Harem Suamiku

Harem Suamiku
jangan pergi romo


__ADS_3

Tanpa di duga, Romo Heru kini menggulung Arumi dengan kain jarik dan kemudian membawanya ke dalam kamar.


setelah di tidurkan, ternyata Arumi malah terbangun dan memeluk lehernya dengan erat.


"kang mas ... Tolong jangan pergi, aku ingin bersama mu," bisik Arumi yang memang masih terpengaruh obat yang di berikan Sukma tadi.


"maaf sayang, besok kita lakukan lagi, sekarang maju tidur dulu," kata Romo Heru memukul tengkuk Arumi hingga membuat wanita itu pingsan.


Setelah itu, dia bergegas menutupi tubuh istrinya itu dengan selimut dan bergegas pergi ke tempat Bu Yayuk.


Karena dia tidak ingin membuat wanita itu kesal atau apapun itu, dan tanpa di ketahui oleh Romo Heru.


Dua istri barunya sudah dalam bahaya besar, entah apa yang sedang menunggu keduanya.


Dia sampai di kamar milik bu Yayuk, dia masuk dan kaget saat melihat wanita itu hanya mengenakan baju tipis.


"aku datang untuk beristirahat Yayuk, tolong jangan melakukan hal aneh, jika kamu tak mendengarkan dku, aku akan pergi dari sini," ancam Romo Heru.


"baiklah kang mas, kalau begitu tolong minum air beras kencur spesial yang aku buatkan untuk mu," kata Bu Yayuk menyodorkan sebuah gelas pada pria itu.


tentu saja, Romo Heru ini tau apa niat istrinya itu, tapi dia tdk sebodoh itu untuk mau minum begitu saja.


"kamu lupa tata cara untuk ku agar bisa minum," kata Romo Heru yang memberikan gelas itu pada Bu Yayuk.


dengan santai, wanita itu minum setengah, baru kemudian Romo Heru yang menghabiskan minuman itu.


Tapi Bu Yayuk perlahan terpengaruh oleh jakunyang dia berikan sendiri, sedang Romo Heru kembali mengeluarkan jamu yang tak sepenuhnya dia minum.

__ADS_1


Bu Yayuk sudah tak sadarkan diri di lantai karena ulahnya, Romo Heru selalu tau jika Bu Yayuk ini melakukan sedikit masalah.


Setelah melihat Bu Yayu pingsan, Romo Heru memanggil semua anak buahnya melalui kentongan yang di pasang di dalam rumah.


karena dia tau pasti ada yang tak beres, Geno sudah menyebar semua orang kepercayaannya.


Mbok Jum dan mbok ni serta semua mbok mban yang terlatih beladiri ikut berkumpul di rumah utama.


"semuanya masuk ke kamar para Nyai, dan pastikan jika tidak ada orang yang berani menyerang salah satu dari istriku," perintah Romo Heru.


Tapi Romo Heru berhenti bicara seketika, saat melihat sosok Arumi keluar dengan kaos putih kebesaran, tangan berlumuran darah.


rambut awut-awutan tak berbentuk, dengan tatapan penuh kemarahan, dan yang membuat Romo Heru dan semua orang di ruang tengah itu terkejut adalah sebuah kepala di tangan wanita itu.


tanpa bicara, Arumi melemparkan kepala itu tepat di kaki suaminya, "lain kali aku akan membunuh orang yang menyuruhnya, meski aku harus mati di tangan mu kang mas, aku tak peduli," kata Arumi yang kemudian kembali kedalam kamarnya.


"Alip!!" teriak salah satu mbok mban yang memang di kenal dekat dengan pria itu.


Dan semua orang tau siapa nyai dari Alip ini, dan ternyata benar, ada dua lainnya yang mencoba untuk melecehkan dua istri baru dari Romo Heru.


"Romo kami menangkap mereka," kata Kasyo.


ia marah besar, dia tak mengira jika ada orang yang tak tau malu berani melakukan ini di rumahnya.


"penggal semuanya, dan bersihkan kamar utama," perintah Romo Heru yang bergegas melihat kondisi dari Yanti dan Lestari.


Untungnya kedua wanita itu tak mengalami hal besar, karena dia mengetahui apa yang akan terjadi.

__ADS_1


Setelah memastikan dua istrinya itu aman, Romo Heru sudah sampai ke kamar Arumi.


Dan terlihat semua sudah bersih meski kasur harus di ganti karena darah pria itu hampir mengotori seluruh kasur.


"mana Arumi?"


"nyai ada di kamar mandi Romo,"


tanpa bicara, Romo Heru langsung bergegas ke area kamar mandi untuk melihat istrinya itu.


Ternyata Arumi sedang duduk berendam di dalam bathtub dan pandangan mata wanita itu sangat kosong.


"sayang..."


Romo Heru mengulurkan tangannya untuk menyentuh pipi dari Arumi, tapi tanpa terduga wanita itu menampiknya dan membuang wajahnya dari suaminya itu.


"sayang..."


"karena dirimu, dia hampir saja memperkosa diriku,apa kamu tau jika aku tak menyembunyikan pisau tajam milik mu di bawah bantal ku, dia sudah berhasil melecehkan ku, terlebih kamu meninggalkan diriku begitu saja setelah membuat ku pingsan, apa sedalam itu cinta mu padanya, kalau begitu minta dia melayani mu, dan jadikan aku istri terbuang mu, aku tak peduli!!" teriak Arumi yang tak tahan lagi.


Romo Heru pun naik pitam dan tanpa sadar melayangkan sebuah tamparan keras pada istrinya itu.


"diamlah!!"


"ha-ha-ha.... Kalau kamu mencintai istri pertama ku itu, kenapa harus menikahi semua istri milik mu yang lain untuk di jadikan korban kegilaan dan kemarahan istri mu itu, cukup aku lebih baik tinggal di pengasingan dari pada di istana yang bisa membuatku mati kapan pun, aku lelah ...." kata Arumi yang akhirnya menangis.


dia tak bisa marah lagi, dan akhirnya memeluk Arumi yang benar-benar sangat terluka saat ini.

__ADS_1


dia tak bisa melepaskan Bu Yayuk karena ada rahasia besar yang bisa saja membuatnya malu jika sampai rahasia itu terbongkar.


__ADS_2