
Ini bukan pertama kalinya, Geno harus mengurusi Romo Heru lagi, terlebih setelah pria itu sering melakukan beberapa kesalahan.
Tok... Tok.. tok..
"saya masuk Romo," kata pria itu yang permisi masuk.
dia kaget melihat begitu banyak barang di lantai yang berserakan di lantai.
Bagaimana tidak, dia tak pernah melihatnya kali ini saja, tapi juga sudah sering menyaksikannya
"saya ingin melaporkan semuanya Romo, apa bisa?" tanya Geno.
"pergilah dulu, aku tak bisa menerima laporan mu untuk saat ini," kata romo Heru.
"baiklah Romo, tapi jika anda punya masalah dan butuh teman untuk berbincang, saya bisa membantu anda," kata Geno yang memang sering menjadi tempat curhat pria itu.
Saat Geno ingin pergi, langkahnya terhenti karena sebuah pertanyaan.
"apa aku salah, jika melakukan pernikahan demi kemajuan keluarga ini, padahal itu ku lakukan untuk anak-anak dan istriku," kata Romo Heru dengan suara berat.
Geno pun menutup pintu dan berbalik menghadap pria itu, "apa anda yakin dengan keputusan itu, istri anda akan bahagia, karena kebahagiaan Nyai itu mempengaruhi putra-putra anda,"
"ya kamu benar, bahkan saat ini Japar sudah membenciku mungkin karena keputusan ku itu, tapi aku ingin menguasai pasar Eropa untuk menjadikan keluarga ini tak tertandingi," kata Romo Heru.
Geno hanya bisa menghela nafas sambil memijat keningnya, kebepa pria ini kadang bisa sebodoh ini.
padahal Tania sepengetahuan dari Romo Heru, putranya itu sudah bisa masuk pasar Eropa dengan mudah, tentu dengan semua barang kualitas yang baik.
"kenapa anda punya pikiran bisa masuk pasar Eropa dengan pernikahan, apa wanita yang anda nikahi itu putri kerajaan sana, tentu bukan, tapi saya bisa jamin satu hal, saat nanti Ndoro muda menjadi kepala keluarga pasti keluarga ini akan terjebak ke seluruh dunia," kata Geno.
"apa maksud mu," tanya Romo Heru.
Geno pun tak bisa menyembunyikannya lagi, "karena Ndoro muda sudah bisa mengekspor kain dan beberapa rempah ke eropa, jadi anda tenang saja tuan, perlahan putra mu itu akan membuat mu terkejut, jadi tolong fokus pada kebahagiaan istri dan putra-putra anda,"
Romo Heru terkejut, tapi dia ingat perkataan Ki Ageng, yang mengatakan jika Japar akdn membawa kejayaan.
Setelah mendengar itu, Romo Heru berlari keluar rumah dan segera mencari istri dan putranya.
Saat pintu kamar terbuka, japar langsung berdiri di depan Arumi sambil membawa pisau untuk melindungi ibunya itu.
"berhenti di sana Romo Heru, jangan membuat ku membunuh mu jika kamu berani melukai ibu ku lagi," kata japar.
Tapi Romo Heru menangkis pisau itu dan melemparkannya jauh, setelah itu dia memeluk japar dan istrinya itu.
"maafkan aku, aku sempat berpikiran bodoh aku lupa jika sekarang fokus ku adakah kalian," kata Romo Heru.
__ADS_1
Arumi dan japar senang bukan main, setelah itu mereka pun menangis bersama, dan Japar menunjukkan dokumen perjanjian dengan seseorang.
Ternyata bocah itu berhasil menyakinkan pemilik kapal dan semua pedagang asal Eropa dengan memanfaatkan Geno.
sedang Geno menuju ke dapur dan melihat para orang sibuk dan dia bersama mbok Jum yang sedang mengendong bayi mungil itu.
Arumi keluar dengan Romo Heru, "jadi laporan tentang perampokan itu?" tanya Romo Heru.
"semuanya beres Romo, saya sudah membersihkan segalanya dan memastikan tak akan ada fitnah lagi karena itu bukan kesalahan kita," jawab Geno.
"bagus, kamu dan mbok Jum bisa pergi berlibur jika mau untuk hari ini saja, besok kalian harus masuk seperti biasa," kata Romo Heru.
"tapi nanti Nyai kerepotan menjaga Ndoro Dika," kata mbok Jum.
"ada aku mbok, dan bapak, tentu banyak mbok mban juga yang lain," kata Japar yang memberikan uang pada Geno untuk bersenang-senang.
Akhirnya mereka berdua pun pamit undur diri untuk liburan, tentu mereka memilih naik sepeda ontel saja.
karena mereka ingin menuju ke gubuk milik mereka jika ingin berduaan.
Ya gubuk itu ada di tanah milik keluarga mbok Jum yang jauh dari pemukiman warga,bahkan di dalam gubuk itu ada sumber air yang tak pernah putus berkat kepintaran Geno.
"jadi kita hanya pacaran disini lagi?"
"ya mau bagaimana lagi sudah jam segini, kamu tadi bawa makanan kan?"
Akhirnya mereka masuk dan pertama-tama Geno mengajak wanitanya itu untuk membersihkan diri karena seharian kerja.
Tapi pria itu malah membuat mbok Jum tak bisa berkata-kata karena ulahnya yang membuat wanita itu basah.
Dan sore itu akhirnya Geno bisa dengan tenang dan santai menikmati waktunya dengan mbok Jum setelah semuanya.
Sedang di rumah para mbok mban membersihkan ruangan Romo Heru dengan pengawasan khusus, sedang Japar memangku adiknya yang sedang bangun
Bahkan bocah itu tampak santai memangku adiknya, sedang Arumi membantu di ruangan kerja Suaminya.
Di klinik milik pak mantri, terlihat Wulan juga kondisinya semakin baik dan sudah di izinkan pulang.
Meski dia harus minum obat dan makan, makanan yang sudah di pilihkan oleh dokter itu.
gadis itu tak menyangka jika rasa sakit yang begitu parah ini sebagai konsekuensi dari membohongi Japar.
Padahal dia melakukan itu hanya sebentar saja, tapi rasa sakitnya terlalu parah untuknya.
selama dalam perjalanan pulang, bocah itu tampak diam saja menyaksikan sekelilingnya.
__ADS_1
Tapi saat dia sampai di rumah, seorang centeng dari kediaman keluarga Hadikusumo datang membawa buket bunga ke rumah keluarga Wicaksono.
"ada apa ini?" tanya tuan Wicaksono.
"kiriman bunga untuk putri anda dari Ndoro Japar, dia ingin minta agar bisa mengunjungi langsung putri anda sebagai teman, karena mereka sudah melakukan pertunjukan bersama," kata pria itu.
"tidak bisa Wulan sedang sakit," kata tuan Wicaksono.
"biarkan saja bapak, aku tak masalah bertemu dengan Ndoro muda, bilang padanya bisa bertamu kapan pun," kata Wulan yang di bantu Sari untuk turun dari kereta kuda.
"terima kasih Nyai muda," jawab centeng itu.
Akhirnya tuan Wicaksono membawa bunga itu untuk menaruhnya di pot berisikan air.
Sedang Wulan tak bisa menolak Japar, dia takut jika bocah pria gila itu membuatnya atau mungkin keluarganya dalam bahaya.
sedang di tempat para perampok itu, mereka sedang mabuk di temani semua wanita yang ada di tempat mereka.
Ya bahkan mereka dengan santai mabuk di teras gubuk itu, tapi berbeda dengan yang lain.
Bogang memilih menikmati waktunya bersama wanita yang dia seret dari perampokan sebelum keluarga Van Dijk.
"kebepa kamu tak bicara, apa kamu sudah muak dengan kehidupan mu, tapi sayangnya kamu tak boleh mati sebelum aku mengizinkannya,"kata pria itu.
"bos mu seorang bocah?" kata wanita itu membuat bogang tersenyum.
"kamu melihatnya, padahal aku sudah merahasiakan ini dari orang-orang ku, meski dia bocah, dia bisa membunuh tiga pria dewasa dengan mengunakan tangannya," kata bogang menjambak rambut wanita itu.
"kamu pasti pria tak berguna karena mau menerima perintah dari seorang bocah," kata wanita itu lagi.
"sepertinya kamu semakin lancang saat membuka mulut ku, apa kamu tau siapa yang harus kami rampok sesuai perintahnya, tapi kamu tak bertanya-tanya, kenapa kami bisa ke rumah mu," kata bogang membuat wanita itu melotot.
"kamu pasti penasaran, biar aku katakan karena kamu adalah daftar pertama dari orang-orang yang di bencinya, karena apa, kamu berani menyebarkan rumor dengan mulut kotor mu itu,yang mengatakan istri Romo Heru seorang wanita tak suci dan tak lebih baik dari wanita panggilan, dan ada satu rahasia lagi kematian suamimu juga bukan karena kecelakaan di gigit ular, melainkan ular itu sengaja di lepaskan di dekatnya untuk membunuhnya, kamu kira itu salah siapa, dan putra mu yang masih bayi itu aku memutar kepalanya jika kamu lupa dengan tangan ku ini, sekali klik dia mati," tambah bogang yang membuat sosok wanita itu tiba-tiba berteriak-teriak lagi seperti orang gila.
Karena kesal, bogang membenturkan kepala wanita itu ke tiang rumah hingga pingsan, "tak peduli dengan mu, jika kamu merepotkan aku akan mtmbunuh ku, ya meski tubuh ku itu sangat enak di nikmati," gumamnya yang kemudian pergi.
Dia membawa sebuah tas berisikan emas yang didapat dari perampokan terakhir dan waktunya setor pada bos-nya.
tentu saja dia berangkat sendiri karena tak ingin ada yang menganggu, terlebih dia harus menemui seseorang di desa.
dia tak menemui bos-nya kali ini melainkan hanya orang kepercayaannya, karena pria itu sibuk mungkin.
Malam itu semua tampak begitu tenang, jalar menikmati langit malam di temani Kasyo dan Idan.
"Ndoro tak tidur, padahal sudah semakin malam,"
__ADS_1
"aku tak mengantuk, dan lagi besok aku libur jadi santai saja," kata bocah itu melihat ribuan bintang di langit.
Dia ingat jika punya tato bintang, dan pasangan bintang ada di lengan Wulan yaitu bulan yang dia ukir dengan kejam terakhir kali.