
Nala sedang menikmati kue basah bersama dengan kedua temannya yang memang berasal dari keluarga yang biasa saja.
"Nala itu kakak mu sangat berani, apa ayah kalian tidak pernah marah?" tanya Neneng.
"tidak, ayah kami tak pernah marah,"jawab gadis itu.
"benarkah, kalau begitu itu sangat menyenangkan bukan," kata Sri juga.
"ya memang kalian tidak pernah mendengar bagaimana ayah ku selama ini," kata Nala heran.
"memang kenapa?" tanya Sri dan juga Neneng yang seperti orang bodoh.
"wah kalian tinggal di desa bagian mana, tidak pernah mendengar mendengar tentang keluarga Hadikusumo," kata Nala yang membuat kaget kedua temannya.
"loh berarti kamu anak Romo Heru,"
"berarti huruf H di belakang nama mu,"
"iya Hadikusumo, dan Jak Dika itu putra kedua, memang kalian tidak tau," kata Nala bingung.
"bukan begitu, karena yang aku tak sangka jika itu kaku, padahal di kelas sebelah ada seorang murid yang mengaku sebagai putri keluarga Hadikusumo dan dia sangat di bangga kan serta di hormati," kata Neneng
"benarkah?" tanya Nala kaget
"iya benar kok,dia itu bernama Tyas," kata Neneng.
"wah ini menarik,kalian mau gak bantuin aku, bilang pada semua orang jika mas Dika itu putra keluarga Hadikusumo pasti semua heboh dong,kita lihat gadis itu akan bagaimana?" kata Nala.
"sepertinya tak usah begitu deh, lihat saja tyas datang ingin bertemu dengan mu," kata Sri yang melihat gadis yang mengaku-ngaku jadi dirinya
ya memang dia terlihat bergaya seperti anak orang kaya di bandingkan Nala yang gayanya sederhana.
"siapa yang namanya Nala," kata gadis itu.
"Ita ada apa, kenapa mencariku?" tanya Naka yang pura-pura bingung.
__ADS_1
"kamu itu tak usah sok ya, hanya karena kamu di lindungi oleh kakak ku,kamu berani mengatakan pada semua murid jika kamu itu andk dari Romo Heru,dasar tak tau malu, yang putrinya itu cuma aku!" marah gadis itu.
"benarkah, kalau begitu kami bisa memanggil mobil yang selalu di sediakan oleh keluarga mu untuk menjemput mu pulang, dan lagi benarkah mas Dika itu kakak mu"kata Nala yang tak suka dengan tingkah laku gadis itu.
"baiklah nanti saat pulang sekolah aku akan buktikan," kata Tyas yang tak mau di tantang.
"ya sudah ayo sekarang kita masuk ke kelas, karena pelajaran akan segera di mulai lagi."
Nala meninggalkan gadis itu begitu saja, sedang Tyas akan melakukan apapun agar tak di bilang berbohong oleh gadis kampungan itu.
Saat pulang sekolah, Nala sedang menunggu di pinggir jalan, ternyata Tyas menghampiri gadis itu.
"masih menunggu angkutan umum, sungguh tidak elegan," hina gadis itu.
"tidak kok, tapi aku ingin lihat dirimu yang mau menunjukkan mobil keluarga mu," kata Nala.
"tunggu kakak ku dulu karena dia yang akan mengurusnya," kata Tyas.
Sebuah mobil keluaran sedikit lebih Baru datang, ternyata itu adalah Nyai Arumi yang sengaja ingin menjemput kedua anaknya di sekolah.
"ibu.." panggil Nala yang langsung memeluk wanita itu.
"bagaimana sekolah mu nak?"
"Semuanya baik ibu," jawab gadis itu.
"baiklah aku mengerti, mana mas mu?"
"mungkin masih di perpus, itu dia," kata Nala yang tak mau melepaskan pelukan ibunya.
"ibu." suara Dika yang terdengar dingin tapi tetap memberikan pelukan hangat untuk ibunya.
"baiklah sekarang kita sudah kumpul, ayo kita ke tempat yang mungkin akan kalian sukai,"
"baik ibu," jawab keduanya.
__ADS_1
teman-teman Tyas pun merasa aneh, "tunggu sebentar,permisi ibu sebenarnya yang putrimu itu siapa, karena aku tau Nala cuma gadis kampung,dan Tyas yang selalu membanggakan diri sebagai putri keluarga Hadikusumo," kata teman gadis itu.
"mas..."
"aku sudah tau kok, aku juga sudah dengar tentang itu, aku cuma diam saja, asal kalian tau, kenapa dku diam saja saat dia mendekati ku, karena aku ingin tau apa yang dia lakukan dengan status adikku, ternyata dia semena-mena terhadap orang lain," kata Dika.
"benarkah, wah keluarga mu bisa dalam bahaya, dari keluarga mana?" tanya Nyai Arumi yang tak suka nama baik putrinya di cemarkan.
"dia hanya anak dari salah satu orang yang di percaya Romo di pabriknya, jadi dia bersikap seolah boleh memakai status itu untuk kepentingannya,"kata Dika.
"kamu tak baik melakukan hal seperti itu, tolong jangan lakukan lagi, ini teguran dan jangan berani lagi mengunakan posisi putri ketiga ku," kata Nyai Arumi tegas.
Mereka kemudian pergi meninggalkan tempat itu. Terlihat sosok Tyas ini masih syok.
"cih ternyata anak seorang yang miskin, sudah kita tak usah bertendn dengan dia, dasar tukang bohong, men-ji-jik-kan," kata para temannya yang meninggalkan Tyas.
"lihat saja, aku akan buktikan jika aku ini juga kaya, aku bukan pembohong aku benci kamu Nala!!" teriak bocah itu.
entahlah dari kecil dia memang sudah tau bagaimana cara Nala hidup.
Tapi dia tak menyangka jika gadis itu akan satu sekolah dengannya padahal dia sudah bahagia sebelum kedatangan Nala dan Dika.
Tapi semuanya hancur sekarang, dia sudah di benci oleh para temannya dan dia tak mau sekolah lagi karena malu.
Sedang Nyai Arumi mengajak dua anaknya itu ke pasar, ya mereka ingin membeli beberapa barang.
Dika sebenarnya melas, tapi saat Nyai Arumi bilang ingin memberikan hadiah untuk kakak dan kakak iparnya
Keduanya jadi sangat semangat, terlebih keduanya sedang berada di rumah sakit karena mengalami sedikit musibah
Di rumah sakit sendiri, Nyai Wulan dan Ndoro Japar sedang duduk santai di teras sambil menikmati suasana sidang yang cukup terik.
Tapi angin bertiup cukup untuk membuat mereka nyaman, "ini kenapa kita tak di izinkan pulang sih,"
"aku juga tak tau mas, mungkin kita harus menjalani tes lagi,"
__ADS_1
"tes epa pagi to sayang, mas mu ini sudah tak apa-apa , jadi tak usah tes lagi ya sayang,"
"kenapa bilang padaku, ya bilang sama yang jaga rumah sakit dong," kata hati wulan tersenyum melihat keterkejutan suaminya