Harem Suamiku

Harem Suamiku
berita besar terjadi.


__ADS_3

Wulan hanya bisa terduduk merasakannya sakit di tangannya, dia tak menyangka jika japar bisa sekejam itu.


tapi ini juga salahnya, tapi semua sudah terjadi dan dia tak bisa melakukan apapun.


"nduk, kamu tau siapa yang melakukan ini padamu?" tanya pak Wicaksono.


Wulan mengeleng pelan, dan gadis itu belum bersuara lagi setelah kejadian semalam.


Sedang di rumah Romo Heru, Geno sudah masuk kedalam rumah dengan membawa kabar yang mengejutkan.


"maafkan saya mengganggu waktu sarapan Romo dan Nyai, serta Ndoro muda, saya ingin memberitahukan jika semalam rumah keluarga Van Dijk mengalami kerampokan, dan seluruh pelayan di rumah itu tewas mengenaskan menyisakan dua majikannya," kata Geno.


"baiklah,ajak beberapa anak buah mu untuk melihatnya, dan pastikan kamu menyelesaikannya karena aku tak mau keluarga biadab itu melakukan hal yang akan membuat keluarga ku dalam masalah, terlebih putra bodohnya itu selalu membuat masalah," perintah Romo Heru.


"baik Romo, saya akan melakukan sesuai perintah anda," jawab geno.


Sedang Japar yang mendengar berita itu hanya tersenyum, "itulah karma yang pantas di terima orang seperti mereka, terlebih William bodoh itu," kata Japar.


"nak... kenapa bilang begitu, kamu tau jika mengatakan hal seperti itu tak baik," kata Arumi yang tak mau putranya itu terlalu arogan.


"iya ibu maafkan putra mu ini," kata japar tersenyum.


"sudahlah Japar, kamu harus sekolah bukan, sepertinya kamu harus di antar Kasyo lagi, atau mau bareng dengan bapak?" tawar Romo Heru.


"tidak usah bapak, aku bisa berangkat dengan pak lek Kasyo, dan aku tak mau nanti malah merepotkan karena Romo harus mengurus beberapa izin dan yang lainnya,"


"bocah pintar, ya sudah selesaikan sarapannya setelah itu kita berangkat, dan untuk mu istriku, kamu nanti harus melakukan perawatan setelah melahirkan karena tubuh ku harus sehat lagi dan kembali ke bentuk tubuh ideal lagi," kata Romo Heru.


"iya kang mas," jawab Arumi.


Dia tau jika suaminya itu tak suka wanita yang punya berat badan berlebihan, jadi dia sudah mulai melakukan diet meski dalam kadar normal.


Asal tidak menganggu kesehatan putranya itu aman, sedang Romo Heru sebenarnya dapat tawaran pernikahan lagi dari seseorang.

__ADS_1


Tapi dia belum mengatakan pada istri dan putranya, karena jika dia melakukan pernikahan itu, di jamin dia akan mendapatkan manfaat besar untuk semua usahanya.


Tentu dia harus memikirkannya dengan sangat matang, jika tak ingin melukai istri dan putranya yang baru saja bahagia.


Mobil yang mengantarkan Japar ke sekolah pun sampai, dan terlihat semua sedang berkumpul di depan kelas untuk membahas kabar yang baru saja tersebar.


Terlihat ayu juga ada di sana bersama teman-temannya yang lain.


Tapi bagi Japar berita itu tak menarik sedikit pun karena di pastikan jika berita yang sampai di sekolah pasti sudah menyimpang lebih jauh.


Ayu segera mengejar Japar masuk kedalam jelas, "ada apa kamu mengejar ku kesini?"


"kamu kenapa begitu dingin, apa kamu masih marah karena aku menghina gadis yang wajahnya itu buruk rupa, dan kemarin kamu juga menghilang setelah acara sekolah, kamu itu tak pernah menganggap ku ya,"kesal ayu.


"apa, aku hanya menganggap mu itu teman, dan untuk acara kemarin aku harus pulang duluan, memangnya kenapa, kamu tak suka?" kata Japar dingin.


"kamu itu menyebalkan tau gak, tapi itu memang sikap mu, dan apa kakuntak penasaran dengan berita yang di bawa anak-anak," tanya ayu duduk di samping Japar.


Ayu menepuk dahinya, dia lupa jika Japar ini putra penguasa seperti Romo Heru.


"tapi mereka bilang semua harta keluarga William habis,"


"ya salah sendiri suka pamer, dan lagi keluarga itu terlalu pelit dengan pekerjanya," kata Japar.


"tapi kan tak harus membunuh orang juga, bahkan aku dengar tadi ada yang bilang ibu William di lecehkan,"


"itu tak benar, dan lagi kenapa kalian ini para siswa kok malah membicarakan teman yang sedang tertimpa musibah," ketus Japar.


Ayu diam, yang di katakan bocah laki-laki itu benar, "ya maklum saja ini sangat heboh, sudah kita ke kantin dulu yuk," ajak ayu.


"kamu gila atau bodoh, sudah hampir masuk dan kamu mengajak ku ke kantin," kesal Japar.


"ya kamu tak tau ya, jam pelajaran pertama di tiadakan karena para guru ingin melihat kondisi William, dan baru ada jam pengajaran nanti jam pelajaran kedua," kata ayu menyeret Japar.

__ADS_1


Mereka berdua pun langsung ke kantin dan memesan beberapa camilan yang di jual


Saat sedang menikmati makanan itu, seorang wanita dewasa duduk di meja mereka, "maaf bisa aku duduk disini?"


"anda siapa?" tanya ayu yang melihat wanita berparas cantik dengan wajah seperti dirinya.


"aku adalah Casandra, aku ingin dekat dengan kalian dan perkenalkan aku adalah guru bahasa asing baru di sekolah ini,"


"selamat pagi Miss, tapi kenapa seorang Miss duduk di kantin bersama kami? Dan Japar sapa Miss dulu," kata ayu menendang kaki bocah itu di bawah meja.


"tidak masalah kan, karena aku baru, jadi aku di minta untuk menjaga sekolah saat semua orang pergi melayat," kata wanita itu dengan ramah.


Dia tak menyangka, bocah itu benar-benar mirip dengan pria yang dia temui saat di pelabuhan beberapa bulan lalu.


Dia pun makin tak sabar untuk masuk kedalam pelukan pria yang begitu tampan dan menggoda itu.


Sedang japar sangat tak suka dengan wanita itu, terlebih Dati tatapan mata yang seperti menusuknya.


"jika kamu sudah selesai makan, kita ke kelas karena aku harus belajar," ketus Japar.


"apa, kamu ini jangan belajar terus dong," protes ayu.


"terserah saja, aku mau ke kelas, kamu perempuan makan terus mau jadi sapi hah!!" marah Japar meninggalkan gadis itu dan bergegas pergi ke dalam kelas.


Sedang Casandra hanya tersenyum saja, "jika yang kecil saja bisa sebaik ini, bagaimana versi dewasanya, pasti lebih baik dan aku tak sabar menunggu jawaban pria itu atas tawaran ku," gumamnya.


Pasalnya dia menjanjikan untuk mempermudah urusan ekspor impor dengan negara asal Casandra, dan tawaran itu tak mungkin di tolak jika benar-benar pria itu seorang pebisnis.


Di rumah, tanpa sengaja Arumi menjatuhkan gelas dari tangannya karena tiba-tiba dia merasa hatinya tak tenang.


Mbok Jum yang melihat ekspresi dari Arumi merasa bingung, "ada apa Nyai?"


"entahlah mbok, aku merasa ada yang sedang mengincar keluargaku," kata Arumi yang selalu jujur pada mbok mbannya itu.

__ADS_1


__ADS_2