
Semua orang sedang menikmati pertunjukan ketoprak yang di adakan.
Sedangkan japar dan ayu memilih duduk untuk bermain di dekat kolam, dan tak sengaja Japar melihat seorang anak perempuan sedang melihat bunga.
Dia bangun dan mendekati gadis kecil itu, "apa yang kamu lakukan, itu bunga kesukaan ibu ku," kata Japar.
"ah Ndoro muda, maafkan saya... Saya hanya menyukai aroma bunga melati dan kenanga ini, karena jika di jadikan parfum, aromanya sangat tahan lama," jawab gadis kecil itu
"ih... Japar, wajah bocah itu rusak," kata Ayu jijik saat melihat wajah gadis kecil itu.
"kamu putri dari tuan Wicaksono bukan, apa kamu bisa membuat parfum?"
"ah iya Ndoro, saya bisa membuatnya," jawab bocah itu sambil menunduk sebisa mungkin menyembunyikan wajahnya.
"angkat wajah mu, aku tak keberatan dengan wajah mu itu, dan untuk mu ayu jika memang tak suka di sini kamu bisa pergi," kata Japar dingin.
"aku pergi, tidak mau, aku tak akan membiarkan mu bersama dengan wanita mengerikan itu," kata Ayu yang langsung merangkul lengan Japar.
Setelah itu mereka bertiga pun berkeliling melihat beberapa bunga yang ada di taman itu.
Japar bisa melihat bagaimana tatapan bocah itu pada berbagai jenis bunga yang ada di sana.
__ADS_1
"menurut mu, untuk menunjukkan kepribadian ku yang kejam dan tegas, aku harus memilih jenis parfum apa?" tanya Japar.
"benarkah, tapi menurut ku anda tampan dan baik, jadi tak akan baik jika mengunakan wewangian yang memiliki bau tajam," kata gadis itu.
"benarkah, kalau begitu bisa kamu membuat kan aku wewangian yang menurut mu sesuai dengan ku," kata Japar mendekati gadis itu dan menyelipkan sebuah bunga kantil di rambut bocah itu.
"apa, kamu bisa membelinya di kota Japar,kenapa harus membeli dari gadis yang tak tau berasal dari entah berantah ini?"
"baik Ndoro muda, nanti saat sudah selesai aku akan mengirimnya ke sini," kata gadis kecil itu.
Sedang ayu pergi karena dari tadi jalar terus mengabaikannya dan terus memilih mengobrol dengan gadis cacat dan buruk rupa itu.
"emm..."
"kenapa apa kamu takut, kalau begitu aku akan memanggil mu bulan, bagaimana," tanya Japar.
gadis itu mengangguk, bukan dia tak mau memberitahu namanya, tapi itu permintaan dari ayahnya.
sedang di ruang kerja, Romo Heru sudah narah besar karena kelancangan dari keluarga Wicaksono yang berani menanam mawar.
Padahal itu sudah terlarang karena kematian Dati Lastri yang sangat tragis.
__ADS_1
"hancurkan kebun mu," marah Romo Heru.
"tidak Romo, itu adalah satu-satunya mata pencarian ku,kami terkenal sebagai keluarga pembuat parfum yang sudah di kirim kemana-mana, jika Romo melakukan itu sama saja, anda membunuh keluarga kami," kata tuan Wicaksono.
"aku tidak peduli," jawab Romo Heru marah.
Tanpa di duga, Japar masuk karena di beritahu oleh Geno jika akan ada keributan besar.
Dia tak menyangka dua orangnya itu yang satu tidak mau menuruti keinginannya.
"jangan berlebihan bapak, jika bapak ingin menghancurkan kebun itu, tolong ganti dengan kebun lain yang tak berada di sini, terserah mau ada di mana tapi jangan bunuh usaha milik keluarga yang sudah turun temurun, dan lagi aku yakin jika pak Wicaksono tidak bermaksud ingin mengingatkan bapak dengan ibu, jadi aku punya ide bagaimana jika bapak membantu keluarga Wicaksono untuk lebih mengembangkan usahanya," kata Japar.
"kamu tau aku sedang marah!!" bentak Romo Heru.
"tapi aku tak peduli,karena bagiku bisnis adalah nomor satu, jadi tenangkan pikiran bapak, ikuti ucapan ku," kata Japar yang bahkan tak gentar melihat kemarahan dari pria itu.
Akhirnya Romo Heru pun mengalah dan memberikan ganti Rudi tanah yang seluas milik pria itu.
Dan dia juga berjanji membangunkan pabrik untuk kerjasamanya.
mendengar semua itu membuat tuan Wicaksono tak menyangka jika putra dari Romo Heru ini bisa mengendalikan semuanya.
__ADS_1