Harem Suamiku

Harem Suamiku
bertemu Sukma 3


__ADS_3

Bu Yayuk akhirnya bisa lepas dari para ibu-ibu yang merepotkan itu, tapi saat dia ingin mendekat kearah Romo Heru.


Lestari datang bersama anak-anak menghampiri Romo Heru, ya Lestari membuat bu Yayuk mundur karena mengira jika Sukma tak akan bisa merayu Romo Heru.


tapi nyatanya dia sudah mendapatkan izin untuk kapan pun jika ingin datang ke istana Harem untuk membahas tentang pertanian di izinkan.


pukul tiga sore akhirnya semua acara selesai ddn ketiganya pun baru sampai di rumah.


Arumi dan Yanti tampak berdiri di depan rumah menyambut kedatangan dari Romo Heru dan dia istrinya.


"selamat datang kang mas," sapa Arumi dengan lembut yang langsung mengambil tangan suaminya itu untuk di cium sebagai tanda kesopanan.


Romo Heru tak lupa memberikan ciuman pada Arumi, "kalian semua silahkan istirahat, aku ada sedikit masalah yang harus di selesaikan dengan Arumi,"


"baik kang mas," jawab ketiga wanita yang lain yang memutuskan untuk kembali ke kamar masing-masing.

__ADS_1


Lestari tampak begitu lelah karena harus seharian ini memakai baju kebaya full.


dia tak terbiasa dengan kemben yang mengikat erat di bagian perut dan pinggangnya.


"mbok tun, tolong bantu aku melepaskan kemben ini, karena sangat menyiksaku,"mohon Lestari.


"aduh Nyai, anda harus sering mengunakan benda ini jika ingin di lirik oleh romo Heru," kata mbok tun yang ingin gadis yang dia layani itu mendapatkan tempat khusus.


"apa masih ada kesempatan, mbok juga bisa melihat, bagaimana cara kang mas menatap sosok mbak Arumi dengan penuh cinta, bahkan dia tak menunjukkan wajah lelahnya demi melihat senyuman di wajah istrinya itu,".


"semoga ya mbok," jawab wanita itu


di sisi lain, ada Bu Yayuk yang sedang menikmati mandi air dingin dengan berendam.


dia melepaskan semua ketegangan yang harus di hadapi karena banyak orang yang tadi dia temui

__ADS_1


ya dia pengurus salah satu pabrik besar jadi dia harus mencari beberapa pelanggan baru atau mungkin rekan bisnis yang bisa membuat usaha milik keluarga itu semakin besar.


di teras pendopo ada Romo Heru yang sedang duduk bersama dengan Arumi di dekat kolam ikan yang berdiri di tengahnya patung seorang penari.


tak lama sebuah kereta kuda datang, ternyata itu adalah Sukma yang datang untuk membawa beberapa contoh pupuk yang di gunakan dalam pertanian.


Arumi yang melihat sosok wanita yang turun dari kereta kuda pun hanya tersenyum lembut, dia pun menyapa dengan sopan.


"selamat datang mbak Sukma, maaf saya tak memberikan penyambutan khusus karena aku tak tau jika anda akan kesini,"


"tentu saja karena aku yang melarang kang mas mengatakan apapun pada kdlian, aku ingin memberikannya kejutan untuk mu terutama," kata Sukma.


"tentu saja, karena aku yakin ada sesuatu yang akan di beritahu karena aku sudah tau bagaimana sikap mu dari para pelayan ku," kata Arumi yang berdiri berhadapan dengan Sukma.


"semoga bukan omongan yang buruk, karena image ku sudah buruk karena pembunuhan karakter yang di lakukan oleh wanita siluman itu," terang Sukma dengan santai

__ADS_1


__ADS_2