
Nyai Wulan sudah sadarkan diri, dan melihat ada ayahnya dan Sari yang menunggui dirinya.
Dia ingat dengan suaminya yang sedang kritis, "bapak bagaimana keadaan dari kang mas Japar," tanya Nyai Wulan yang panik.
"Ya Gusti, dia ada di sebelah mu, kamu pingsan karena tidak makan, tadi mbok mban yang menjaga mu yang bilang," kata Sari kesal pada keponakannya itu.
"aku tak bisa memikirkan itu, apa kondisi kang mas baik, kenapa dia belum sadarkan diri," tanya nyai Wulan.
"dia masih terpengaruh obat bius, sekarang makan dulu, tubuh mu bisa makin lemah jika kamu terus menghawatirkan orang lain dan melupakan dirimu,"
"ibu..."
"tidak makanlah dulu," kata Nyai Arumi yang tak ingin di bantah
tuan Wicaksono menyuapi putri tunggalnya itu, tiba-tiba Nyai Wulan menangis tanpa sebab dan membuat semua kaget.
"ada apa nak?"
"aku merasa buruk,aku belum bisa memberikan kalian cucu dan anak untuk suamiku, apa aku wanita yang tak sempurna ayah," tanya nyai Wulan tiba-tiba.
"apa yang kamu bicarakan, ayah sudah meminta dokter memeriksa mu tadi, dia bilang semuanya baik-baik saja, mungkin Sang Pencipta belum mempercayakan saja, lagi pula kalian masih muda," kata tuan Wicaksono membesarkan hati putrinya.
"tapi aku malu... Aku selalu melihat kang mas yang mendapatkan pertanyaan kalian memiliki anak dari teman dan rekan kerja, aku merasa tak sempurna sebagai istri," lirihnya.
"jangan dengarkan mereka nduk, ibu dari Japar dulu juga tak langsung punya anak, tapi lihatlah itu bukan menjadi beban, melainkan menjadi pembuktian cinta kami agar semakin kuat satu sama lain,"
"tapi Romo..."
"sudah biar nanti ibu yang membungkam mulut orang jahat itu, bisa-bisanya sampai membuat putri ku ini menangis, sudah jangan sedih lagi, suamiku akan khawatir melihat istrinya seperti ya,"
Nyai Wulan mengangguk dan tersenyum, tanpa di sangka, dari tadi sebenarnya Ndoro Japar sudah bangun tapi dia masih menutup mata.
Tapi mendengar isi hati istrinya yang begitu pilu terdengar, membuatnya merasa kasihan, karena dia tak mau membuat istrinya itu sedih.
dia pun sekarang mengerti kenapa istrinya itu jarang mau bertemu dengan beberapa orang yang bisa melukai hatinya.
__ADS_1
tapi tentu dia tak akan diam saja,karena siapapun yang membuat istrinya menangis, itu harus berurusan dengannya.
Di sebuah tempat yang jauh dari keramaian, seorang pria menyelamatkan Ndoro Laksono.
Dia adalah Yanto, orang yang selalu menjadi tangan kanan pria itu,dalam kejadian yang menewaskan hampir seluruh orang di rumah Ndoro Laksono.
Hanya dia yang selamat karena malam itu dia di minta untuk keluar membeli sesuatu.
Bahkan dia memilih bersembunyi hingga aman, sebelum masuk dan menyelamatkan Ndoro-nya.
dan membakar rumah mewah itu beserta semua mayat yang ada di dalamnya.
Dia tdk menyangka jika Ndoro Japar akan menyerang rumah milik Ndoro Laksono,meski mereka jarang bermusuhan tapi tindakan yang di lakukan terakhir kali, itulah yang membuat Ndoro Japar marah hingga merampas semua hasil perampokan Ndoro Laksono.
Di saat siang hari,seorang wanita masih setia duduk di bawah mayat suaminya yang sudah mati karena terbakar sinar Matahari.
ya dia adalah nyai Sukma yang dengan setia menunggui suaminya yang sudah dua hari ini meninggal dunia.
bahkan setelah mati pun,para warga ini seolah tak peduli dan membiarkannya begitu saja tergantung di tempatnya di hukum.
Romo Heru merasa jika hukuman sudah seharusnya selesai, "Pardi tolong nanti putuskan tali hukuman Sodik itu, dan kemudian kuburkan di pinggiran hutan, mengerti," perintah Romo Heru.
"baik Romo,"
setelah mengantar Romo Heru dan Nyai Arumi ke rumah, keduanya langsung pergi ke tengah desa dan langsung menurutkan mayat dari Ndoro Sodik.
melihat suaminya di turunkan, nyai Sukma tentu langsung lari dan memeluk tubuh pria itu yang mulai sedikit kering dan ada hangus terbakar sinar matahari.
"warga, ini perintah Romo Heru, kita harus memakamkan Ndoro Sodik dengan layak, tapi di pinggiran hutan dan di sana hukuman untuk ku Nyai harus di jalankan, karena telah mendukung sesuatu yang salah," kata Pardi.
Nyai Sukma tidak protes atau pun mengatakan apapun karena itu lebih baik, dan dia bisa tenang hidup di pinggiran desa.
Tak berhenti sampai di sana, ternyata tempat yang akan di tinggali pun sudah tersedia.
Para warga pun tak menyangka jika Romo Heru masih begitu menghawatirkan wanita yang bodohnya tidak ketulungan itu.
__ADS_1
di rumah, Romo Heru dan Nyai Arumi duduk santai setelah sarapan berdua, dan ternyata kedua anaknya sudah berangkat ke sekolah.
"kang mas, aku merasa kasihan dengan Wulan, dia ternyata menyimpan kesedihannya sendiri,"
"ya mau bagaimana lagi dek, kita juga tak bisa melakukan apapun karena itu bukan hdl yang bisa kita bungkam satu persatu, aku pun tak akan memaksa, karena aku sadar diri jika dulu aku juga sulit untuk punya anak," terang Romo Heru.
"Iya kang mas," jawab Nyai Arumi.
Di sekolah, berita tentang kebakaran dari kediaman keluarga Sugriwo begitu mengejutkan banyak orang.
Tapi itu tak membuat Dika penasaran, dia di sekolah barunya terkenal sebagai ahli beladiri yang tak tertandingi.
Sedang Nala juga sangat pintar di bandingkan dengan anak seusianya, jadi mereka berdua ini sangat unggul
saat ini sedang Jan istirahat, Nala datang ke kantin bersama beberapa temannya untuk membeli camilan.
tapi seorang anak yang lebih besar menganggunya, "kenapa kamu merebutnya, itu kue sudah aku bayar, lebih baik ambil yang lain karena itu milik ku kamu beli sendiri," kata Nala.
"tidak mau, aku mau makan yang gratisan," kata bocah itu mengejek Nala.
Tapi dia tentu saja tak semudah itu lepas, Dika berdiri dan menghadang bocah itu.
"kembalikan kue adikku, atau aku akan mematahkan tangan mu dan seluruh keluarga mu," kata Dika mengancam bocah itu.
"aku tak takut dengan mu, toh badan juga besar diriku," kata bocah itu.
Dia belum tau jika semua anak laki-laki di keluarga Hadikusumo mendapatkan ajaran keras untuk kekuatan fisik.
dengan mudah, Dika menjatuhkan bocah itu ke lantai dan langsung menangis.
"kamu dari keluarga Hardono bukan, selamat kekuarga mu akan di coret dari daftar pengusaha yang bisa bergabung dengan keluarga Hadikusumo."
semua murid di sekolah pun kaget, kenapa masalah sekecil itu bisa mempengaruhi keluarga juga
Ini hanya masalah merebut makan dari seorang gadis kecil, tapi berakhir dengan sangat buruk.
__ADS_1
semua pun harus berpikir ulang jika ingin mengganggu dua saudara itu, terlebih keluarga mereka juga menjadi donatur terbesar di sekolah itu.