Harem Suamiku

Harem Suamiku
bocah kejam


__ADS_3

"kamu kenapa syu, katanya mau bunuh anak ayam ini, kenapa sekarang ketakutan," tanya Japar sambil tersenyum manis.


"huwa... Dia pembunuh kejam!!" kata ayu yang menangis keras.


Semua orang pun segera menghampiri bocah cantik itu, tapi Japar sudah hilang entah kemana.


ayu masih sesenggukan, "kamu kenapa nduk, mana Japar?" tanya Romo Heru.


"dia pergi setelah membunuh anak ayam, dan dia sangat kejam, dia remas itu anak ayamnya dengan satu tangan," kata gadis itu mempraktekkan apa yang di lakukan oleh Japar.


Romo Heru hanya bisa menghela nafas, bagaimana bisa bocah itu terus berulah padahal sudah di peringatkan untuk tidak melakukan yang mengerikan.


"ya dewa, bocah itu," kata Romo Heru tak bisa mengatakan apapun.


Sedang Japar sendiri, sudah berada di sebuah tempat, bocah itu melemparkan balik kayu yang dia pegang.


"lain kali, pikirkan jika ingin melakukan sesuatu, berani lagi kamu memantau semua kegiatan keluarga ku, habis kamu," kata bocah itu yang pergi dari tempat itu.


tadi dia melakukan pembunuhan pada ayam, karena dia melihat seseorang yang mencurigakan.


Dan dia mengejarnya saat ayu menangis, dan ternyata benar, ada seorang pria yang mencoba untuk melakukan sesuatu yang berbahaya.


bahkan dia bisa melumpuhkan seorang pria dewasa dengan mudah, dan meninggalkan pria itu begitu saja.


Di tambah dia juga membunuh merpati pos yang akan mengirimkan pesan pria itu.

__ADS_1


"dasar brengsek,"


Bocah itu meninggalkan pria yang sudah babak belur dengan luka di kepalanya.


Saat semua orang sedang sibuk mencari Japar, bocah itu berlari ke ke arah ayu dengan membawa bunga yang dia ambil di pinggiran sungai.


"maaf ya, membuat mu terkejut," kata bocah itu dengan berlutut.


Romo Heru kaget melihat hal itu, "sejak kapan bocah itu bisa melakukan itu," gumamnya melihat Japar.


ayu menerima permintaan maaf dari Japar, "aduh kamu begitu manis ganteng," puji istri Ndoro Kalis.


"terima kasih bude,"


"sudah Romo tak masalah, lagi pula ayu juga sudah lupa, mungkin tadi dia hanya terkejut," kata Ndoro Kalis.


"maaf ya, kalau begitu aku pamit pulang dulu, permisi," kata Romo Heru.


"tunggu Romo, kalau boleh tau, apa Japar sudah sekolah, bukankah dia harus mendapatkan pelajaran yang tepat, karena Japar adalah penerus keluarga Hadikusumo, dan tak pantas jika dia tak memiliki pendidikan yang tinggi,"kata Ndoro Kalis.


"ya anda benar, dan nanti biar aku urus sekolah putra ku," kata Romo Heru yang paling tak suka di bahas tentang hal seperti itu.


ya memang dia dan istrinya bukan orang terpelajar, tapi dia membuktikan jika dia tetap bisa sukses dengan kerja keras.


dan lagi dia juga bukan orang bodoh yang seperti dia pikirkan, di tambah dia merasa terhina dengan ucapan pria itu karena dia berani menghina dirinya yang begitu berkuasa di desa itu.

__ADS_1


Sedang dia hanya pendatang yang tak di terima di negaranya dan berani mengatakan hal seperti itu pada keturunan dari orang Jawa asli.


"kenapa bapak begitu kepikiran, bapak bisa mengirimkan aku sekolah di sekolah bangsawan itu, meski aku bukan keturunan campuran, tapi aku punya otak dan bisa membuktikan jika orang asli lebih baik daripada darah campuran yang datang sebagai penj***h itu," kata Japar yang seperti mengerti dengan apa yang di pikirkan oleh Romo Heru.


"kamu yakin Japar, karena hampir seluruh siswa yang sekolah di tempat itu berdarah campuran,"


"kenapa harus takut, mereka berdarah campuran, tapi aku putra dari pebisnis hebat dan penguasa di desa ini, jadi kenapa aku harus minder," kata Japar yang sangat yakin dan itu membuat Romo Heru tersenyum senang.


"itu baru putra ku, baiklah nak besok kita urus segalanya, dan tolong buktikan pada semua orang yang merasa mulia itu siapa penguasa tanah di sini, dan buat mereka tau dimana strata mereka yang sebenarnya, karena aku sudah muak dengan para penj***h sialan ini," kata Romo Heru.


"tentu saja, karena aku juga bukan bocah yang bisa di injak oleh darah tak murni seperti mereka," kata Japar tersenyum mengikuti sang Romo.


Kedua pria itu benar-benar memiliki kemiripan yang sempurna, dan hanya satu orang yang bisa meluluhkan keduanya yaitu Arumi.


Sang wanita tercinta yang tak mungkin bisa di gantikan oleh siapapun.


"ibu... Apa menunggu ku lama?" tanya Japar yang memeluk Arumi.


"ya bocah ini, kenapa seenaknya memeluk istriku, minggir bocah," kata Romo Heru menarik baju putranya dan menjauhkannya dari Arumi.


"bapak!!" teriak Japar yang tak terima.


"mas kok gitu sih.."


setelah merangkul dan memberikan ciuman pada istrinya, Romo Heru pun melepaskan bocah itu.

__ADS_1


__ADS_2