Harem Suamiku

Harem Suamiku
hukuman untuk Alex


__ADS_3

Alex merasa jika dia terikat di sebuah kursi, dia juga tak bisa melihat apapun.


tapi dia bisa bisa mendengar sayup-sayup terdengar suara wanita yang sedang menangis.


Alex ingin memanggil sepupunya itu, tapi mulutnya sudah di bungkam dan tak bisa bicara.


"Lepaskan dia, apa yang kalian lakukan," batin Alex sedih.


"emmm... emmm," suara Alex yang terdengar sangat frustrasi.


"hentikan jangan bermain lagi, sekarang kita keluar untuk menemui bos," ajak salah satu pria itu.


mendengar itu, kedua pria tadi yang sedang bermain dengan Rosita pun meninggalkan ruangan hukuman.


bahkan saat mereka bertiga menghadap Ndoro Japar yang sedang duduk santai dengan istrinya pun.


Ketiganya tampak santai seperti tak melakukan apapun, "jadi puas kalian bermain?" tanya pria itu.


"kenapa kalian begitu mesum, bukankah itu bisa menjadi masalah di kemudian hari," tanya Nyai Wulan yang sedang duduk santai sambil menikmati minum teh.


"tentu saja tidak Nyai, karena bagi kami itu seperti permainan saja," jawab ketiganya.


"kalau sudah puas bermain, singkirkan, atau aku punya ide gila ya setidaknya untuk menghibur ayah mertua ku," kata Ndoro japar yang membuat istrinya kaget.

__ADS_1


"kaku ingin ayah ku bermain dengan wanita bekas mereka?" tanya Nyai Wulan.


"tenang Nyai, gadis itu belum kamu sentuh tapi ya kami main dengan mulutnya," kata Edi.


mendengar itu Nyai Wulan langsung lari ke dalam kamar mandi untuk muntah sejadi-jadinya, dia tak menyangka akan mendengar itu.


di tambah dia tak bisa membayangkan bagaimana itu terjadi.


Sedang Ndoro Japar dengan santai saja tetap menikmati pisang goreng krispi buatan istrinya.


"Nyai baik-baik saja?" tanya mbok Yem yang merasa khawatir


"ugh saya baik mbok,tapi jika bisa tolong buatkan air perasan jeruk buah ya, jangan jeruk nipis seperti kemarin," kata nyai Wulan yang berjalan ke depan lagi.


dia pun kembali duduk di samping suaminya itu, "sudah sayang, tak mau muntah lagi?" tanya Ndoro Japar.


"tidak, tapi berhenti terus membahasnya," kata Wulan kesal.


Akhirnya mereka pun duduk bersama dan nyai Wulan tetap menolaknya karena dia tak ingin ayahnya itu tidur dengan wanita sembarangan.


Mendengar itu, Ndoro Japar pun mengerti dan tak akan memaksa ayah mertuanya itu untuk melakukannya.


"kalau begitu kalian bawa nikmati, dan pastikan dia tak akan bisa melihat dunia luar lagi," perintah Ndoro Japar.

__ADS_1


"baik ndoro," jawab ketiganya yang langsung pergi.


mbok Yem datang membawa dua gelas es jeruk pesanan nyonya rumah itu.


"taruh di sini mbok, ah aku tak sabar mau meminumnya," kata nyai wulan yang mengambil satu gelas dan menikmatinya.


Tapi tanpa di duga, Ndoro Japar malah merebutnya dan ikut minum. Dia tak sangka jika istrinya itu sangat menyukai es jeruk seperti ini


"ya.... Ini cara batu untuk menikmati jeruk dari pada harus makan buahnya," kata pria itu tersenyum.


"memang mas," kata nyai Wulan.


Sedang di tempat lain, terlihat beberapa orang sedang mengawasi pekerja yang merapikan perkebunan milik nyai Wulan, ya mereka sekarang sudah tinggal menetap di sana.


Bogang duduk sambil di temani dua istrinya di teras, dia menjadi penanggung jawab.


Putra kecilnya juga terlihat diam di gendongan Juminten. "mas kamu tak ingin mengendong nya?"


"lakukan saja sendiri, aku sedang mengawasi para pekerja," jawab bidang sekilas dan kemudian pergi.


Juminten tak mengira jika pria itu akan lebih dingin lagi setelah dia melahirkan.


ya itu bukan salah bogang, sebenarnya Juminten juga hamil bukan murni suka sama suka, melainkan dia menjebak bogang karena takut di jadikan wanita rumah panjang.

__ADS_1


tapi sekarang dia harus menghadapi semuanya sendiri, sedang untuk Lela yang melihat itu hanya bisa meminta Juminten sabar.


__ADS_2