
Setelah mendapatkan setidaknya sepuluh perusahaan yang ingin menjadi rekan kerja.
Nyai Wulan dan sang ibu mertua memutuskan untuk pulang, tapi selama di dalam mobil.
tampak jika nyai Wulan ini sangat pucat, "kamu masih belum enakan, kok wajah mu masih pucat saja?" tanya Nyai Arumi.
"saya juga tak mengerti ibu, tapi memang hari ini rasanya sangat berat dan aku mudah lelah," jawab nyai Wulan.
"ya sudah kita langsung pulang, tak jadi mampir karena kasihan menantuku," kata nyai Arumi.
"inggeh Nyai," jawab supir yang mengendarai mobil menuju ke rumah.
Selama berjalan, beberapa pedagang kue berkeliling menawarkan dagangannya.
Tentu Nyai Arumi membeli semua yang di jual dan nanti biar di bagikan di rumah.
sesampainya di istana Bangura, terlihat semua orang sedang berlatih sedang mobil milik Romo Heru tak tampak ada di rumah.
Saat keduanya turun setelah pintu mobil di buka oleh dua pengawal, terlihat Ndoro Japar dan Dika langsung menyambut kedua wanita itu.
"selamat datang ibu dan istriku," kata Ndoro Japar menyalami tangan ibunya dan mencium pipi istrinya.
"iya le, oh ya Geno tolong bagikan semua kue yang ada di dalam mobil, dan untuk mu Japar, bawa istrimu istirahat," kata Nyai Wulan
"inggeh ibu," jawab pria itu yang langsung membawa istrinya masuk.
sedang Dika mengikuti ibunya itu masuk kedalam rumah, "ibu tak bawa apa-apa?"
"memang Dika mau apa, karena tadi kakak ipar mu sedang tak enak badan, jadi ibu tak mampir kemana-mana," jawab Nyai Arumi.
"kalau begitu, boleh aku minta buatkan kue?" tanya Dika memohon.
"iya tentu saja, memang apa sih yang gak buat mu, tapi boleh ibu tanya,ayah mu kemana?" tanya Nyai Arumi yang langsung ke arah dapur.
"ayah tadi pergi dengan Nala, sepertinya bocah itu ngambek lagi dan ayah tak bisa menolaknya," jawab Dika yang kini duduk di tangga menuju dapur.
Semua mbok mban pun mundur atas perintah Wulan, karena dia ingin memasak kue untuk putranya sendiri.
"Nyai biar saya bantu," kata mbok Jum.
"tidak apa-apa, aku hanya buat kue gulung kesukaan putra ku, kalian bisa istirahat," kata nyai Arumi yang tampak bersiap.
Dika tak menyangka ibunya itu tak menolak keinginannya, padahal wanita itu baru saja pulang dari kegiatan di luar pasti lelah.
__ADS_1
Tapi demi Putranya yang berharga, dia bahkan tak mau membuat anaknya kecewa.
Nyai Arumi sibuk menyiapkan segalanya, sedang di sisi lain di rumah lain yang masih di area yang sama.
Ndoro Japar di buat bingung dengan istrinya yang tiba-tiba memintanya mencarikan es dawet.
"kamu gak sakit kan dek, jam segini mau cari dawet di mana, minta mbok Yem buat saja ya," kata Ndoro Japar yang mencoba membujuk istrinya itu.
"baiklah tapi aku mau es dawet tanpa santan hanya butuh gula merah dan juga air es boleh,"
"baiklah aku mengerti," jawab Ndoro Japar yang menuju ke dapur yang memang masih jadi satu.
saat dia sampai kaget melihat ibunya sedang sibuk membuat kue, "ibu sedang buat apa, bukannya istirahat?"
"tidak masalah, ibu sedang buat bolu gulung untuk semua orang terutama Dika, kamu butuh sesuatu," tanya Nyai Arumi yang sibuk menghias kue yang akan segera masuk oven.
"aku cuma cari mbok Yem, karena istriku tiba-tiba minta es dawet dan tak mau pakai santan hanya mau air pakai gula merah itu saja," kata Ndoro Japar duduk di sebelah Dika.
"kok aneh sih," saut adiknya itu.
"tau deh heran aku juga, mbok Yem tolong buatkan dawet," panggil Ndoro Japar cukup keras.
"inggeh Ndoro," jawab wanita itu.
Sedang di toko perlengkapan sekolah, Romo Heru yang memang berangkat hanya berdua saja
"aku mau beli coklat ayah, tapi nanti ibu marah dan lagi belum mbak juga melarang ku beli coklat karena gigiku bisa rusak," kata gadis kecil itu.
"itu tau, jadi kita beli buku cerita saja terus pulang ya," kata Romo Heru membujuk putrinya itu.
Pasalnya mereka sudah keliling ke seluruh kota tapi Nala belum menemukan dia mau beli apa.
Padahal sudah nakdn di luar juga, bukan masalah uang atau waktu bagi Romo Heru yang membuatnya khawatir.
Tapi masalahnya jika dia ketahuan oleh istrinya memanjakan putri mereka dengan ugal-ugalan seperti ini.
Bisa di pastikan jika dia akan mendapatkan masalah besar. terlebih nyai Arumi sangat menjaga makanan yang di konsumsi.
Akhirnya mobil pun berhenti di SPBU, karena belum banyak orang yang mengunakan mobil
jadi Romo Heru tak harus antri panjang untuk mengisi mobil miliknya.
"sudah, kita pulang ya dek?"
__ADS_1
"oke ayah, semoga ibu dan mbak sudah pulang, tapi aku bolehkan beli onde-onde langganan ibu," kata Nala memohon.
"kita tidak usah beli, cukup pulang nanti juga matang itu onde-onde," kata Romo Heru yang memutar setir kemudinya menuju rumah.
perjalanan menuju rumah setidaknya menghabiskan waktu satu setengah jam karena jalanan sangat rusak.
tapi untungnya dia dan putrinya sampai di rumah tetap aman meski hanya berdua saja.
Para Mbok mban membantu membawa barang belanjaan milik Nala dan mengajak bocah itu masuk kedalam rumah.
Sedang Romo Heru melihat mobil yang tadi digunakan oleh istri dan menantunya sudah terparkir di garasi.
"apa Nyai Ageng dan nyai muda sudah pulang?" tanya Romo Heru yang berjalan memasuki kediamannya.
"inggeh Romo, Nyai Ageng sedang di dapur bersama dua putranya, sedang nyai muda istirahat karena kurang enak badan," jawab mbok Jum.
mendengar itu, Romo Heru langsung menuju ke arah dapur ternyata hanya ada Dika dan istrinya saja.
"kamu sudah pulang, katanya ada japar, mana bocah itu?" tanya Romo Heru.
"dia pulang ke rumahnya, tadi wulan minta di buatkan sesuatu, tapi kang mas darimana?" tanya Nyai Arumi.
"aku habis pacaran dengan putriku, habis ini bocah di ajak tidak mau, katanya Nala merepotkan," kata Romo Heru.
"emang tadi dia ngapain Romo?"
"ya dia membuat ku menyetir seharian, dan putri kita itu membuat ku mengelilingi kota, dan mengajak diriku jajan di pinggir jalan,"
"apa kang mas, kenapa jajan sembarangan, sudah tau putrinya itu tak bisa makan barang tak bersih, dia bisa ruam-ruam merah nanti," kata nyai Arumi
"ya maaf sayang, kamu tau sendiri bagaimana jika putrimu itu menggamuk jadi aku tak mau malu," terang pria itu santai.
Akhirnya setelah kue srkesai langsung di bawa Dika ke ruang tengah, sedang di rumah ndoro Japar.
wanita itu sedang menikmati apa yang dia inginkan tadi,bahkan dia tak menyangka sore-sore begini minum es sangat menyenangkan.
tak hanya itu, mereka berdua juga memilah perusahaan yang akan di cari tau oleh orang kepercayaan dari Ndoro Japar.
"sayang kenapa kamu mengenakan baju begini, takutnya nanti Romo datang ke rumah,"
"maaf Jang mas, tapi aku benar-benar merasa sangat gerah, jadi aku duduk di kamar saja ya," kata Nyai Wulan.
Ndoro Japar pun tak bisa mengatakan apapun, jadi dia mengangguk saja.
__ADS_1
Di rumah Alex, Rosita sedang merencanakan sesuatu yang akan menjadikannya istri dari Ndoro Japar.
Entah rencananya itu bisa berhasil atau tidak, tepi jika tidak di coba dia tak akan tau.