
Sore hari Arumi dan semua centeng yang mengikutinya ke pabrik sudah dalam perjalanan pulang.
Tapi saat dia turun dari kereta kuda,dia kaget melihat ada sebuah patung di tengah air mancur.
"Siapa yang membawa patung itu, kenapa wajahnya tampak familiar dan aku merasa sedikit merinding," gumam wanita itu.
"Maaf Nyai, itu adalah patung yang di bawa oleh Romo Heru sendiri, dan sebaiknya anda masuk karena Romo sudah menghentikan tapanya," kata Geno yang membuat Arumi langsung berbalik.
Saat dia masuk kedalam rumah, ternyata sudah ada Bu Yayuk yang sedang memijat kepala dari Romo Heru.
Arumi langsung menundukkan kepalanya dan berjalan pelan untuk menyapa suaminya itu.
Entahlah hatinya merasa sakit saat melihat hal itu, tapi dia tak boleh marah karena melihat adegan itu.
Tapi mau bagaimana pun,Bu Yayuk itu juga istri Romo Heru,jadi dia tak boleh menunjukkan jika dia cemburu.
"Selamat sore Romo," salam Arumi.
"Hem..."
"Sore dek,kamu lebih baik mandi dulu, pasti kamu merasa tak nyaman karena ini gari pertama mu bekerja, dan biarkan malam ini kang mas berada di kamar ku, dan kamu sekarang bisa pindah ke kamar milik Hesti,karena tak baik jika kamu terus di kamar kang mas, terlebih seminggu dari sekarang kang mas akan menikah dengan dua orang lain untuk membuat peluang memiliki anak semakin besar," kata Bu Yayuk dengan santai.
Bahkan wanita itu tampak tak begitu memiliki perasaan saat mengatakan itu,padahal Arumi ini juga baru menikah dalam hitungan hari dengan Romo Heru.
"Baik mbak, saya akan melakukan semua perintah mbak," kata Arumi.
"Tunggu Arumi, apa kamu lupa ucapan siapa yang di sini menjadi hukum, dan yang harus kamu ikuti di atas semua ucapan siapapun, kenapa jamu begitu mudah melupakannya," kata Romo Heru yang membuka matanya.
Arumi pun kaget, begitupun dengan Bu Yayuk, pria itu langsung bangkit dan mendekati Arumi dan memberikan ciuman mesra.
Mbok Jum dan mbok seh langsung menunduk saat Romo Heru mencium bibir Arumi dengan sangat mesra.
Sedang Bu Yayuk merasa marah dan tak terima,karena suaminya itu baru kali ini melakukan hal itu di luar kamar.
__ADS_1
Padahal dari dulu pria yang selalu mengutamakan wibawa dan kharismatik seakan tampak mustahil melakukan hal mesum seperti itu.
"Romo...." lirih Arumi yang merasa tak enak dengan Bu Yayuk.
"Panggil aku kang mas," bisik Romo Heru.
"Kang mas..." kata Arumi .
Dia pun mendorong pelan dada suaminya itu dengan penuh rasa bersalah, "mbok Jum bantu Arumi mandi dan berikan jamu yang sudah aku bawakan,dan Yayuk bantu aku mandi hari ini," kata Romo Heru yang langsung meninggalkan Arumi yang masih merasa tak enak.
Pasalnya ciuman yang di berikan oleh suaminya itu seperti kejutan yang menyerang hati istri pertama suaminya.
Tapi untunglah Romo Heru mengerti Suasana hingga dia memilih untuk membuat Bu Yayuk tak marah.
Di dalam kamar, Bu Yayuk sudah tak berdaya menghadapi suaminya, karena dia tak tau jika stamina suaminya itu sangat buas.
"Kamu adalah istri pertama ku, dan kamu tau benar jika aku akan mengistimewakan dirimu dari pada yang lain, tapi aku tak suka dengan jamu yang bertingkah seolah kamu adalah tuannya di sini,"
"Karena aku masih belum ingin mengusirnya, dan kamu bisa menyiapkan dia kamar yang lain untuk istri baru ku yang akan datang sebentar lagi," kata Romo Heru.
"Baik kang mas," Jawab Bu Yayuk yang sudah tak berdaya.
Romo Heru pun masuk kedalam kamar mandi sendiri dan setelah mandi dia duduk di ruang makan.
Bu Yayuk keluar dari kamarnya, tapi tidak dengan Arumi, "mbok ni, mana Nyai Arumi kenapa belum keluar juga?" tanya Romo Heru.
"Ngapunten Romo, Nyai Arumi sedang melakukan perawatan rutin yang di pimpin oleh mbok Jum, dan beliau sudah makan segenggam nasi dan air putih tadi," jawab wanita yang merupakan mbok mban di istana Harem milik Romo Heru.
Mendengar itu, Romo Heru langsung bangkit dari kursinya dan langsung masuk kedalam kamar miliknya.
Dan ternyata, di dalam sana ada sebuah bilik kecil yang berbentuk seperti kurungan ayam dengan tinggi setengah badan orang dewasa.
"Mana istriku, kenapa dia tidak makan, bukankah kamu tau jika dia harus sehat untuk bisa mengandung anak ku," kata Romo Heru terdengar murka.
__ADS_1
"Menjawab Romo, Nyai tadi sebelum pulang sudah sempat makan daging kambing yang di beli karena merasa lapar, dan ini adalah salah satu upaya agar Nyai semakin sehat dengan melakukan detox uap, dan Nyai juga sudah meminum jamu yang tadi Romo berikan, jadi sekarang Romo bisa makan malam dengan Nyai sepuh, dan nanti malam Nyai muda sudah siap," kata mbok Jum yang menjadi orang kepercayaan dari Romo Heru.
"Baiklah aku mengerti, kalau begitu lanjutkan dan pastikan jika dia tak akan terluka," kata Romo Heru yang langsung pergi meninggalkan kamarnya.
dan setelah kepergian Romo Heru, mbok Jum meminta para mbok mban yang membantunya untuk mulai membuka kurungan itu.
tercium aroma wewangian ke seluruh ruangan kamar, dan air yang di gunakan untuk menjadi bahan uap juga sudah dingin.
Bu Yayuk yang masih menunggu suaminya itu pun tampak tenang, "bagaimana kang mas?"
"Dia sudah makan di luar, dan aku sudah memberinya hukuman dan kamu tenang saja, bagaimana pekerjaan mu di pabrik," tanya Romo Heru.
"Semuanya berjalan baik, tapi aku tak suka dengan orang-orang keturunan Belanda itu yang masih bertingkah seperti mereka masih menjadi penguasa di negeri ini," kata Bu Yayuk
"Tenang saja, aku tidak akan membiarkan itu makin lama, jadi tenang untuk sebentar lagi ya sayang," kata Romo Heru.
Karena dia sudah menyiapkan hal yang sangat menarik untuk membuat para bangsa penjaj*** itu pergi dari tanah pribumi ini.
Setelah makan malam, Romo Heru menemani Bu Yayuk untuk istirahat lebih awal.
Wanita itu sudah tertidur dengan sangat nyenyak, karena dengan sengaja salah satu mbok mban memasukkan ramuan khusus di sup yang di makan Bu Yayuk.
Karena malam ini, Romo Heru tak ingin ada yang menganggu saat bersama Arumi, lagi pula dia harus segera datang dan membuat istrinya itu hamil.
Romo Heru sudah ada di depan kamar tidur miliknya, mbok Jum membuka pintu dan mempersilahkan Romo Heru masuk kedalam kamar.
Saat Masuk kedalam kamar tidur itu, dia melihat sosok istrinya yang sedang duduk di pinggir ranjang dengan menggoda.
Romo Heru pun mengangkat wajah cantik istrinya itu, dan melihat jika Arumi sangat menggoda malam itu.
Dan Romo Heru Pun langsung mencium istrinya itu, bahkan aroma tubuh Arumi membuat gairah Romo Heru semakin menjadi-jadi.
Malam panas pun di lewati keduanya tanpa henti, bahkan rasa yang di nikmati oleh Romo Heru membuat pria itu tak ingin berhenti.
__ADS_1