Harem Suamiku

Harem Suamiku
pernikahan lagi


__ADS_3

Arumi bangun dan melihat suaminya sedang akan menikmati cerutu miliknya, tapi Arumi menghentikan pria itu.


"tolong jaga kesehatan kang mas, aku tak ingin anda sakit," bisik Arumi yang menahan tangan pria itu.


"kamu tau apa yang membuat ku sakit Arumi, penolakan mu untukku menikah lagi, dan dari semua istriku hanya kamu yang berani menolak diriku," kata Romo Heru mencengkram dagu Arumi dengan kuat.


"maafkan kelancangan ku ini kang mas, aku hanya takut aku tersingkir, terlebih dua wanita itu adalah bunga di desa masing-masing," jujur Arumi yang membuang wajahnya.


Romo Heru menariknya hingga wanita itu kembali berada di pangkuannya.


dengan cepat pria itu kembali mencium bibir tipis istrinya dan membuat gadis muda itu kembali mendesah.


dan dia tak bisa menahannya lagi, sebenarnya tidak masalah jika dia tak menikah lagi, tapi itu akan membuat Bu Yayuk merasa cemburu.


jadi pernikahan Romo Heru harus tetap terjadi, tapi dia mungkin akan selalu mengutamakan Arumi karena gadis ini selalu membuatnya tak bertahan dengan sikapnya yang malu-malu.


semua orang pulang, saat Romo Heru sudah berpakaian rapi, hari juga semakin malam karena hukuman mati itu sangat menyita waktu.


"kita pamit pulang ibu mertua, dan besok orang ku akan membereskan semuanya, dan ayo sayang," panggil Romo Heru.


"iya kang mas, ibu... Arum pamit dulu, maaf jika saya merepotkan anda, lain kali aku akan berkunjung lagi ya Bu," pamit Arumi.


"baiklah nak," jawab Bu Sumini.


akhirnya Arumi ikut dengan mobil Romo Heru, dan yang lain naik kuda seperti biasanya, dan tadi dia juga sudah memerintahkan orang untuk membeli mobil lagi.


untuk keperluan Arumi agar tak repot harus kemana-mana naik kereta kuda.

__ADS_1


bahkan dia memilihnya khusus untuk istrinya itu, setelah beberapa lama mobil sampai di rumah


Geno dan rombongan juga sampai hampir bersamaan karena mobil berjalan cukup pelan.


Bu Yayuk lari dari dalam rumah untuk menyambut suaminya, tapi betapa terkejutnya dia saat melihat Arumi keluar dari dalam mobil milik Romo Heru.


"ah... kalian dari mana, kenapa bisa bersama?" tanya wanita itu pura-pura tak terkejut.


"kang mas baru saja membantu ibu saya yang sudah di curangi, dan saya naik mobil kang mas karena kondisi luka saya belum baik, dan maaf tidak bilang dulu pada mbak Yayuk," kata Arumi dengan sopan dan lembut.


"baiklah Arum, kang mas pasti lelah, aku sudah menyiapkan makanan kesukaan kang mas, ayo dek kita makan malam bertiga, karena besok kita akan makan makan berlima dengan dua istri baru kang mas," kata Bu Yayuk dengan sengaja.


"baik mbak," jawab Arumi yang mengandeng lengan dari Romo Heru dengan mesra


bahkan Romo Heru terlihat tersenyum sekilas, Geno dan Idan langsung membuka pintu istana Harem agar lebar.


tidak ada makan di meja makan, melainkan duduk di bawah karena untuk lebih dekat bersama.


Bu Yayuk pun tak bisa melakukan apapun, karena ada dua orang yang tak bisa di kritik, yaitu Geno dan mbok Jum yang selalu jadi orang suaminya paling di percaya.


setelah makan malam, Arumi di bantu mbok Jum untuk bangun dan langsung berpamitan pada Tomo Heru.


"tunggu dulu Arum, aku ingin kamu membantu ku memilih perhiasan yang akan di berikan pada Lestari, dan Yayuk akan memilih perhiasan untuk Yanti," kata Romo Heru.


"apa pantas kang mas, saya adalah istri yang baru mendampingi anda, bukankah itu lebih pantas jika fi lakukan oleh mbak Yayuk,"


"tidak dek, kita ini sama-sama istri dari kang mas, jadi jangan mengatakan itu, sudah kita pilih bersama, karena dulu kamu yang memilihkan adalah kang mas sendiri, itu keberuntungan mu," kata bu Yayuk.

__ADS_1


"baiklah kalau mbak mengatakan itu, dan izinkan aku untuk mengobati luka ku sebentar, permisi ya..."


Romo Heru bangkit dan langsung mengikuti Arumi dan membantu istrinya itu mengoleskan obat.


bahkan pria itu meniup perut Arumi yang terluka, mendapatkan perlakuan seperti itu membuat Arumi memegang erat bahu suaminya.


"kang mas... tolong hentikan..." lirihnya.


"kenapa kamu begitu sensitif sayang," bisiknya yang kemudian memberikan ciuman pada istrinya itu baru keluar bersama.


ketiganya pun masuk ke ruangan khusus penyimpanan, terlihat semua barang tampak berjajar rapi.


Bu Yayuk menuju ke bagian perhiasan dengan bentuk yang mewah dan tampak model lama.


sedang Arumi bingung karena dia tak tau kepribadian dari calon madunya itu.


"apa kang mas tau bagaimana Lestari?"


"Geno yang paham," jawab Romo Heru.


"menjawab Nyai, dia itu tegas, mandiri dan juga penurut dan yang terpenting dia selalu mengutarakan apa yang dia pikirkan," kata Geno


"baiklah cak, terima kasih atas penjelasannya,"kata Arumi mengambil sebuah set perhiasan dengan minim ornamen batu mulia tapi murni emas.


"kamu yakin dia akan menyukainya,"


"iya mbak,karena mendengar penjelasan dari cak Geno,dia adalah wanita yang sering bergerak jadi dia akan mudah merusak perhiasan jika punya banyak batu mulia, jadi lebih baik memilihkan perhiasan seperti ini," jawab Arumi yang membuat Romo Heru tersenyum sekilas.

__ADS_1


__ADS_2