Harem Suamiku

Harem Suamiku
bertemu Sukma


__ADS_3

Romo Heru sampai di rumah setelah mengendarai kudanya cukup kencang.


di sana ternyata sudah ada Arumi yang sedang latihan menari bersama mbok Jum dan mbok ni di pendopo yang biasanya di gunakan untuk menerima tamu.


"ada apa ini, kenapa kalian latihan menari di pagi buta begini," tanya Romo Heru yang membuat tubuh Arumi tiba-tiba jatuh pingsan


untungnya pria itu berhasil menangkap tubuh istrinya sebelum menghantam lantai.


"saya juga tak mengerti Romo, tiba-tiba tadi nyai Arumi keluar dari kamar dan berjalan kesini seperti orang tak sadar," jawab mbok Jum.


"ya sudah kalian bisa beristirahat, biar aku yang menjaga Arumi sekarang," kata Romo Heru yang mengendong istrinya itu kedalam kamar.


ternyata ucapan guru besarnya benar, dia dan Arumi ini terhubung jadi tali jodoh mereka ini sangat kuat.


Romo Heru pun beristirahat dengan memeluk Arumi malam ini, dan meninggalkan tiga istrinya yang lain.


keesokan harinya, Arumi sudah bangun terlebih dahulu karena mendengar suara ketukan pintu.


dia pun perlahan-lahan turun dari ranjang agar tak mengusik tidur Romo Heru.


saat membuka pintu dia terkejut melihat sosok Bu Yayuk yang sudah berdiri di depan pintu kamarnya.

__ADS_1


bahkan wanita itu sudah membawa semua baju lengkap untuk Romo Heru yang harus menghadiri acara penting di desa.


"minggir, aku harus membantu kang mas bersiap karena dia menjadi tamu spesial di acara kali ini, jadi kamu jangan menganggu ku," kata wanita itu dingin.


"apa mbak lupa peraturan yang mbak katakan sendiri, di larang bagi istri masuk dengan paksa kedalam kamar istri lain," kata Arumi yang tak takut sedikit pun.


"tapi ini kamar netral yang di miliki oleh kang mas," jawab Bu Yayuk yang tak suka jika dia di bantah.


"tapi sayangnya ini kamar ku dan kang mas saat aku masuk kedalam rumah ini, dan kamar netral sekarang hanya ruang kerja beliau, dan silahkan mbak menunggu di luar dan aku yang akan membangunkan kang mas, dan tak ada yang boleh masuk selangkah pun tanpa izin dari ku," kata Arumi sng tak mau di injak di rumah itu.


dia tak boleh lemah karena dia tak bisa jika harus bersikap sopan terus menerus.


karena sekarang dia harus berjuang untuk posisinya sendiri, dan tak boleh dia menjadi yang terlemah terlebih setelah kedatangan dua penghuni baru yang bisa mengancam posisinya.


Arumi kembali masuk kedalam kamarnya tanpa menutup pintu, ternyata Romo Heru masih tampak terlelap.


untungnya dalam kamar intu orang yang dadi luar tak bisa langsung melihat kamar tidur karena terhalang ruangan yang biasa di buat santai dan juga ada sekat anyaman yang sangat rapat.


ya kamar itu memang memiliki bentuk paling aman itulah yang menjadi kenyamanan bagi Romo Heru.


"kang mas bangun ya, itu mbak Yayuk sudah menunggu kang mas, karena ada acara kan pagi ini?"

__ADS_1


"hemm.... minta dia bersiap duluan aku akan berangkat nanti,toh acaranya juga tak mungkin akan di mulai pukul delapan tepat," kata Romo Heru yang masih menutup mata dan kini malah memeluk tubuh Arumi erat


"baiklah, biar aku yang bantu bersiap ya, pagi ini kang mas akan di temani mbak Yayuk dan Lestari bukan, maaf ya aku tak bisa datang karena kondisi ku yang masih belum nyaman," kata Arumi tak enak.


"tidak masalah,lagi pula aku makin ingin menyimpan mu untuk ku saja, karena sekarang aku tau pikiran para pria saat melihat istriku yang cantik dan aduhai ini," kata Romo Heru cukup keras hingga Bu Yayuk bisa mendengarnya.


wanita itu benar-benar kesal di buatnya, bagaimana tidak Arumi tampaknya sengaja melakukan itu agar dia merasa sedih.


tapi dia tak boleh berburuk sangka, toh tetap dia pasangan dari Romo Heru dalam menghadiri banyak acara.


Arumi pun melepaskan pelukan suaminya dan segera mendekat kearah istri pertama suaminya itu.


"bagaimana sudah dengar bukan, mbok Jum minta semuanya meletakkan barang Romo Heru di ruang depan kamar ku, dan setelah itu minta Semuanya pergi," kata Arumi yang bahkan memilih bicara dengan pelayannya dari pada orang-orang di sana itu.


Bu Yayuk pun pergi dengan santai dan tak keberatan, karena dia juga tak mau membuat kekacauan di pagi itu


setelah itu mereka pergi dari kamar Arumi, dan dengan cepat Arumi mengunci pintu kamar.


karena dia ingin berduaan dengan Romo Heru pagi itu, ya dia ingin menikmati waktu pagi dengan bermesraan.


Romo Heru tak melepaskan Arumi dan akhirnya Keduanya menikmati waktu panas di pagi hari.

__ADS_1


bahkan mereka mengulanginya lagi dan lagi, entahlah pagi itu Romo Heru tampak begitu bersemangat.


__ADS_2