
Arumi merasa tak nyaman saat ini, terlebih kakinya yang di rantai seperti ini.
"mbok Jum, mbok ni siapapun tolong masuk kedalam," panggil Arumi.
Mbok ni yang datang menemui Arumi yang sedang duduk santai itu, "inggeh nyai, ada apa?"
"mbok ni, tolong ambilkan saya asam Jawa yang sudah matang, tepi jangan yang sudah di kupas, tolong ambilkan yang belum di kupas ya," mohon Arumi.
"baik Nyai,tapi apa Nyai baik-baik saja?" tanya mbok ni yang merasa aneh.
"aku baik-baik saja, tapi dimana kang mas, apa di tempat istrinya yang lain," tanya Arumi yang menyadari itu
"inggeh Nyai, Romo Heru sedang berada di tempat Nyai lestari,"
"ya sudah mbok, tolong ambilkan apa yang aku minta ya," mohon Arumi.
"inggeh nyai," jawab wanita itu yang pamit ke dapur.
Arumi hanya bisa tersenyum mengasihani dirinya sendiri, "kamu berharap apa Arumi, kamu bukan satu-satunya istrinya, jadi jangan merasa memiliki suami mu sendiri," gumamnya menyadarkan dirinya sendiri.
Dia turun dan mulai tertawa, "ha-ha-ha!!! Kau bodoh Arumi!!" teriaknya sambil menghancurkan semua barang di kamarnya.
__ADS_1
dia pun mengambil kemoceng dan mulai menggenggamnya erat, dan mulai memukulkan benda itu ke tubuhnya sendiri.
"aku membenci mu!!" teriak Arumi sambil memukul lengannya.
"ya Gusti Nyai!! Tolong berhenti!!" teriak mbok ni yang kaget melihat Arumi dan langsung merebut benda itu ddn memeluk Arumi erat.
"lepaskan!!! biarkan aku mati, aku bisa gila jika terus di rumah ini, tolong biarkan aku pergi!!" teriak Arumi sambil menangis histeris.
"nyai tolong tenang... Saya mohon, Idan tolong panggilkan mbok Jum," kata mbok ni yang tak bisa menahan Arumi sendirian.
bahkan Romo Heru terlalu tenang hingga tak sadar jika Arumi mengalami masalah besar.
Ucapan itu membuat Romo Heru membuka matanya, dia langsung bangkit dan bergegas pergi.
Tapi lestari menahannya, "mungkin mbak Arumi hanya sedikit sedih karena di hukum,"
"Lepaskan, dan jangan berani melakukan ini lagi karena siapapun tak boleh ada yang menganggu ku untuk melihat kondisi Arumi, termasuk dirimu,jadi jangan ngelunjak," marah Romo Heru menghempaskan tangan lestari hingga tersungkur di lantai.
Dia tak menyangka jika ternyata Arumi adalah istri yang paling di sayangi.
Mbok Jum sampai di kamar Arumi dan kaget melihat kamar berantakan, dan yang membuat terkejut di tubuh Arumi ada bekas luka pukul juga.
__ADS_1
"kalian ini bagaimana,menjaga nyai saja sampai terluka begini!!" panik mbok Jum.
"lepaskan!! Aku mau mati!!" teriak Arumi yang masih histeris.
"nyai tolong tenangkan dirimu, anda tidak sedang di hukum,hanya sedikit aturan agar anda tidak keluyuran saja," kata mbok Jum.
"aku mau pulang..."
Romo Heru masuk kedalam rumah, dan langsung menarik tangan Arumi dan menyeretnya dan melemparkannya hingga tersungkur di ranjang.
"kalian berdua keluar, biar aku yang membereskan semua,"
"inggeh Romo,"
Arumi pun hanya bisa menangis, tanpa terduga Romo Heru melepaskan rantai di kaki istrinya itu.
"kamu sudah menggila dalam hitungan jam karena rantai ini?"
"aku bukan anjing mu, yang bisa kau sentuh dan nikmati setiap saat,aku ini istri mu, atau dari awal aku hanya jadi penerima benih mu, dan mesin pencetak anak untuk mu," kata Arumi yang memberanikan dirinya bertanya pada suaminya itu.
tanpa terduga Romo Heru malah memeluknya, "kamu tau, hanya kamu yang membuat ku gila seperti ini, jadi tolong sadarlah di hidup ku hanya kamu yang aku lihat saat ini, hanya kamu yang begitu aku ingin peluk setiap harinya, jadi tolong mengertilah!!" suara Romo Heru mengejutkan Arumi.
__ADS_1