
"Ndoro kain jarik nya kenapa?" tanya Wulan yang tak sengaja melihat noda di kain yang di kenakan oleh Japar.
"ini karena teman ku tak hati-hati dan menumpahkan minumannya, aku pamit dulu ya Wulan dan nikmati pestanya, permisi tuan Wicaksono," kata japar yang langsung pergi di ikuti oleh mbok ni.
Sedang Wulan yang memang tak kenal siapapun anak seusianya, memilih terus menemani ayahnya untuk menyapa beberapa tamu.
Karena dia harus tau apa yang di bicarakan oleh para orang dewasa, dan setelah lelah dia memilih duduk di pojok ruangan sambil menikmati kue.
Japar dan Alex juga sudah menyapa beberapa temannya dan kini mereka berdua duduk di samping Wulan, tentu Japar di tengah agar Alex tak berdekatan dengan gadis itu.
"kenapa kamu di sini, seharusnya gabung saja dengan yang lain," kata Japar yang memberikan minuman pada gadis itu.
"tidak apa-apa, saya suka sendirian begini, dan kalau boleh tau kenapa anda berdua disini?" tanya Wulan yang kurang nyaman dengan Alex.
"aku lelah, dan pusing karena kebanyakan tamu, dan dia adalah teman baik ku di sekolah," kata Japar.
"salam kenal, saya teman latihan menari Ndoro Japar," kata Wulan sopan dengan menangkupkan tangannya di depan dada saat berkenalan.
"iya, aku tak sangka seorang Japar ini bisa menari," kata Alex.
"setiap orang pasti punya hobi bukan,jadi jangan berlebihan," kata Japar yang tak suka ucapan Alex.
Ayu dan Rosita datang bergabung, Wulan makin merasa minder saat melihat ayu dan Rosita yang punya wajah blasteran Indonesia eropa.
Tapi tiba-tiba Wulan di panggil oleh Nyai Sukma yang datang bersama Ndoro Sodik.
"Wulan!"
"ah ibu guru, saya permisi ya Ndoro, terima kasih atas minumannya, mari..." kata gadis itu sopan dan langsung memeluk tubuh Sukma yang memang selama ini menjadi guru di sekolahnya.
"kamu di sini, makanya aku cari di tempat bapak ku tak ada, kita temui Arumi yuk," ajak Nyai Sukma.
"iya Bu guru," jawab Wulan yang pergi dengan wanita itu.
Sedang Japar hanya bisa menghela nafas karena dia tak pernah bisa berdua saja saat ada pesta seperti ini dengan Wulan.
"kira berkumpul dengan yang lain yuk, sepertinya Romo Heru akan segera memulai sambutanya,"
"baiklah, ayo..."
Mereka berkumpul dengan teman-teman yang kebetulan ikut hadir di acara itu.
Tapi tiba-tiba Ndoro Sodik menghampiri Japar, "ndoro muda, bisa ikut paklek sebentar," katanya dengan sopan.
"iya paklek," jawab japar.
"tunggu boleh aku ikut?" tanya ayu yang selalu ingin menempel pada japar.
__ADS_1
"maaf ya nona cantik, tapi saya hanya ingin bicara empat mata dengan Ndoro muda,"
"sudah ayu, kamu di sini saja aku juga cuma sebentar, dan jangan membuat ku semakin kesal karena kamu yang terus menempel seperti ini," kata Japar yang langsung pergi.
Ternyata dia di bawa ke tempat Arumi yang sedang duduk di tempat yang sudah di sediakan.
"aku sudah berhasil membawanya, jadi kalian ingin dia membuat Ndoro tampan ku ini untuk melakukan apa?" tanya Ndoro Sodik.
"sebenarnya ibu ingin lihat kalian menari seperti yang kalian bawakan saat pentas di sekolah bangsawan," kata Arumi yang memohon.
"baiklah ibu, aku akan melakukannya dengan Wulan, sesuai permintaan ibu," kata Japar.
Akhirnya Wulan pun di bantu oleh nyai Sukma mengunakan baju yang biasa di kenakan untuk menari begitupun Japar
jika saat dia mengunakan topeng, sekarang dia tak menggunakannya, dan lagi mereka mengunakan selendang warna hijau sebagai bukti ikatan.
setelah siap, Wulan keluar terlebih dahulu dan para penabuh gamelan pun mulai memainkan lagu yang di minta oleh Ndoro Sodik.
Terlihat gerakan gemulai dari Wulan mampu menghipnotis semua orang, bahkan wajah cantik itu menambah kesempurnaan dalam tariannya.
Tak lama giliran japar yang keluar dan bergabung dengan Wulan, keduanya tampak begitu serasi dalam menarikan tarian itu.
Semua orang terhipnotis oleh keduanya, dan bertepuk tangan saat tarian itu berakhir.
Setelah selesai, keduanya sudah berganti baju, ayu dan Rosita tak menyukai itu, bagaimana bisa Japar mau menari dengan gadis kampung seperti itu
acara tedak sinten juga berjalan dengan lancar, dan pesta berakhir cukup malam.
dan Arumi juga tadi memberikan selamat dan hadiah untuk wanita itu, karena bagaimanapun juga mereka itu dekat.
sedang di luar hutan terlarang, rombongan perampok itu sudah siap pergi dengan motor yang di beli, dan tentu saat nanti beraksi akan di parkir di jauh dari titik lokasi.
Mereka pun berpencar ke segala arah, dan saat sampai di titik yang di tunjukkan.
ternyata itu sebuah rumah yang cukup mewah, dan penjagaan tak terlalu ketat.
bogang dan beberapa anak buahnya bergerak terlebih dahulu, dan langsung melumpuhkan semua penjaga dan pelayan.
Ada dua kamar utama di sana, di salah satu kamar terdengar suara ******* yang cukup keras
ternyata pintu tak tertutup dengan baik, Bagong mengunakan topeng dan mengintip dari celah pintu yang tak tertutup rapat.
Dia menyeringai di balik topeng dan langsung menendang pintu kamar milik Joe.
"brengsek siapa kalian," kata Joe kaget melihat rombongan pria bertopeng.
"gak usah banyak bacot," kata Bagong langsung melemparkan bambu runcing tepat di jantung pria itu langsung membuat pria itu terjatuh mati dengan posisi berlutut bahkan tak bisa tidur karena terhalang bambu runcing itu.
__ADS_1
Dan pasangan pria itu yang ketakutan juga langsung di bunuh tanpa ampun.
"kalian bertiga bereskan semua harta di kamar ini, Joko ikut aku membuat pria ini jadi bahan tontonan besok pagi," kata Bagong yang di iya ni oleh anak buahnya itu.
Sedang di kamar Casandra, Lina orang lainnya juga sedang menguras semua harta, dan tak lupa mereka juga melecehkan wanita itu.
setelah puas mereka pun menggantung wanita itu hingga mati dan setelah itu membawanya keluar rumah dan mengandungnya pas di depan pintu rumah.
Untungnya malam ini, Bagong melakukan sirep sebelum melakukan aksinya.
Karena mereka tak ingin ada kesalahan sedikit pun, setelah selesai mereka pun bersiap untuk pulang
dan untungnya ilmu milik bogang ini berguna, dan besok sudah bisa di pastikan jika para warga akan kaget melihat apa yang terpajang di sana.
Di rumah tuan Wicaksono, Wulan dan Sari sedang mengobrol, ya tadi wanita itu di ajak pulang ke rumah tuan Wicaksono karena kandungannya semakin besar.
Dia merasa khawatir karena jika di rumah sari dan Kasyo l, takutnya saat sari ingin melahirkan tapi suaminya tidak ada itu bisa merepotkan.
"apa kasyo tak marah Sari?"
"tentu saja tidak mas, kami sudah membicarakan ini jauh-jauh hari karena mas Kasyo juga takut saat aku melahirkan dan tak ada siapapun, terlebih akhir-akhir ini Romo Heru sedang sering ke luar kota," jawab sari.
"aku senang sekarang ada bulek lagi, tapi apa paklek nanti tak ikut kesini, kan kalian berjauhan jika paklek tidak datang,"
"aduh calon Nyai di masa depan, tidak mungkin paklek mu ini meninggalkan istrinya sendiri saat hamil, tentu paklek akan datang jika ada waktu," kata Kasyo datang.
"pelamar datang paklek, maaf aku membicarakan panjenengan," kata Wulan.
"tak masalah, aku akan buatkan kopi, Monggo semuanya bisa berbincang dengan nyaman," kata Wulan yang langsung bergegas ke dapur.
Kasyo merasa sedikit sungkan karena tuan Wicaksono seperti belum bisa menerimanya.
"kenapa kamu begitu tegang, santai saja, kita sudah jadi keluarga jadi tak usah seperti ini," kata tuan Wicaksono.
"iya mas, saya mau berterima kasih karena mas mau membantu ku menjaga sari,"
"kamu ini ngomong apa, dia itu adikku jadi itu juga tugas ku, tapi aku hanya punya satu permintaan padamu, tolong jika bekerja jaga dirimu dengan baik dan selalu pulang dengan sehat, mengerti kan," kata tuan Wicaksono.
"iya mas, saya janji hal itu pada anda dan istri saya," kata Kasyo.
malam itu Kasyo dan Sari menginap di rumah kakak iparnya, karena permintaan tuan rumah.
Keesokan paginya, semua warga heboh melihat dua sosok yang sudah di perlakukan debgsn kejam.
Pasalnya kondisi dari Casandra dan Joe sangat mengenaskan. Bahkan tak hanya mereka.
seluruh pelayan juga memiliki masih yang serupa, dan semua orang mulai menerka-nerka siapa pelakunya.
__ADS_1
Karena baru kali ini ada pembunuhan yang begitu kejam seperti tak punya hati dan perasaan.
Akhirnya para korban itu di jadikan satu dan tokok masyarakat mulai meminta tolong pada warga untuk menguburkan jenazah dengan layak dan seharusnya.