Harem Suamiku

Harem Suamiku
tolong rahasiakan 2


__ADS_3

Romo Heru panik melihat Arumi yang kembali pingsan, dia langsung membuka ikatan istrinya yang sudah tak berdaya.


"Geno apa mbok minten belum selesai," tanya Romo Heru yang panik karena Arumi.


Di sisi lain setelah sekian lama akhirnya mbok Minten berhasil membuat Bu Yayuk berhenti pendarahan.


Dan dokter memeriksa kondisi wanita itu ternyata cukup baik karena hal tadi tak mempengaruhi wanita itu.


"untungnya Nyai Yayuk ini memiliki kesehatan yang baik, jika tidak pasti sudah beda cerita, dan mbok Minten aps kamu tak punya cara untuk mendetoksifikasi kedua Nyai, karena kasihan Romo Heru," kata dokter keluarga itu.


"anda tak perlu kasihan pada Romo Heru, karena beliau adalah orang yang paling tegar di dunia ini, dan sekarang tolong periksa kondisi Nyai Arumi," jawab Geno


"baiklah kami mengerti," saut mbok Minten


"mbok Jum tolong buatkan semua jamu yang ada di catatan itu, dan pastikan dua nyai mu meminumnya selama seminggu kedepan, dan tak boleh melakukan hubungan suami istri dulu, dan setelah seminggu aku akan datang untuk memeriksa kondisi mereka kagi," kata mbok Minten sebelum masuk kedalam kamar Arumi.


Terlihat Arumi sudah tersadar tapi kakinya di ikat di salah satu tiang ranjang dengan rantai.


"Romo Heru kenapa harus seperti ini? Beliau hanya membela dirinya," kata mbok Minten.

__ADS_1


"lakukan saja tugas mu, dan jangan banyak komentar," tegas Romo Heru yang paling tak suka di ganggu gugat tentang apa yang dia lakukan


mbok Minten tak bisa mengatakan apapun, jadi dia menurut saja, dan saat memeriksa perut Arumi.


Wanita itu melotot tak percaya, karena dia merasakan tanda kehamilan pada perut bagian bawah Arumi


"Nyai..." lirih mbok Minten.


tiba-tiba Arumi memegang tangan mbok Minten, "tolong diam saja, jangan beritahu Jang mas, karena aku takut bayiku dkan meninggalkan sebelum di lahir," lirih Arumi.


Mbok Minten pun langsung terdiam mendengar permohonan itu, dan dia sendiri bingung mau mengatakan apa.


"Nyai Arumi memiliki kondisi yang baik, apa Nyai tak pernah minum jamu atau susu ydng di buatkan oleh para mbok mban?" tanya mbok Minten memastikan sesuatu.


"tidak mbok, karena aku selalu menolak jika yang membuatkan minuman bukan mbok Jum atau mbok ni, bahkan aku harus memastikan bahwa semua tak beracun dengan sumpit perak," kata Arumi menjawab wanita itu.


"itu bagus Nyai, karena kepekaan nyai ini yang menyelamatkan anda, selamat Romo Heru, Nyai Arumi tak terdeteksi mengalami keracunan, tapi seharusnya anda menjaganya agar tidak stres," kata mbok Minten.


wanita itu memberikan resep obat tradisional pada Geno, "aku tak percaya siapapun, dan sebisa mungkin tolong pastikan nyai Arumi tak makan makanan yang buruk,"

__ADS_1


"baik mbok Minten," jawab Geno.


Sedang Romo Heru kemudian pergi begitu saja dan ingin menemui Bu Yayuk.


Karena apa yang di lakukan oleh wanita itu sudah sangat keterlaluan apa lagi palayan yang melayani wanita itu berani terang-terangan ingin meracuni Arumi.


Romo Heru berdiri di samping ranjang Bu Yayuk, "kang mas datang... Tolong berikan aku keadilan ... Usir Arumi yang sudah berani meracuni diriku kang mas... Tolong tunjukkan keadilan mu ..." tangis wanita itu


"tentu saja, dia sedang di hukum sekarang, dan aku ingin bertanya,kenapa kamu melakukan ini pada dua Isti baruku, kenapa kamu meracuni mereka dan ingin membuat mereka semua di lecehkan semalam," tanya Romo Heru yang tak bisa diam lagi.


Bu Yayuk kaget, dia tak menyangka jika rencananya sudah terbongkar tapi dia juga tak semudah itu akan menjawab pertanyaan itu, toh tak ada bukti yang memberatkannya.


"kenapa kang mas menuduhku begitu buruk, bagaimana bisa kang mas menghubungkan semuanya hanya karena kesalahan mbok seh kali ini,"


"kamu tak mau jujur ternyata, ya sudah, biar aku yang membuat pelayan mu itu mengatakan segalanya, karena kamu tau benar menyentuh Arumi itu sama saja mengajak ku berperang," kata Romo Heru yang bersiap pergi meninggalkan kamar Bu Yayuk.


"apa karena dia mirip dengan Lastri hingga kamu begitu mencintainya kang mas, apa karena hal itu!!" suara Bu Yayuk yang mulai meninggi.


"tenangkan dirimu, atau kamu akan melihat ku dalam kemarahan yang tak pernah terbayangkan oleh mu, dan berhenti menyebut nama itu jika kamu masih ingin hidup di rumah ini," kata Romo Heru yang kemudian pergi ke ruang kerjanya.

__ADS_1


Dia berdiri di depan rak buku miliknya, dan tiba-tiba pria itu jatuh berlutut dan mulai menangis.


__ADS_2