
Akhirnya sore itu keduanya di izinkan pulang, dan untuk Ndoro Japar harus istirahat lima hari agar kondisinya benar-benar baik.
sedang untuk Wulan sendiri dia hanya di minta menjaga sedikit emosinya agar tak pingsan seperti sebelumnya.
saat pulang ke rumah, mereka di sambut oleh semua orang bahkan pesta makan-makan sudah di siapkan.
Nyai Wulan dan Ndoro Japar sedikit diam karena ingat dengan semua orang yang berada di tempat tersembunyi.
"Gono apa mereka juga sedang melakukan hal yang sama?" tanya pria itu yang tak mau makan enak sendiri dan lupa pada orang-orang yang sudah membantunya.
"sudah Ndoro, Semuanya sudah di atur, dan tadi agung dan saya yang memastikannya," kata asisten pribadinya itu.
akhirnya Ndoro Japar ini bisa makan dengan nyaman karena tak merasa bersalah lagi.
ya bagaimana pun kegiatan mereka itu berhasil meski harus babak belur karenanya.
Nala duduk bersama kakak iparnya,bahkan dia tampak begitu manja pada Nyai Wulan.
Sedang Nyai Arumi begitu sibuk menyambut para tamu yang datang, belum lagi ada besannya juga yang datang.
__ADS_1
terlihat tuan Wicaksono dan Romo Heru begitu akrab saat berbincang, keduanya ini memang terkenal sangat cocok jika membicarakan apapun.
Di sisi lain, di tempat perkebunan tersembunyi milik Ndoro Japar juga sedang ada pesta.
ya itu adalah pesta kemenangan yang di rayakan oleh semua warga, bahkan mereka ini juga membakar dua ekor kambing secara utuh untuk di makan bersama-sama.
Mereka tak mengira jika pria itu akan kelah di tangan Ndoro Japar dan Nyai Wulan.
bagaimana tidak, saat Ndoro japar sudah tak bisa melawan, maka istrinya datang dan menyelesaikan semua tugasnya.
"masih sakit mas," tanya Lela yang memberikan piring berisi makanan pada pria yang dia cintai.
"sedikit, bagaimana keadaan Juminten apa baik saja, ku dengar kemarin dia mengalami kontraksi palsu lagi," kata Bogang.
"itu... Mereka sibuk membantu warga, tapi kenapa juminten tidak di ajak kesini, apa ya gak kasihan di rumah sendirian," tanya Bono.
"mata mu Cok, Iki Yo Nok omah," kesal bogang.
pasalnya mereka ini pesta di teras rumah dan rumah panjang, jadi para wanita yang sedang hamil dan yang punya anak kecil tak perlu keluar rumah.
__ADS_1
Lela tertawa saja, "Jumi kamu mau di ambilin sate ayam?" tanya wanita itu.
bahkan dia menyuapi bogang di depan Juminten, dan dendam sadar hati wanita itu hanya tersenyum karena dia yang datang di antara Lela dan juga Bogang
"boleh mbak, mas boleh minta semangka itu,"
"kamu jangan makan semangka, kandungan mu sudah sangat besar, takutnya ada apa-apa mending makan jeruk ini saja," kata bogang.
melihat hal itu Bono, Nono dan Lasio pun merasa jika itu bentuk kekuarga sempurna.
mereka juga punya dua pasangan yang sering cekcok hanya sekedar saat masak, tapi itu menjadi bumbu pelengkap.
Sedang para pria yang lain menganggap pernikahan adalah ikatan yang mengekang.
jadi itulah yang menyebabkan mereka memilih tidur di rumah panjang.
Di istana Bangura, semua sudah berberes, sedang para tuan rumah sedang santai duduk berbincang.
Ndoro Japar sedang mendapatkan wejangan dari mertuanya, sedang Nyai Arumi dan menantunya sedang membahas untuk acara besok pagi.
__ADS_1
Ya mereka harus datang ke acara yang akan di hadiri presiden negara ini, dan di sana nantinya mereka akan menjadi perwakilan ibu-ibu yang membantu perekonomian desa.
Karena keduanya adalah istri dari keluarga yang memang di kenal sebagai pengusaha kondang dan sukses.