Harem Suamiku

Harem Suamiku
kembali ke rumah.


__ADS_3

Tak berhenti sampai di sana, para warga benar-benar Muria dan langsung melakukan eksekusi.


Ndoro Sodik pun di gantung dengan tangan terikat di antara dua tali di tengah-tengah desa.


Beberapa anak-anak melempari pria itu dengan batu, pasalnya mereka ini kelaparan dan tak bisa lagi menahan rasa lapar itu.


Tapi dengan biadab pria itu malah duduk nyaman di rumahnya, dan yang membuat miris adalah pria itu seakan tak peduli dengan kehidupan orang-orang di desa.


"hentikan, aku mohon... Apa kalian lupa dia adalah yang mendirikan sekolah pertama di desa ini," kata Nyai Sukma yang berusaha menolong suaminya itu.


"kaki juga ingat betul yang membantu membangun sekolah itu adalah Romo heru, bahkan jika bukan karena bantuannya tak akdn ada sekolah sebagus itu, tapi lihatlah saat Romo melepaskan tangannya, sekolah itu bahkan tak bisa beroperasi, jadi siapa yang tak tau diri," kata seorang wanita melemparkan sebuah kotoran sapi kepada Nyai Sukma.


Tiba-tiba mobil dan truk berdatangan, ya itu adalah rombongan dari keluarga Romo Heru yang melewati desa begitu saja.


bahkan mereka tampak acuh tak acuh dengan pemandangan yang ada di depannya itu


mereka langsung menuju ke istana Bangura dan mulai membereskan semuanya lagi, dan kedua Nyai sudah sibuk menata kediaman.


karena sekarang kediaman Ndoro Japar dan Nyai Wulan punya di bagian belakang sendiri agar tak menyatu.


terlebih Romo Heru tak ingin putranya itu merasa tak nyaman itulah kenapa dia membuat sedikit renovasi rumah.


Para warga langsung berdatangan ke rumah Romo Heru untuk memohon maaf dan agar bisa di bantu lagi.


Karena itu bukan salah mereka,tapi sikap keangkuhan dan sikap tidak tau diri dari pasangan yang tak memiliki kontribusi apapun terhadap desa.


"ada apa para warga ini berdatangan?" tanya Romo Heru.


"Romo... Tolong kami Romo, jangan siksa kdmi Romo, hanya Romo yang jago penolong kami..."panggil para warga itu.


"tapi saya tidak bisa membantu kalian lagi, karena saya tak berhak atas hal itu, jadi maafkan saya," kata Romo Heru.


"tolong jangan katakan hal seperti itu, kami semua warga desa kelaparan dan tak memiliki tempat tinggal, kami selalu menjadi orang yang taat pada perintah Romo." mohon warga lagi


Kasyo datang bersama Agung, keduanya melaporkan apa yang terjadi di desa.


"baiklah silahkan buka kembali semua toko dan juga rumah yang sudah di persiapkan untuk para pekerja pabrik, dan semua pekerja besok sudah bisa bekerja lagi," kata Romo Heru pada para centengnya.


"baik Romo," jawab mereka semua.


Ndoro Japar juga memanggil semua karyawan dan akhirnya para orang-orang pun mulai bisa bernafas lagi

__ADS_1


Sedang di tempat hukuman untuk Ndoro Sodik, semua orang tak ada yang mengurusnya dan membiarkannya begitu saja.


Bahkan Nyai Sukma tidak bisa menurunkan suaminya itu, karena tali yang di gunakan begitu kuat mengikat tangan suaminya.


Wanita itu sudah membersihkan dirinya, dan kini sedang menuju ke istana Bangura untuk memohon ampun, tapi kedatangannya tak di harapkan siapapun .


"Romo!! Aku mohon tolong jangan abaikan aku seperti ini, aku ingin meminta pertolongan pada mu, tolong bantu turunkan suamiku dan minta warga mu itu untuk melakukannya," teriak wanita itu.


"kenapa kamu berteriak di sini, minta orang-orang yang menghukum suamimu itu yang menurunkannya," kata Romo Heru dengan dingin.


Nyai Sukma terdiam, dia kini tak bisa melakukan apa-apa lagi,karena semua sudah berakhir dengan di membuat Romo Heru marah.


dia pun segera pergi untuk meminta tolong pada warga, tapi tak satupun orang mau menolongnya.


Kebetulan Nyai Wulan keluar untuk melihat toko obat yang sudah beberapa hari dia tinggalkan, toh barang di rumah juga sudah di atur oleh suaminya itu.


saat sampai di toko obat, dia merasa kasihan dengan Nyai Sukma yang pontang panting meminta pertolongan.


"tolong lepaskan suamiku..." lirihnya


kebetulan yang menjaga Nyai Wulan kali ini adalah Agung dan Gono menemani Ndoro Japar yang sudah melakukan kunjungan pabrik teh.


"lepaskan saja, aku kasihan melihat ibu Sukma harus meminta tolong seperti itu," kata nyai muda Wulan.


"tapi aku tak bisa melihatnya seperti itu, lebih baik jika memang kalian ingin membunuhnya, ya langsung bunuh tak usah di siksa seperti ini," kata Nyai muda Wulan dengan tegas.


"maaf Nyai, tapi atas perintah Ndoro Japar, tak ada yang boleh mencampuri keputusan rakyat," kata agung yang membuat Nyai muda Wulan terdiam.


Ya bagaimana pun itu perintah suaminya, jadi dia hanya harus fokus di toko obat milik keluarga Hadikusumo.


Sedang di tempat lain, di pabrik teh, tampak beberapa pemetik teh masih bekerja.


terlihat semua sangat semangat karena permintaan teh dari eropa sedang meningkat pesat.


bahkan Ndoro Japar sampai harus menolak beberapa pesanan teh yang sulit di kembangkan.


Dan juga kopi luwak yang awalnya tak di lirik pun kini mulai di perkenalkan oleh pria itu.


Ya bagaimana pun baginya kopi luwak sangat nikmat di nikmati saat santai sore


Saat di kebun teh, beberapa wanita yang fokus memetik pucuk daun teh muda sedikit teralihkan dengan sosok tampan Ndoro Japar.

__ADS_1


Bagaimana tidak menggoda, tubuh atletis dengan badan besar dan tinggi, bahkan wajah pria itu seperti para pria pribumi dengan kulit bersih dan terawat.


"ada apa Sumi, kenapa kamu melihat Ndoro Japar sampai sebegitunya,ingat Sumi pria itu sudah beristri," tegur beberapa ibu-ibu yang memang lebih tua dari sosok gadis muda itu.


"ibu-ibu ini ngomong apa sih,saya kan cuma melihat saja, kok salah sih, mengagumi itu tidak salah kan?"


"tentu saja tidak dong, tapi tolong lihat yang benar-benar dong, dasar kamu ini," kesalnya


Setelah sosok dari Ndoro Japar pergi, mereka pun melanjutkan pekerjaan mereka.


pria itu lanjut kedalam pabrik yang memang belum modern, karena beberapa mesin masih dalam pesanan.


Dan itu akan di gunakan untuk mempermudah proses pesanan yang semakin meningkat.


Bahkan pabrik cerutu juga terus menambah banyak karyawan dan lahan pertanian juga, karena tembakau yang di gunakan adalah tembakau kualitas super yang di pilih secara seksama.


"bagaimana semua usahanya pak untung, apa perlu perbaikan lagi sekarang?" tanya Ndoro Japar.


"tidak perlu Ndoro, semuanya baik, dan saya rasa kita hanya harus memastikan pertanian tembakau harus makin baik," kata pria itu yang sedang mengikuti sosok bos-nya.


"baiklah aku mengerti, tapi aku sudah katakan padaku, jangan pekerjakan para orang yang punya keturunan asing, aku benci itu sialan," maki Ndoro Japar yang mencekik leher pak untung membuat pria itu kesakitan.


"maafkan saya Ndoro... Saya tak sadar akan hal itu," kata pria itu lagi.


"kalau begitu bereskan dan jangan membuatku marah lagi," kata Ndoro Japar yang kemudian pergi.


Gono pun merasa jika pria itu melakukan kesalahan, dan tak seharusnya dia di ampuni.


karena dia berani melakukan apa yang di larang oleh Ndoro Japar, itu sudah terbukti jika dia bisa berkhianat kapan saja.


Tapi sepertinya sekarang Ndoro Japar sedikit melunak tidak seperti saat kecil dulu.


yang sebenarnya adalah Ndoro Japar ini sedang memperhatikan sesuatu yang akan dilakukan sebentar lagi.


Tak lama,mobil milik mertuanya datang ke pabrik teh untuk memberikan contoh teh melati yang berhasil dia ciptakan dan juga ada perpaduan teh dengan bunga lainnya.


Ndoro Japar mencium aroma teh itu sangat nikmat, tapi mungkin tak akan begitu saja cocok dengan rasa di eropa, tapi apa salahnya di coba.


"Hartati, tolong seduhkan teh ini untuk Ndoro Japar dan juga tuan Wicaksono," kata Gono yang memberikan teh melati itu.


Dan dia mengawasi cara penyeduhan kopi, karena di aturan rumah keluarga Hadikusumo.

__ADS_1


tak boleh ada yang berani membuat teh untuk para putra di rumah itu, kecuali orang terpilih karena kepercayaannya.


tapi jika memang harus dan mendesak,hanya cukup di awasi oleh para centeng kepercayaan dari Ndoro yang di jaga.


__ADS_2