Harem Suamiku

Harem Suamiku
bertemu dengan Sodik 2


__ADS_3

Ndoro Sodik adalah seorang pria muda yang di kenal sangat pintar bahkan dia datang ke desa Romo Heru ingin mendirikan sekolah rakyat.


Ya dia bergerak di bidang sosial, karena dia ingin para rakyat yang kurang mampu pun bisa bersekolah layaknya para orang kaya lainnya.


Dia berharap pemerintah di desa itu mau menerima usulan yang ditawarkan.


Lagi pun dia mendirikan sekolah dengan uang miliknya sendiri, karena dia tak mau merepotkan semua orang.


Romo Heru masih di pabrik bersama Arumi, keduanya tampak begitu kompak dalam melakukan pekerjaan itu bersama.


Tak hanya itu,meski gampor seminggu tak ada yang datang, tapi semua pekerjaan tetap berjalan baik.


"bagaimana dengan perkebunan pak Sunar?" tanya Arumi yang memang selalu totalitas mengurus semuanya.


"semuanya baik Nyai, kemarin sudah selesai panen raya di awasi kang Kasyo dan kang sabar, jadi semua lancar dan sore nanti akan datang pembeli yang akan melakukan pembayaran pada jebengan," kata pria itu.


"baiklah kalau begitu, kita harus kemana lagi Romo, karena semua sudah selesai di lihat dan tak ada pekerjaan yang terbengkalai, Semuanya berjalan sesuai seharusnya,"

__ADS_1


"itu baik sekali Nyai,kalau begitu kita ke balai desa, karena aku ingin melihat seorang pria yang datang dengan tawaran yang menarik sepertinya,"kata Romo Heru.


Arumi mengangguk dan ikut kemanapun suaminya itu pergi.


Sesampainya di tempat pendopo kelurahan, terlihat sudah banyak orang yang datang.


Romo Heru turun dan membantu istrinya juga,tampak semua orang bangkit dan langsung memberikan salam pada pria itu.


"spa aku telat?" tanya Romo Heru.


"itu menarik, siapa nama mu, karena aku tak pernah melihat mu di desa ini?"


"menjawab Romo Ageng Heru,saya adalah putra dari keluarga Harjono, nama saya Sodik Harjono Winarko," jawab pria itu.


"sepertinya aku langsung sadar setelah mendengar nama mu, baiklah lanjutkan penjelasan mu,aku akan menyimaknya dan akan menimbang apa mau membantu atau tidak,"


"baik Romo," jawab Sodik dengan semangat

__ADS_1


Romo Heru tak menyangka, anak haram dari keluarga Harjono punya kepercayaan diri sehebat ini.


Bahkan pria ini terlihat sangat berpendingin tinggi, tapi sayang sepintar dan setinggi apapun dia, dia tetap saja anak di luar nikah dari kepala keluarga Harjono.


Arumi mencatat semua poin penting yang di unggulkan oleh Sodik, dan memberikannya pada Romo Heru saat pria itu melakukan sesi tanya jawab.


pria itu tampak manggut-manggut melihat catatan istrinya itu, dan dia menyukai semua rancangan itu.


"aku akan membantumu untuk mewujudkan sekolah rakyat ini, tapi aku punya aturan yang tak bisa kamu langgar apa kamu bisa?"


"tentu saja Romo Ageng, asal itu bukan larangan untuk memenuhi dasar sebagai seorang manusia, saya pasti akan mengikutinya,"


bagus aku suka semangat mu, carilah tempat strategis di desa dan setelah dapat, datang ke rumah ku untuk mengambil semua yang kamu butuhkan, mengerti," kata Romo Heru


"inggeh Romo," jawab Sodik sangat senang, dia tak menyangka jika akan mendapatkan bantuan besar dari orang terkaya di kampung itu.


bahkan dia tak akan kebingungan dalam membangun tempat itu nantinya karena semua sudah di tanggung oleh Romo Heru.

__ADS_1


__ADS_2