
Japar pun mengantar Wulan untuk menemui orang tuanya, ya dia harus meminta izin pada orang tua dari kekasihnya itu.
Tuan Wicaksono berdiri di depan rumah bersama sari, Kasyo dan putra mereka Aksa.
Japar turun dari dalam mobil dan membantu kekasihnya itu juga turun dan keduanya tetap bergandengan tangan saat menuju ke rumah keluarga.
"selamat siang bapak, saya datang untuk memperkenalkan diri secara resmi, dan meminta putri anda untuk jadi istriku," kata pemuda itu.
Kasyo tak mengira jika pemuda itu akan meminta keponakan istrinya yang juga masih sangat muda untuk mengikat janji suci pernikahan.
"tentu saja, sebelum itu kita bicara di dalam dan pastikan orang tua mu datang untuk meminang secara resmi padaku," kata tuan Wicaksono dengan bangga.
"bapak..."
"tidak masalah Wulan, karena aku.je sini sebagai pria yang ingin meminang putrinya, bukan sebagai putra dari keluarga Hadikusumo," kata Japar yang tersenyum ramah.
gadis itu pun tersentuh dan tanpa terduga Wulan mengusap telapak kaki dari pria di sampingnya itu.
"aku sudah bersumpah dulu untuk menjadi budak mu,ke apa kamu begitu baik memperlakukan ku,"
"karena aku menyukai mu, dan perasaan itu makin besar saat aku bertapa," jawab Japar jujur.
Mendengar itu, Wulan pun tersenyum dan mengenggam tangan pemuda itu.
Dia tak mengira jika dia di berikan kehormatan seperti ini, padahal dulu dia di tukar dengan kebahagiaan dari Sari.
__ADS_1
Japar pun menawarkan mas kawin yang datang bersamanya, dan itu membuat tercengang karena semua itu sangat banyak untuk ukuran lamaran.
Padahal keluarga mereka harus mempersiapkan pernikahan, yang sudah di pastikan tidak ada menelan biaya sedikit.
"tapi ini terlalu banyak," kata tuan Wicaksono.
"tidak baik, kakek bilang jika seorang wanita harus di perlakukan sesuai dengan kemampuan pria untuk mempersuntingnya, dan aku tak mungkin menghargai wanita yang aku cintai hanya dengan sekarung beras, jadi aku mampu memberikan semua ini untuk bisa mempersunting putri anda," kata Japar.
Tuan Wicaksono melihat Kasyo, "ini adalah sikap para putra dari keluarga Hadikusumo saat mempersunting seorang wanita," kata Kasyo.
"itu benar pak," jawab japar yang memdng mengikuti apa yang selalu di lakukan oleh para terdahulunya terlebih ayahnya dalam hal menghargai wanita yang dia cintai.
"baiklah aku terima, tapi kalian bukankah seharusnya Ki Ageng yang memberi restu terlebih dahulu,"
"beliau sudah datang sendiri untuk meminang cucu menantunya," kata Romo Heru yang datang bersama Ki Ageng dan juga keluarganya.
Sedang untuk Romo Heru sudah mendapatkan penghormatan dari Kasyo dan Sari begitupun dengan putranya.
Bahkan saat mendekat ke orang tua pun, kedua pasangan yang tengah di mabuk cinta itu berjalan bersama dalam langkah yang sama.
"kenapa aku seakan melihat masalalu, bagaimana dulu kamu berjalan bersama Arumi yang begitu cantik dan memberikan tatapan cinta pada ibu dari Japar secara bersamaan," kata Ki Ageng.
"itu berarti menantuku ini akan sangat beruntung karena akan sangat di cintai oleh suaminya bukan,"
"hei sayang istri ku yang cantik, kamu juga tak kekurangan cinta dari suamimu kan," kata Romo Heru.
__ADS_1
"jangan membuat ku jijik dengan kemesraan ini, aku mau muntah," kata Dika yang geli sendiri dan merinding.
Ki Ageng tertawa merangkul cucu keduanya itu, karena Dika juga suatu hari akan menemukan wanita yang bisa membuatnya seperti Japar saat ini.
Akhirnya malam itu di adakan lamaran secara sederhana dan pernikahan di lakukan seminggu dari saat itu.
Ya karena itu permintaan Ki Ageng,dan semua yang muda menyetujui itu dan Wulan pun melepaskan semua topeng yang dia kenakan selama ini.
Bahkan luka palsu itu tak bisa menutupi kecantikannya, bahkan Ki Ageng tersenyum saat melihat wajah Wulan yang dari sekilas lihat mirip dengan Arumi.
"dasar bocah satu ini benar-benar mirip dengan Romo-nya yang pintar mencari gadis cantik," kata Ki Ageng.
Arumi dan Wulan tersenyum malu mendengar itu, sedang dua wanita itu hanya bisa malu mendengarnya.
Di tempat lain,seorang pemuda sedang di puja,karena dia berani mengunakan nama Japar Hadikusumo untuk mendapatkan semua kesenangan itu.
bahkan entah berapa banyak gadis yang telah dia nikmati dan miliki, dia berada di desa yang jauh dari desa tempat tinggal dari kediaman keluarga Hadikusumo.
itulah yang membuat pria itu aman tanpa takut ketahuan terlebih itu desa yang cukup terpencil dan sangat pelosok.
itulah yang membuat para warga percaya begitu saja, di tambah pria itu memang sangat pintar dalam membangun pertanian dan juga terkenal berani
bahkan seperti hari ini, pria itu menunjukkan kekuatannya di depan semua warga desa dengan membuat seekor sapi yang mengamuk mati dengan kepalan tangan saja.
Hal itu pun menjadi kebanggaan warga desa,karena mereka tak menyangka jika pria yang terdengar sedang bertapa.
__ADS_1
Memilih desa mereka menjadi tempat singgah, dan sudah dua tahun ini mereka mendapatkan hasil dari kedatangan Japar.