Harem Suamiku

Harem Suamiku
bertemu Japar lagi.


__ADS_3

keluarga Hadikusumo sepertinya tidak terpengaruh sedikitpun tentang kematian dari keluarga Casandra.


Toh itu juga tidak ada hubungannya dengan keluarga Hadikusumo, meski begitu para sesepuh desa tetap melapor


Dan Romo Heru hanya perlu mengirimkan perwakilannya untuk menyaksikan semua pemakaman.


Karena dia harus ke pelabuhan karena semua barang yang di beli dari luar negri datang, dan dia harus memastikannya sendiri.


Dan lagi Arumi akan ikut karena dia ingin membeli beberapa barang di kota besar itu.


Jadi kali ini hanya Japar putranya dan tiga orang kepercayaannya yang menemani bocah itu.


Meski yang datang hanya Japar, semua orang juga tak berani sembarangan pada bocah itu, terlebih mereka semua ingat jika bocah itu adalah anak Romo Heru.


"ada apa,kenapa belum di makamkan, bukankah mereka tak meyakini agama apapun," kata Japar berdiri di depan ketujuh peti mati yang berisi semua mayat.


"maaf Ndoro, tapi kami masih menunggu beberapa keluarga dari pelayan yang ada di rumah ini Ndoro," jawab sesepuh desa.


"baiklah aku akan menunggunya, dan bisakah kalian bisa memakamkan dua orang ini terlebih dahulu," kata Japar yang sudah muak dengan dua orang itu.


"tapi Ndoro, mereka ini pasti punya keluarga," kata salah satu orang.


"aku tau itu, tapi anda mau mengirimnya ke negaranya, anda kira berapa puluh juta untuk melakukan itu, lagi pula mereka semua mati karena perampokan," kata Japar y tak ingin di bantah.


Semua warga juga terdiam,jika Japar yang seorang keluarga Hadikusumo yang punya kekayaan besar saja tak ingin melakukan itu.


Bagaimana dengan mereka yang hanya pekerja kasar, tak mungkin bisa melakukannya.


Akhirnya beberapa peti mati itu mulai di makamkan dan di beri penanda nisan yang terbuat dari kayu, agar nanti jika ada keluarga mereka yang datang bisa menemukannya dengan mudah.


Dan sisanya ternyata di minta oleh keluarganya, tentu saja dengan tangan terbuka japar mengizinkan karena itu akan meringankan.


Kipli, Idan dan Pardi membagikan beberapa salam tempel yang di titipkan oleh Romo Heru pada warga yang tadi membantu.


Setelah itu mereka semua pun pergi meninggalkan tempat itu karena japar harus ke pabrik.


Di pabrik milik keluarganya, beberapa orang karyawan sedang duduk santai.

__ADS_1


Karena mereka merasa tak adil saat ini,karena gaji mereka sangat sedikit, dan itu tak cukup di gunakan untuk makan.


"kura harus mogok kerja dan minta kenaikan gaji, karena sekarang Romo Heru ini sangat perhitungan pada kura, padahal dulu saat Nyai Yayuk yang memegang pabrik ini semuanya baik-baik saja," kata pak men yang mencoba menghasut semua orang.


"itu benar, saya setuju, bagaimana yang lain, karena jika kita mogok satu harus mogok semuanya," kata pak saji.


"kalian ini gila ya, kurang apa Romo Heru pada kalian hingga berani punya pikiran seperti itu, padahal beliau ini sering membantu kita untuk menyelesaikan semua masalah keuangan," kata pak Yadi.


"Halah itu kan memang tugasnya sebagai bos, kita ini seharusnya di beri uang biar makin semangat, bukan malah di kurangi upahnya seperti ini," kata pak men yang terus memanasi semua yang bekerja di tempat itu.


"hutang mu sudah sangat banyak,meski kamu bekerja sampai anak cucu mu mati di sini pun itu tak akan bisa melunasinya, apa kamu lupa itu!!" bentak japar yang datang dan mendengar semua omong kosong pria tua itu.


Semua orang kaget dan mundur, mereka tak menyangka Japar akan datang ke pabrik, mengingat hari ini tak ada jadwal kunjungan dari keluarga Hadikusumo.


"Ndoro..."


"kenapa kalian takut, bukankah tadi ingin pergi dan melakukan mogok, silahkan lakukan saja, tapi ingat ini baik-baik, sebelum kalian melakukan itu, kalian semua hadis angkat kaki dari rumah yang kalian tempati, dan melunasi semua hutang kalian pada keluarga ku, jika tidak bisa, maka aku akan mengambil semua anak kalian dan menjualnya sebagai pembayaran hutang, paham!!" kata Japar yang mengejutkan semua pria itu.


Sedang di sisi lain, terlihat semua orang hanya diam,mereka tak menyangka jika Japar bisa mengatakan semua itu.


"lihatlah pria busuk ini ternyata seorang baj***an, kamu tanya aku bisa apa, pak Pardi seret semua wanita di keluarga pria itu, kemudian jual di luar pulau untuk di jadikan pe*****, dan jika uang itu belum bisa melunasi hutang-hutangnya yang banyak itu, bawa para anak laki-lakinya untuk di jual sebagai budak, dan pastikan aku harus mendapatkan kembali uang yang dia pinjam, dan segel rumahnya juga," kata Japar dengan marah.


"baik Ndoro,siap laksanakan," kata pak Pardi.


mendengar itu membuat pak men gemetaran tak percaya, bagaimana bisa bocah itu melakukan hal sekeji itu.


"kamu binatang!!"


"kenapa kamu marah, aku hanya ingin mengambil uang yang kamu hutang, dasar tak tau balas budi, di tolong sekarang kamu ingin mengigit penolong mu,anjing saja lebih punya adab di bandingkan manusia tak berguna seperti mu, pak lek Idan,seret dia keluar dari tempat ini dan pastikan aku tak akan melihatnya," kata Japar memberikan perintah.


"baik Ndoro," jawab Idan yang langsung menyeret pria itu pergi.


Sedang kini Japar hanya bersama Kipli dan menghadapi Lima belas orang pria dewasa yang sudah tampak mereka semua gemetaran.


"sekarang siapa lagi yang ingin merasakan hal yang sama seperti pak men, jika masih ada aku persilahkan maju kedepan ku, kalian ini tak tau diri ingin menghianati orang yang selalu membantu kalian, sekarang aku hitung sampai tiga, jika kalian tak kembali bekerja seperti yang lain, ku pastikan hal sama akan aku lakukan," kata Japar yang mulai mengangkat satu jari tangannya, dan menunjukkan angka satu, melihat itu Lima belas orang itu sudah lari ketakutan dan kembali bekerja.


melihat hal seperti itu membuat Japar muak, dia pun melihat kearah Kipli yang berdiri di belakangnya.

__ADS_1


"sudah mengingat wajahnya?" tanya Japar pada centengnya itu.


"sudah Ndoro, apa yang harus saya lakukan," tanya pria itu.


"minta orang kepercayaan mu untuk mengawasi mereka, jika mereka berulah sekecil apapun, seret mereka dan bereskan hingga tak bisa menarik napas lagi, mengerti," kata Japar.


"baik Ndoro saya mengerti," kata Kipli.


Sedang Idan membuat psk men menyaksikan bagaimana keluarganya di jual, dia tak menyangka jika dkan menghadapi konsekuensinya sebesar ini.


Dia yang tergiur oleh tawaran dan uang besar yang di janjikan seseorang.


Kini malah harus melihat semua ini, bagaimana anak dan cucunya di tarik pergi dengan paksa dan dia tak bisa melakukan apapun.


Di sisi lain,Kasyo baru sampai di istana Bangura saat bertemu mbok ni.


"loh mbok kemana semua orang, kok tumben ini istana sepi dari suara Nyai?" tanya Kasyo dan tak lama ada Joko juga baru datang.


"kalian ini lupa kalau masih kerja atau bagaimana, tadi Romo dan Nyai ke kota untuk pekerjaan, dan Ndoro Japar sedang ada di pabrik sepertinya,"kata mbok ni yang memang sedikit judes sekarang.


"ya sudah saya di sini saja, nanti juga kalau ada masalah kan pasti Kipli datang," kata Kasyo dan Joko yang duduk santai.


"terserah deh, oh ya tolong potongkan kayu-kayu itu dong, karena kayu bakar di dapur habis nih," kata mbok Darmi.


"iya mbok, memang ini laki-laki gak mau bantu pecah kayu?" kata Joko menunjuk mbok ni.


"kamu mau mati ngomong seperti itu, dasar pria sialan!!" maki mbok ni.


"jangan terlalu galak mbok, nanti Joko kabur gak ada yang ngejar lagi," kata Kasyo yang melepaskan bajunya dan mulai mengambil kapak.


"ya setidaknya aku bisa tenang, lagi pula kalau mau jadi suamiku, harus punya tubuh bagus dan kekar, bukan kurus kering begini, sudah bikin kesal saja," kata mbok ni yang sebenar dulu itu selalu menyukai Kasyo.


Tapi nyatanya pria itu malah menikah dengan mantan kekasihnya, awalnya dia sedih tapi sekarang dia sudah tak memperdulikannya lagi.


Sedang Joko tak boleh menyerah karena sekarang dia sedang menaikkan berat badan di bantu Kasyo.


"wou bantuin malah nglamun cih..." kesal pria itu karena Joko kalah diam aja.

__ADS_1


__ADS_2