Harem Suamiku

Harem Suamiku
pria misterius


__ADS_3

Sekarang Ndoro Japar sedang berada di tempat pribadi miliknya bersama dengan Romo Heru.


Keduanya sedang mengawasi apa yang di lakukan oleh para tamu di bawah.


"apa Romo penasaran sekali?"


"tentu saja, mengenai bisnis ilegal seperti ini bukankah kamu ahlinya," kata Romo Heru.


"itu menurut Romo bukan, sebenarnya aku hanya menjadi pemilik di balik nama," kata Ndoro Japar


"maksud mu nak?"


"lihat pria bernama Wawan itu, dia itu adalah pemilik yang di kenal semua orang di tempat ini dan di kota ini, sedangkan aku hanya bos di balik layar, aku pemilik yang tersembunyi sebenarnya," kata Ndoro Japar.


"kamu hebat, jika memang ada yang bermasalah nantinya, bukankah dia akan menjadi orang pertama yang di cari oleh semuanya,"


"tapi apa pernah seorang Ndoro Japar melakukan masalah dalam pekerjaannya?" tanya Ndoro Japar yang membuat Romo Heru tersenyum.


keduanya pun di bawakan beberapa jenis minuman yang sangat mewah dari eropa, entahlah bagaimana cara putranya itu melakukannya.


"nikmatilah Romo, itu anggur terbaik, dan aku akan membawa beberapa pulang," kata Ndoro Japar.


"baiklah kita lihat seenak apa, sayang istrimu tidak bisa menikmatinya," kata Romo Heru yang duduk santai sambil mengambil gelas yang cukup membuatnya familiar.


"tentu saja itu tak akan baik untuk kandungannya, bagaimana Romo, menikmati anggur seperti orang asing, apa bisa santai," kata putranya itu santai.


"memang hal seperti ini asing, tapi ini sangat menyenangkan," kata Romo Heru.


Ya dia sangat menikmati rasa anggur yang punya masa simpan lama dan rasanya ringan tapi alkohol cukup membuat mereka mabuk jika menghabiskan satu botol penuh.


"mau di temani wanita juga Romo?"


"kamu mau punya ibu lain lagi?" tanya pria itu

__ADS_1


"maaf... Aku tak berminat punya ibu tiri lagi di usiaku sekarang," kata Ndoro Japar yang menikmati anggur di gelasnya.


Setelah semuanya, kini dia bangkit untuk mengambil camilan, dan saat melihat ke lantai satu, ternyata dia kedatangan tamu yang sangat spesial.


"Romo kepala polisi ada di sini," kata Ndoro Japar yang langsung mengerti kode untuk mempersiapkan semuanya.


Bahkan mereka juga menyiapkan uang cash untuk memperlancar bisnis yang sedang di jalani ini.


tentu saja mereka menyelesaikan semuanya dengan secara alami, dan Wawan menjadi tangan kanan bagi Ndoro Japar karena dia harus benar-benar tak ketahuan.


Keduanya pun turun setelah merasa puas minum, tentu saja tak sampai mabuk.


"jadi sekarang kita harus melakukan apa?" tanya Romo Heru yang bingung karena dia biasanya bersama istrinya saat main ke kota seperti ini.


"kalau aku mau membeli baju untuk istriku, dia sepertinya mulai nyaman dengan baju daster dan gaun seperti orang asing,"


"itu boleh juga, kasihan juga setiap hari melihat mereka harus mengenakan jarik, tapi kalau ada acara resmi tetap harus memakai batik dan kebaya, itu yang akan Romo buat aturan di rumah,"


"baiklah, kalau begitu kita mulai belanja, dan semoga mereka akan suka dengan semua yang kita berikan," kata Romo Heru yang setuju untuk berbelanja


dan mereka pun kalap hingga entah tak ingat sudah bersiap banyak uang yang di habiskan, tapi mereka memang tak belanja untuk diri sendiri dan keluarga saja.


Melainkan untuk semua orang yang bekerja bersama mereka, bahkan Ndoro Japar membelikan untuk mertuanya juga.


Setelah lelah belanja, mereka berdua berhenti di sebuah pedagang pecel yang berjualan di trotoar.


Awalnya Geno dan Gono panik, pasalnya Romo Heru jarang makan seperti itu jika di rumah.


Pasalnya dia yang membuat peraturan untuk menjaga semua asupan makan untuk keluarga, tapi jika seperti ini, seakan dia sendiri yang melanggar semuanya.


Tapi siapa yang bisa melanggar perintah pria itu, tentu saja tak ada yang berani.


Jadi mereka memutuskan untuk santai saja, dan setelah beberapa waktu akhir mereka pun selesai makan dan akan menata semua belanjaan.

__ADS_1


Di sisi lain, ada rombongan dari para orang yang akan menjadi orang yang membantu mereka.


Ndoro Japar juga sudah mengatakan niatnya yang ingin pindah ke rumah milik istrinya.


dan akan menjadikan itu sebagai sebuah tempat yang bagus dan bisa di nikmati oleh semua orang.


Bahkan dia sudah mempersiapkan kebun yang nantinya akan di kelola oleh para warga yang ikut dengannya.


mereka pun pulang ke desa dengan mobil yang berbeda, ya mau bagaimana pun mereka tak ingin merepotkan.


Ndoro Japar sampai di rumah mertuanya, dia kaget melihat istrinya sedang duduk bersama seseorang.


"kang mas..." panggil nyai Wulan yang langsung menyaia suaminya dan tak lupa memberikan pelukan hangat.


"sayang... Itu siapa?" tanya pria itu tak suka melihat kedekatan istrinya dengan orang asing.


"dia hanya seorang musafir, dia sedang berpergian jauh dan kehabisan bekal,jadi aku memberikan sedikit makanan untuknya," kata Nyai Wulan.


"anda mau kemana, anak buah ku bisa mengantar anda kemana pun," kata Ndoro Japar yang memanggil salah satu anak buahnya.


"tidak usah Ndoro,saya mendapatkan makanan seperti ini saja sudah cukup, jangan membuat saya makin merasa tak enak karena terus merepotkan," kata pria misterius itu yang kemudian pamit pergi begitu saja.


Ndoro Japar melirik pada agung, dia memberikan kode keras, saat Agung bertugas.


Dia sendiri mengajak masuk istrinya dengan membawa semua hadiah yang dia beli


tentu dia sudah memilihkan beberapa baju cantik itu sudah di pilih, dan yang lain di bagikan oleh Gono pada para pelayan.


"Jadi bagaimana dengan kapal milik mu," tanya Nyai Wulan yang melihat suaminya itu santai.


"semuanya sesuai harapan dan kita bisa untung besar saat semua barang laku,"


tanpa di ketahui siapapun, bos mafia ke kini sedang membuat fondasi organisasinya yang kuat saat anaknya nanti yang akan menjadi bosnya nanti

__ADS_1


__ADS_2