
Dika sedang berlatih dengan beberapa centang yang memiliki tubuh yang lebih besar darinya.
Dan dia tak takut sedikitpun, dan melawan para pria berbadan besar itu dengan sangat berani.
"kenapa kalian semudah ini jatuh, jangan anggap aku ini anak Romo Heru,anggap aku musuh yang ingin melukai atau bahkan membunuh Romo Heru, bagaimana!!" teriaknya.
Para centeng pun langsung bergerak dan menyerang bocah itu dengan cepat,bahkan Dika tak menyangka jika para pria itu begitu sadis saat menyangkut keselamatan ayahnya.
"ini menyenangkan!!" teriaknya dengan wajah tertawa lepas dengan tangan memegang satu pedang dan kapak kecil.
Tanpa di sadari Dika, seseorang sedang memperhatikan tingkah bocah itu
"wah ... Sepertinya darah pembunuh ini mengalir deras ya," gumamnya melihat Dika.
"semuanya mundur, biar aku yang mencobanya," kata Ndoro Japar yang tersenyum menyeringai.
"baiklah kakak ku yang ingin mencoba kekuatan ku,kita bisa mulai," kata Dika yang langsung menyerang tanpa ampun.
Sedang Ndoro Japar melawannya dengan santai, "ingat Dika, antusias mu itu bisa melukai mu, karena kamu jadi tak sabaran, padahal dalam perang kamu bisa mati hanya dengan satu pisau jika seperti ini," kata Ndoro Japar menendang Dika hingga terpelanting ke belakang.
Dika tak mengira jika tendangan dari kakang itu akan sekeras itu melukainya.
setelah itu, Dika bangkit dan menunduk hormat, "maukah kakak mengajari adik mu yang buta ini?"
__ADS_1
"bangkitlah, kamu sudah kuat Dika, tapi kamu harus memperbaiki sikap mu, dan ingat bagaimana Romo bersikap, karena dia adalah pembunuh berdarah dingin yang sebenarnya," bisik Ndoro Japar yang membuat adiknya itu terdiam.
Apa itu benar, dia bahkan tak bisa memikirkan hal itu, terlebih Romo-nya itu tampak sangat sopan dan baik.
"benarkah?"
"penampilan keluarga kita itu tak sebaik yang terlihat adik ku,bahkan ibu dan kakak ipar mu, ha-ha-ha," kata Ndoro Japar tertawa lepas.
Dika terdiam, jika benar begitu berarti cerita yang pernah dia dengar dari Kasyo itu semua benar.
ya dia pernah tak sengaja mendapatkan cerita itu dari dua pengawal kepercayaan Romo-nya.
siang itu dia sedang istirahat setelah berlatih teknik membunuh lawan dengan mengincar beberapa titik mematikan di dalam tubuh.
"iya lek, aku mengerti semuanya tapi apa benar itu bisa membunuh seseorang dengan sekali tusuk," tanya Dika yang tak percaya.
"itu benar Ndoro, bahkan dua orang wanita sudah mempraktekkannya, yang pertama Nyai Arumi dan yang kedua-"
"Wulan, dia bahkan bisa membunuh dua orang yang ingin melecehkan saat berusia lima belas tahun," kata Kasyo yang menyahut begitu saja.
"apa..."
"ya Ndoro, keluarga anda memang harus bisa menjaga diri,begitupun non Nala yang mungkin akan sebentar lagi mulai belajar mengunakan pisau untuk perlindungan diri," kata Geno yang mengambil air minum
__ADS_1
Ndoro Japar duduk dan hanya tersenyum mendengar cerita adiknya itu, dia juga ingat benar bagaimana harimau miliknya bisa langsung menyukai istrinya meski baru pertama bertemu.
"jago kakak bagaimana bisa menemukan mbak Wulan, bahkan ikatan kalian tercipta saat kalian berdua masih sama-sama kecil," tanya Dika.
"kamu juga akan tau nanti, saat melihatnya entahlah apa yang terjadi, tapi sepertinya semesta menunjukkan tandanya dengan caranya, dan kami juga selalu terikat dalam satu situasi yang cukup rumit pula," kata Ndoro Japar.
"begitu ya, sepertinya sangat rumit," kata Dika yang menelaah ucapan kakaknya itu.
Sedang di acara besar yang sedang di hadiri, Nyai Wulan tampak beberapa kali menghela nafas panjang.
"kamu merasa tak enak badan nduk?" tanya Nyai Arumi.
"tidak ibu, aku hanya merasa sedikit lelah," jawab Nyai Wulan.
"minum ini dulu, jika memang kamu tak kuat, lebih baik istirahat, biar ibu yang menangani semuanya di bantu mbok mban," kata Nyai Arumi.
"tidak ibu, aku kuat karena aku istri Ndoro Japar," jawab Nyai Wulan yang benar-benar membuktikan dirinya.
bahkan wanita itu tampak begitu percaya diri saat memperkenalkan semua produk usaha milik keluarga Hadikusumo.
bahkan yang mencengangkan, banyaknya para orang besar yang datang tampak tertarik dengan produk-produk yang di jelaskan
tentu saja nanti akan di pilah siapa orang yang memiliki kompetensi dasar kuat untuk di jadikan rekan bisnis.
__ADS_1
Dan tak sembarang orang bisa masuk dan bergabung dengan usaha yang sudah menggurita milik keluarga Hadikusumo.