Harem Suamiku

Harem Suamiku
istana Bangura


__ADS_3

akhirnya Japar kecil di berikan kamar khusus di rumah yaitu bekas kamar lestari yang sudah di tata ulang.


Bahkan tempat itu sudah seperti kamar baru, dan banyak perabotan anak laki-laki.


"apa kamu menyukainya Japar?"


"iya ibu, semuanya bagus dan aku suka ini, terima kasih," kata bocah itu.


Arumi sangat senang, karena suaminya bisa menerima bocah yang dia angkat anak.


malam ini semua tampak santai saat makan malam, begitupun pelayan dan semua abdi dalem di rumah itu.


"kang mas, bagaimana jika kita mengganti nama rumah ini, kenapa aku merasa jika sumber masalah adalah nama rumah ini," kata Arumi mengusulkannya.


"ya sepertinya memang benar, ya nanti mas cari nama yang pas untuk menamai rumah kita ini," jawab Romo Heru yang mengiyakan permintaan istrinya.


Arumi tak percaya mendengarnya, padahal selama ini, dia adalah orang yang tidak mungkin bisa di beri masukkan atau di debat.


"bagaimana kalau istana Trisno," kata Japar tertawa.


"tidak itu terlalu mengelikan, istana Bangura saja,"jawab Romo Heru.


"nama yang bagus," kata Japar.


"iya mas, itu saja," jawab Arumi.


Setelah makan malam, kini Romo Heru dan semua centeng sudah bersiap untuk melakukan latihan fisik.


Tanpa terduga Japar juga ikut turun, bahkan bocah itu tampak begitu lincah melawan semua anak buah sang Romo.


Sedang Romo Heru meski sudah cukup berumur, tapi pria itu tetap sangat kuat dan tak bisa di lawan dengan mudah, bahkan dua centengnya seperti tak bisa menyentuhnya sedikitpun.


Nyai Arumi sedang duduk di teras menyaksikan suami dan anaknya itu melakukan latihan fisik.


Sedang dia merajut bersama para mbok mban untuk membuat baju atau selimut untuk calon anaknya.

__ADS_1


Keluarga Yanti yang mendapatkan kiriman mayat putri mereka tak terima, bagaimana bisa Yanti tewas seperti ini.


bahkan Romo Heru tak mau memakamkan sebagai istrinya dan malah mengirimnya kembali ke rumah seperti ini.


"apa maksudnya ini?" teriak marah bapak dari wanita itu.


"tolong tenang pak Galuh, ini adalah yang terjadi jika putri anda ingin mengunakan ilmu hitam pada Romo Heru, dia sudah terbuang dari istana Romo Heru," kata Kipli


"orang gila mana yang mengatakan itu, anak ku tak mungkin melakukan hal buruk seperti itu, karena dia itu tak pernah bersinggungan dengan hal klenik,"


"itu yang anda tau, tapi yang sebenarnya adalah Nyai Yanti, melakukannya setelah kami pulang dari pulau sumatra untuk pekerja, Nyai tampak begitu aneh, dan saat turun kapal malah Romo Heru yang tak pernah menempel pada istrinya ini,malah seperti perangko, itulah yang menjadi cikal bakal kecurigaan, karena Romo Heru tak pernah menyukai nyai Yanti," kata Kipli menjelaskan dengan tenang.


"kalau begitu kenapa menikahi putriku!!" teriak pria itu lagi.


"tapi anda yang mengemis dan ingin menjual putrimu, nikan Romo Heru," kata Sarji yang memang jadi saksi saat itu.


Pria itu pun terduduk lemas dan tak menyangka akan melihat semua hal buruk ini.


Para warga pun mulai membicarakan karena Yanti pulang dengan tanpa nyawa.


dan tentu saja, keluarga itu tak bisa melakukan apapun lagi, karena mereka tak bisa menuntut Romo Heru karena mereka tak sebanding dengan pria itu.


semakin malam, akhirnya latihan pun usai dan semua sudah membersihkan diri dan kemudian mulai beristirahat.


Di rumah itu tak di jaga dengan terlalu banyak pengawal, karena mereka semua sedang lelah setelah semua yang terjadi.


di tempat lain, Ndoro Sodik melihat rumah pengasingan yang sekarang di tempati oleh Sukma.


Dan ternyata saat dia berdiri di depan jalan desa, Sukma yang sedang duduk di jendela pun bisa melihatnya.


Dia pun tidak menyangka akan jatuh cinta dengan semua kelembutan dari pria yang baru dia kenal itu.


"apa aku harus menyapanya, tapi itu tak baik karena aku masih berstatus istri orang," Katanya sedih


Sedang Ndoro Sodik pun juga menyadari ada sesosok wanita cantik sedang melamun di jendela.

__ADS_1


Dia segera memastikan jika semuanya aman dan tak ada orang, dia segera mendekat dan melemparkannya kantong yang dia bawa.


"nikmatilah," kata pria itu sebelum meninggalkan rumah pengasingan itu.


Sukma kaget menerima kantong itu, ternyata di dalamnya ada beberapa buah dan camilan.


bahkan ada asam Jawa yang di simpan di dalamnya, tanpa sadar wanita itu pun tersenyum dan memeluk kantong itu.


"kenapa kamu begitu manis sih, aku jadi tak bisa membenci mu, dan perasaan itu aku tak menyukainya karena aku jadi lemah," gumamnya.


Keesokan harinya, semua persiapan untuk perubahan nama sudah siap, bahkan satu pemuka adat di panggil untuk memimpin doa.


Semua orang berkumpul untuk ikut menyaksikan hal yang jarang terjadi, karena setelah bertahun-tahun akhirnya nama tempat itu di ubah.


Dan juga diadakan acara empat bulanan untuk kehamilan Arumi dengan sederhana, karena acara yang besar akan di lakukan saat tujuh bulanan nanti.


Setelah acara doa bersama, plang nama pun langsung di kikir habis dan kini para pekerja mulai membuat papan nama baru.


semua warga tak menyangka akan menjadi saksi atas perubahan besar itu, dan selagi nama di perbaiki.


Arumi dan Japar kecil memilih untuk bagi-bagi bubur sengkolo karena itu penting demi kelancaran semua yang di lakukan.


Dan Japar seperti tameng untuk keluarga itu, bahkan keluarga Yanti yang baru selesai memakamkan jenazah putri mereka.


rela mendatangi seorang dukun hebat untuk membunuh keluarga itu, tapi sayangnya malah dukun itu yang kehilangan nyawa.


"sebenarnya keluarga itu apa, kenapa pria itu bisa kebal dengan ilmu hitam," gumam Romo Heru yang menyadari dia di kirimi sesuatu.


Tapi semua tetap aman terkendali, sedang di tempat lain, ada sekelompok pembunuh bayaran yang mengincar sebuah rumah yang memang terletak cukup jauh dari rumah lain


itulah yang membuat para perampok itu berani masuk di siang bolong, dan langsung menggasak semua barang berharga di tempat itu.


Setelah itu mereka lagi dan mencar dan akan bertemu di titik kumpul yang sudah di tentukan.


dan itulah awal mula ketidak amanan yang terjadi di desa itu, karena baru kali ini ada maling nekat yang berani melakukan aksinya di siang bolong.

__ADS_1


__ADS_2