Harem Suamiku

Harem Suamiku
pria tampan


__ADS_3

Seorang pria sedang melatih tubuhnya yang sudah berbentuk sempurna di usianya yang masih sangat muda.


Ki Ageng bahkan tampak tak berubah sama sekali, dan tetap tampak begitu bugar di usianya.


"jadi kakek, apa aku sudah boleh pergi dari tempat ini?" tanya Ndoro Japar yang sedang duduk santai setelah berkeringat


"kenapa kamu begitu buru-buru pergi, sudah tak sabar ingin menemui orang tua mu dan adik-adik mu, atau bertemu calon cucu menantuku yang cantik, tapi rela menyembunyikan selama kamu tak ada di dekatnya," kata Ki Ageng menggoda cucu prianya itu.


"menurut kakek, lihat saja belang bahkan berani keluar hutan dan melindungi calon ibunya," kata Ndoro Japar mengusap bulu harimau miliknya itu.


"ya dia datang untuk melindungi Wulan, tapi sekarang waktunya kamu pulang le, dan temui orang tuaku, setelah itu menikah dan berikan aku cicit segera," kata Ki Ageng.


"baiklah kakek, kaki juga sudah berusia delapan belas tahun," kata Ndoro Japar yang bangkit dan memilih mandi sebelum pergi.


bahkan dia akan membawa belang kali ini untuk menjaga dirinya dan bermain bersama.


Setelah mendapatkan restu, Japar pun keluar dari goa di ikuti belang yang santai berjalan di sampingnya.


Saat akan memasuki desa, belang tampak tak terganggu dengan kepanikan warga, karena bagi harimau itu, jika tak ada niat yang jahat.


Dia tak akan menyerang siapapun, terlebih gelang ini sudah hidup lama dengan Japar dan Ki Ageng di goa.


tapi tak berapa lama, tiba-tiba belang berlari ke arah sembarangan sambil menggeram.

__ADS_1


Melihat itu japar langsung mengejar harimau miliknya yang lari tanpa tujuan itu, dia takut jika akan melukai orang yang ada di desa


Wulan sedang membeli beberapa belanjaan titipan dari tantenya Sari. Tapi pedagang yang melayaninya tiba-tiba lari sambil berteriak.


"harimau besar!!"


Wulan yang kaget baru saja menoleh saat harimau itu melompat ke arahnya, "AAA!!" teriak wulan.


Tapi dia kaget karena harimau itu bukan ingin menerkamnya, melainkan malah bersikap seperti kucing baik.


Japar yang mengejarnya tersenyum, karena belang mengenali gadis yang selama ini sudah di rindukan olehnya.


"whitt..."


dan harimau itu tampak menggosokkan tubuhnya ke kaki pria tampan yang sangat di kenali oleh Wulan


Bahkan wajahnya saja sudah plek ketiplek dengan Romo Heru, dia pun bangkit dan segera lari ke arah pria itu.


tanpa terduga, Wulan memeluknya erat sambil terisak, "bagaimana Ndoro bisa menahan semua ini, aku merindukan mu Ndoro..." tangisnya pecah.


Japar pun memeluknya erat juga, dia tak mengira jika Wulan bisa bertahan tanpa tergoda untuk tetap menunggunya.


"ini adalah persyaratan sebagai pewaris keluarga Hadikusumo, jadi aku sudah kembali untuk mu dan juga keluarga ku," kata japar yang tersenyum.

__ADS_1


Wulan pun ingat jika mereka belum menikah, dia buru-buru mendorong Japar, "maaf Ndoro, aku terlalu merindukan anda jadi tak sadar diri hingga berbuat tak sopan," kata Wulan yang buru-buru mundur dan menundukkan kepalanya.


"hanya kamu yang boleh bersikap tak sopan padaku, dan juga belang tentunya," kata japar tersenyum dan mengandeng Wulan.


Setelah mengambil belanjaannya, mereka berdua berjalan bersama, Wulan memberikan belanjaan itu untuk di bawa pulang karena dia ingin menemani Japar untuk sebentar saja.


Mereka berdua berjalan dengan santai sambil berbincang, Japar tak terganggu dengan luka palsu di wajah Wulan.


Mereka melewati kebun karet milik keluarga Hadikusumo, dan tak terasa sudah semakin siang.


Mereka pun memilih beristirahat di salah satu tempat para pekerja istirahat.


"tumben kebun karet ini sepi?"


"apa Ndoro lupa, jika baru besok mereka datang untuk menyadap karet lagi, sudah lebih baik kita kembali ke istana Bangura,karena aku yakin ibu sudah sangat merindukan Ndoro," kata Wulan lembut.


"baiklah Nyai," kata Japar bangkit dan membantu Wulan.


Tapi dia sengaja menarik tubuh gadis itu untuk menempel padanya, dan mencuri ciuman dari bibir gadis cantik itu.


"Ndoro hentikan, kita belum menikah," kata Wulan yang berusaha menahan diri agar tidak salah jalan.


"maaf ... Aku terlalu merindukan mu hingga membuat ku tak sabar lagi," kata Japar

__ADS_1


__ADS_2