti," jawab pria itu.


Saat Japar masuk kedalam kelas,ternyata beberapa orang sedang bersiap untuk mengikuti acara pertunjukan.


"kalian ingin menari Remo juga, bukankah itu akan sama dengan penampilan dari kelompok dari sekolah rakyat," tanya Japar.


"tentu saja tidak sama, pasti kami bisa menari lebih baik dari mereka," kata Ayu dengan yakin.


Akhirnya sekolah rakyat itu datang, semuanya tampak kaget melihat bangunan sekolah yang begitu besar.


tapi yang membuat tak nyaman adalah tatapan para murid sekolah bangsawan itu, "semuanya jangan berkecil hati,kita akan tunjukkan jika sekolah kita bukanlah sekolah yang terbelakang,"


"siap pak guru!!"

__ADS_1


mereka semua pun menunggu giliran karena yang pertama tampil adalah kelompok tari dari sekolah bangsawan.


Tapi saat Ndoro Sodik menghitung para murid yang akan mengikuti acara itu, dia kaget karena muridnya kurang satu.


"apa, dimana Setu,dia harusnya di sini bukan," tanya Ndoro Sodik.


"tadi dia pamit ke toilet, tapi belum kembali," kata Sekar.


"apa!! Aku akan mencarinya," kata mang Paijo.


"tidak perlu, dia sudah pulang karena tadi dapat uang Lima ribu dari teman sekelas ku, dan lagi dia sepertinya sudah di hasut," kata japar yang datang menyapa Sukma.


"halo Ndoro ku, kenapa makin ganteng saja, tapi jika bocah itu pergi, bukankah tarian ini tak akan sempurna," kata Sukma sedih.


"itu benar dek, tapi kita harus mencari pengganti bocah itu dimana, karena semua murid tak ada yang pernah menarikan tarian itu," kata Ndoro Sodik.


"aku punya pilihan dan aku akan membuat tarian itu sempurna," kata Sukma melihat japar


Romo Heru yang duduk di barisan paling depan sudah menunjukkan siapa dan dimana derajatnya.


Bahkan tak ada yang berani mengusik atau mempertanyakan mengapa pria itu di kursi istimewa.


karena mereka baru saja dapat surat peringatan dari kepala sekolah sebab kenakalan dari putra putra mereka semua.


akhirnya bagian pertama, tarian dari sekolah bangsawan, bahkan tarian itu Remo itu sangat indah.


Tapi sekolah rakyat biasa ini memilih tarian yang mungkin akan mengejutkan semua orang karena itu adalah tarian dari kisah pewayangan.


Semua orang bertepuk tangan, kini giliran dari sekolah rakyat biasa, pertama-tama para murid wanita yang naik ke atas panggung batu para murid pria.


tapi ada satu sosok yang mencolok bagi Romo Heru, yaitu seorang bocah bertopeng satu-satunya dalam grup tarian itu.


Dan yang makin membuat takjub adalah gertakannya sangat luwes di tambah peran gadis cantik pendampingnya dalam menari juga sangat cantik.


"kenapa bocah ini begitu luwes menari," gumamnya tak percaya.


Semua orang seakan tersihir oleh tarian mereka, dan William tak menyangka meski sudah membuat penari utamanya pergi.


Tapi kenapa kelompok itu masih bisa menari sebaik ini itu sangat menjengkelkan untuknya.

__ADS_1


terlebih ayu sendiri tampak kesal dan tak suka, Willian tak mau hal itu terjadi, karena baginya senyum ayu adalah segalanya.


__ADS_2