Harem Suamiku

Harem Suamiku
gadis bermata indah


__ADS_3

Arumi tak menyangka dia putranya itu benar-benar menjadi kebanggaannya, bahkan Japar membuat adiknya kembali bernafas.


Arumi pun sebisa mungkin bangkit untuk mengulurkan tangannya pada Japar.


Tapi Japar memberikan bayi kecil itu padanya, "aku hanya ingin memeluk kedua putraku,"


Japar pun merasakan pelukan ibunya bersama adiknya, dan Romo Heru pun memberikan ciuman pada putranya itu.


"semuanya, persiapkan pesta untuk putra tertua ku dan juga kelahiran putra kedua ku, dan semua orang akan bahagia hari ini, dan tak ada yang boleh ada yang bersedih sekarang," kata Romo Heru.


"baik Romo!!" jawab semua orang kembali sibuk.


Sedang tatapan Japar mengincar satu orang, dia memberikan Dika pada ibunya, dan kini berdiri berhadapan dengan mbok Minten.


"dua kali kamu hampir membunuh putra dari keluarga ini, dulu aku yang hampir ikut di kubur hidup-hidup dengan ibu ku, dan sekarang adikku juga hampir mendapatkan hal yang sama," kata Japar marah.


"apa... Tapi putra Nyai Lastri sudah mati saat lahir," kata mbok Minten..


"aku tidak mati tapi hanya mengalami sedikit masalah karena meminum air ketuban keruh yang terjadi karena ramuan mu, dan berkat Ki Ageng yang mengambil ku saat yang tepat, aku bisa hidup saat ini, aku memang keturunan dari Romo Heru itulah kenapa aku punya wajah dan perilaku mirip bapak," kata japar yang menjawab semua pertanyaan semua orang saat ini.


"Ki Ageng..."


"karena dirimu aku hampir mati, dan sekarang adikku, sebenarnya kamu ini mau menyelamatkan atau membunuh kami!!" teriak japar yang langsung mengayunkan pedang yang ada di bawah kasur orang tuanya itu pada mbok Minten dan memenggal kepala wanita sepuh itu dengan sekali tebas.


Seorang pria sepuh datang, dan Geno kaget melihat kehadiran pria itu ke istana Bangura tanpa kabar.


Pria yang sudah berusia berapa ratus tahun itu datang dengan tubuh sehat bugar.


"Geno ajak aku menemui putra angkat ku dan cucuku," kata pria itu yang sudah dapat sambutan begitu datang.


"baik Ki Ageng," jawab Geno

__ADS_1


Pria itu segera masuk kedalam rumah, dan menemui Romo Heru dan juga Arumi.


"sudah membunuh berapa orang japar, hentikan kebiasaan mu nak," kata pria itu mengusap kepala bocah itu dengan lembut.


Romo Heru bangkit dan membantu istrinya, "maaf tak menyambut kedatangan Romo angkat,"


"sudahlah le, bayi mu selamat kan, untunglah dan kamu memang di ciptakan untuk menjadi ibu yang melahirkan semua pewaris Hadikusumo," kata Ki Ageng melihat Arumi.


"terima kasih Romo Ageng, tapi tiba-tiba anda datang ada apa?" tanya Arumi yang mulai takut saat melihat pria itu kembali berdiri di sisi Japar.


Dia tak mau kehilangan putranya itu, "aku datang untung mengajak cucu ku ini pulang, karena tugasnya sudah selesai,"


"tidak... Dia putra ku Romo Ageng, tong jangan bawa dia, aku tidak bisa jika harus berjauhan dengan japar, bagaimana aku harus menjelaskan pada Dika jika kakak yang rela melakukan apapun untuknya sudah meninggalkan rumah, dan meninggalkan ibunya ini," kata Arumi yang kembali begitu sedih


Japar lari dan memeluk Arumi, "jangan sedih ibu... Aku tetap putra ibu meski aku tinggal bersama Romo Ageng di gua," kata Japar.


Tanpa terduga, pria yang tak pernah mau menundukkan kepalanya, dan berlutut pada seseorang.


"tapi tak baik jika kamu membesarkan putra dari istrimu yang sudah meninggal saat Kamu punya keluarga baru,"


"tapi dia putra saya Romo Ageng, tolong jangan lakukan itu," mohon Arumi yang memeluk Japar.


Ki Ageng yang sebenarnya datang untuk melihat kehidupan Japar merasa senang karena melihat keluarga itu sudah sangat bahagia.


"baiklah aku menyerah, tapi ingat ini Arumi, sekali kamu membuat Japar terluka dengan ucapan mu, aku pastikan keluarga Hadikusumo ini akan hancur di tangan ku,"


"baik Romo Ageng saya mengerti, dan terima kasih," kata Arumi yang tersenyum senang.


Romo Ageng mengendong bayi Mahardika, sedang Arumi menciumi seluruh wajah Japar dan kembali memeluk putranya itu.


Dia benar-benar tak bisa kehilangan putranya itu, entahlah kenapa tapi yang pasti dia sudah seperti punya ikatan batin dengan japar.

__ADS_1


pukul tujuh malam semua tamu berdatangan, dan semua kaget saat melihat ada keranjang bayi dan Romo Ageng yang sudah lama tak terlihat kini menunjukkan dirinya.


Dan yang paling membuat kaget adalah pria itu duduk dengan mendekap dua cucunya.


Romo Heru yang menyambut para tamu bersama Arumi yang sudah sehat berkat ramuan dari Romo Ageng.


Dan semua tamu mengucapkan selamat atas kelahiran putra kedua, dan juga atas keberhasilan putra pertamanya.


keluarga pak Wicaksono datang dengan membawa hadiah besar, dan tentu saja dia mengajak putrinya juga.


tapi yang membuat semua orang jijik adakah wajah dari gadis itu rusak.


"saya kepala keluarga Wicaksono yang baru pindah satu tahun ke desa ini menghaturkan salam pada Romo Heru, dan saya juga ingin secara resmi memperkenalkan diri,", kata pria itu.


"silahkan dan terima kasih atas kedatangannya, serta nanti kita bicarakan tentang bisnis keluarga mu,"


"tentu Romo," jawab pria itu


Tapi tatapan mata Japar terus melihat gadis yang mungkin seusianya.


Karena mata gadis itu sangat indah bagi japar, dan di sana dia mrligat ketenangan dan juga ada hal yang membuatnya tertarik.


Tapi tiba-tiba muncul ayu yang membuat jaoar kesal, karena saat dia ingin melihat gadis itu lagi tapi dia tak ada.


"menyebalkan kamu," kata japar pada ayu.


"ih kenapa kdmu begitu menyebalkan,aku itu teman mu ya wahai putra pertama Romo Heru!" kata ayu kesal.


"diamlah kamu tak sopan, ada kakek ku di sini, dan kamu juga mengusik adikku," kesal Japar.


"ah maaf aku tak bermaksud, permisi kakek boleh aku pinjam cucunya,"

__ADS_1


"tentu nak, silahkan," kata Romo Ageng


__ADS_2