Harem Suamiku

Harem Suamiku
mengerikan sekali


__ADS_3

Yanti tak menyangka jika niatnya yang ingin mengambil air malah melihat adegan itu begitu jelas dengan matanya.


Karena pintu kamar Arumi yang tak tertutup dengan rapat, malah membuatnya penasaran.


Dan saat dia membukanya, dia melihat sosok Arumi yang sedang menarik pisau dari perut lestari dengan santai.


Dan wanita itu dengan tatapan datar berjalan di genangan darah di lantai, hal itu membuat Yanti lagi kedalam kamarnya dan menguncinya.


Dia tak menyangka jika Arumi yang begitu baik dan begitu lembut, punya sisi kelam sejahat ini.


Dia hanya bisa ketakutan sendiri di dalam kamar, dia bahkan masih gemetar saat melihat tatapan Arumi yang begitu tajam dan dingin.


Dia tak menyangka jika tinggal di rumah ini seperti neraka, dia terus menerus mendapatkan siksaan batin.


Mulai dari di abaikan hingga tak mendapatkan perhatian dari Romo Heru.


Ya dia sadar benar menjadi istri ketiga itu tak perlu banyak berharap, dan dulu pemikirannya hanya ingin membuat orang tuaku jadi orang kaya.


Tapi dia tak menyangka,meski memiliki harta yang berlimpah, ternyata semuanya tak berguna sedikit pun.


Karena dia tetap kesepian, meski kadang dia duduk bersama Romo Heru juga tak membuatnya bahagia, tapi malah membuatnya semakin canggung.


Karena pria yang menikahinya itu jarang bicara, bahkan membuat suasana cair.


Karena perhatian dari Romo Heru ini hanya tertuju pada Arumi, "aku ingin pergi dari rumah ini...." tangis Yanti hingga tertidur


keesokan harinya, dia terbangun dengan sinar matahari yang menerpa wajahnya dari celah jendela kamarnya.


Tok... Tok...


"Nyai Yanti, apa anda sudah bangun, karena satu jam lagi Romo Heru ingin meminta semua orang berkumpul di pendopo karena beliau punya pengumuman penting," suara mbok ni yang membangunkan wanita itu.


"Iya mbok saya sudah bangun, dan saya akan bersiap-siap untuk berkumpul di luar," jawab Yanti dengan suara lemah.

__ADS_1


Dia masih tak percaya dengan apa yang dia alami semalam, dia pun bangkit dan mulai membuka pintu kamar dan mulai memilih untuk mandi.


beberapa mbok mban masuk dan mulai membersihkan kamar wanita itu.


Yanti keluar dari kamar mandi dan memilih baju yang akan dia kenakan pagi itu.


"Nyai tolong jangan pakai baju dengan dasar hitam hari ini," kata mbok sami yang mengingatkan wanita itu.


"kenapa mbok,aku biasanya pakai baju hitam juga tak ada ang melarangnya, kenapa sekarang tak boleh," tanya Yanti yang pura-pura tak tau.


"sudah Nyai tolong ikuti saja, karena ini sudah di perintahkan oleh Romo Heru," jawab mbok ni.


Yanti tak berani membantah jadi dia memilih menurut saja, dan langsung mencari baju lain dan menemukannya.


Kebaya berwarna biru miliknya yang dia bawa saat pertama kali masuk kedalam rumah itu.


Sedang Arumi yang semalam melakukan hal besar,keluar hampir bersamaan dengan Yanti, terlihat wanita itu langsung menunduk takut.


"tenang saja, aku tak akan melukai mu, asalkan kamu tak berniat mtmbunuh ku juga seperti wanita tadi," kata Arumi.


"kenapa kamu begitu polos atau bodoh,apa kamu tak iri melihat ku yang terus di manjakan oleh Romo Heru, sedang dirimu tak pernah mendapatkan perlakuan seperti apa yang aku terima, apa kamu tak ingin menjadi ibu dari anak yang akan menjadi pewaris di rumah ini?" tanya Arumi dengan sangat lembut.


Yanti diam. Dia sebenarnya iri dengan perlakuan yang di berikan oleh Romo Heru pada Arumi.


Bagaimana pun dia juga istri pria itu, tapi kenapa dia tak pernah mendapatkan perlakuan yang sama.


"kamu saja yang tampak tak peduli sebenarnya iri bukan, kamu belum pernah di temui Romo Heru ya, itulah kenapa kamu tampak santai dek, sedang Lestari yang sudah pernah di temui Romo Heru merasakan kehangatan dari Romo Heru yang membuatnya begitu keras kepala ingin mengantikan posisiku, sebenarnya jika kamu bilang baik-baik padaku aku akan membiarkan kita berbagi suami dengan adil, dan maaf akan tingkah ku beberapa Minggu ini karena kondisiku yang tak memungkinkan untuk membagi suamiku, tapi aku sadar diri sekarang, untuk seminggu ini kamu akan menjadi istrinya untuk seutuhnya," kata Arumi yang membuat Yanti kaget


"aku tak memintanya mbak, dan apa yang membuat mu melakukan itu," kaget Yanti.


"karena aku ingin, dan maaf membuat suami kita seperti menjadi milikku sendiri," kata Arumi yang tersenyum lebar.


Itu membuat Yanti terbebani dengan apa yang di ucapkan oleh Arumi. Sekarang mereka sudah sampai di pendopo.

__ADS_1


Arumi mendudukkan Yanti di sebelah kiri Romo Heru,dan dia duduk di sebelah kanan suaminya.


"semuanya dengarkan ini, aku akan melakukan perjalan menuju ke Sumatera selama satu bulan, dan Yanti akan menemani ku dalam perjalan ini. Dan aku menugaskan Geno untuk menjaga keselamatan dari nyai Arumi selama kepergian ku, jadi apa kalian siap menjalankan semua tugas itu,"


"baik Romo Ageng," jawab semua orang.


Arumi dan Yanti kaget dengan panggilan itu, sejak kapan suaminya itu menjadi Romo Ageng.


Arumi sedang menyiapkan semua keperluan dari suaminya, dia tak mau nanti ada barang yang tertinggal.


"kamu akan baik-baik saja kan sayang,"


"tentu saja kang mas, kenapa begitu menghawatirkan aku yang akan tinggal dengan puluhan centeng dan puluhan mbok mban," jawab Arumi.


"tapi aku benar-benar tak tenang meninggalkan kdmu seperti ini, apa kamu ikut saja,"kata Romo Heru.


"tidak kang mas, aku sadar jika kejadian semalam karena kita terlalu dekat dan selalu menempel satu sama lain, dan ini kesempatan mu untuk dekat dengan Yanti dan aku menunggu kabar baik dari kalian,"


"kenapa kamu bisa berubah seperti ini?"


"karena aku sadar jika semakin banyak anak kang mas, aku yakin semakin banyak pewaris yang bisa membuat keluarga Hadikusumo semakin jaya dan terkenal," kata Arumi.


"baiklah jika kamu mengatakan hal itu, aku akan menurutinya,sesuai perintah mu sayang," kata Romo Heru yang mengecup kening istrinya itu.


Tapi tiba-tiba arumi memeluk Suaminya erat dan mulai terisak, sebenarnya dia juga tak ingin melakukan semua itu.


Tapi dia sadar jika ini adalah pilihan terbaik, dan dia harus rela berbagi suami karena Yanti juga istri dari Romo Heru.


sedang di luar pintu kamar, Yanti tak menyangka jika akan mendengar ucapan dari Arumi yang begitu hancur.


ya selama ini bukan sepenuhnya salah aruminyang ingin menguasai Romo Heru, tapi pernikahan mereka baru berusia beberapa Minggu saat dia dan lestari datang.


Bahkan bisa di sebut pernikahan itu sedang hangat-hangatnya, tapi semua rusak dengan hadirnya mereka.

__ADS_1


Itulah kenapa dia seperti masih belum rela membagi suaminya.


__ADS_2